Lifestyle

Ini yang Akan Terjadi Jika Kalian Kurang Tidur...

Dwiwa

Posted on December 12th 2020

Apa yang kalian rasakan jika tidak tidur semalaman? Apakah merasa mood jadi kacau? rewel? kurang konsentrasi? sering marah-marah? Tetapi ternyata, bukan cuma itu yang bakal terjadi jika kita memutuskan untuk berhenti tidur.

Dilansir dari Business Insider, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menganggap kurang tidur sebagai bentuk penyiksaan. Dan semakin lama kondisi ini berlangsung, semakin buruk dampak yang akan dirasakan.

Kurang tidur dapat mempengaruhi orang secara berbeda. Tetapi umumnya efeknya meningkat seiring bertambahnya jam. Tidak tidur selama 48 jam dianggap kurang tidur yang ekstrim, tetapi bahkan kalian mungkin akan merasa aneh sebelum itu.

Tidak tidur selama 18 jam membuat kita merasa sedikit mabuk. Terus terjaga selama itu sama dengan memiliki kandungan alkohol dalam darah sebanyak 0,05 persen, yang biasa didapat dari minum tiga atau empat gelas dalam waktu dua jam.

Angka itu akan melonjak menjadi 0,1 persen jika kita tidak tidur selama 24 jam. Dengan kondisi seperti ini kalian mungkin merasa berkabut, kurang waspada, atau limbung, dan mungkin pandangan akan menjadi ganda atau kabur.

Ini disebabkan kurang tidur membuat sel otak jadi lambat melakukan komunikasi satu sama lain. Jadi, jika kalian memang minum alkohol, rasa kantuk bisa meningkatkan efeknya. Kopi memang bisa membuat lebih waspada selama beberapa jam, tetapi itu tidak lama.

Satu setengah hari semuanya menjadi lebih buruk. Peluang untuk sakit jadi meningkat karena tubuh tidak bisa berperang seperti biasanya dan pada waktu ini otak dan tubuh menjadi sangat leleah sehingga kalian akan mulai mengalami microsleep, tidur singkat, sekitar 30 detik yang mungkin tidak disadari.

Kondisi yang menjengkelkan bahkan berbahaya jika kalian sedang mengendarai motor atau mobil. Kalian juga mungkin untuk mengalami halusinasi seperti melihat botol membesar atau halusinasi sensasi dan halusinasi suara seperti seseorang menepuk bahu atau mendengar nama kalian dipanggil.

Ketika kalian terjaga 48 jam, ini adalah penyiksaan sesungguhnya. Inilah mengapa penelitian tentang kurang tidur sekarang dilarang secara hukum di banyak negara. Dua hari tanpa tidur akan membuat kalian kehilangan pegangan pada kenyataan.

Halusinasi memburuk, dan kalian mungkin mengalami depersonalisasi. Itu adalah perasaan bahwa kenyataan semakin pudar, yang mungkin termasuk atau tidak termasuk out of body experience atau pengalaman keluar dari tubuh.

Kemudian jika 72 jam tidak tidur, kalian tidak akan bisa berpikir tentang apapun kecuali menghabiskan waktu. Lupa melakukan tugas sederhana seperti berpakaian atau mengambil camilan. Sebagian karena kelelahan sebagian lagi karena kemamapuan untuk mengatur emosi sudah kacau.

Halusinasi jadi lebih rumit, menciptakan bentuk utuh seperti manusia, beruang, atau mungkin mobil yang tidak boleh kalian kendarai.

Empat studi tentang kurang tidur, para peserta melaporkan halusinasi yang sama, yang disebut sebagai fenomena topi, yang pada dasarny adalah perasaan tertekan di sekitar kepala seperti saat mengenakan topi. Smeua ini memberikan jalan untuk paranoia, depresi dan delusi.

Setelah 96 jam atau lebih tanpa tidur, ucapkan selamat tinggal pada kenyataan. Akan ada halusinasi dan paranoia yang lebih buruk yang memicu psikosis kurang tidur, benar-benar keluar dari dunia nyata.

Pada hari kelima orang sering menyebutnya sebagai titik balik. Kesehatan mental turun drastis, delusi semakin kuat dan menjadi kenyataan baru. Pada akhirnya otak akan berhenti berfungsi dengan baik sehingga dapat menyebabkan kegagalan organ dan dalam kasus yang jarang terjadi, kematian.

Untungnya, untuk pulih dair kurang tidur sangat mudah. Tetapi jika kalian mengalami kurang tidur secara terus menerus, kalian akan mendapatkan efek jangka panjang seperti tambah gendut, jerawat, sakit kepala, hingga tekanan darah tinggi. Butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa kembali.

Untuk bisa kembali mendapatkan tidur cukup, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Sebuah penelitian menyebut butuh empat hari untuk pulih dari kehilangan satu jam tidur. Jadi, cobalah tidur lebih cepat dibanding tidur larut malam dan hindari untuk mengembalikan pemulihan penuh dengan tidur 7 sampai 8 jam setiap malam.(*)

 
Artikel Terkait
Lifestyle
8 Kegiatan Simpel setelah Bangun Pagi yang Bikin Kita Fokus Seharian

Lifestyle
6 Penyebab Tubuh Selalu Terasa Capek Meski Nggak Banyak Aktivitas

Lifestyle
Nocturnal Panic Attack, Serangan Panik yang Bikin Ketakutan dan Tidur Terganggu