Current Issues

Perlu Nggak sih Pake Masker Kalau Sudah Divaksin Covid-19?

Dwiwa

Posted on December 12th 2020

Sejumlah negara di dunia telah memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk berbagai vaksin Covid-19 pot. Mulai dari Pfizer yang telah mendapatkan EUA di empat negara. Hingga Sinopharm yang juga sudah digunakan di Uni Emirat Arab dan Tiongkok.

Di Indonesia, 1,2 juta vaksin Sinovac asal Tiongkok juga sudah diboyong pada Minggu (6/12). Dan sebanyak 1,8 juta akan menyusul pada Januari 2021. Namun untuk vaksin Sinovac, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih belum memberikan EUA karena data hasil uji klinis tahap 3 dari vaksin ini belum diberikan. Sehingga masih belum bisa digunakan untuk masyarakat.

Lalu pertanyaan yang akan muncul di benak kita adalah, masihkah masker dan protokol kesehatan lain perlu dilakukan jika sudah disuntik vaksin? Jawabannya adalah MASIH.

Dilansir dari AP, ada banyak alasan mengapa protokol kesehatan tidak bisa langsung kita tinggalkan begitu saja.

Alasan pertama adalah rata-rata vaksin yang saat ini sudah mendapat EUA membutuhkan dua dosis. Pfizer misalnya, dosis kedua akan disuntikkan setelah tiga minggu sedagkan Moderna diberikan empat minggu setelah suntikan pertama. Dan tentu saja, efek vaksin ini tidak instan.

Orang berharap akan mendapat sejumlah perlindungan beberapa minggu setelah suntikan pertama. Tetapi perlindungan secara penuh mungkin tidak akan muncul hingga beberapa minggu setelah suntikan kedua.

Selain itu, masih belum diketahui secara pasti apakah vaksin ini dapat secara penuh melindungi seseorang dari infeksi atau hanya meringankan gejala. Deborah Fuller, ahli vaksin dari Universitas Washington mengatakan ini berarti orang masih bisa terinfeksi dan menularkan virus meskipun dalam tingkat cukup rendah.

Selain itu, jumlah vaksin yang saat ini tersedia masih sangat terbatas. Jadi untuk bisa melakukan vaksinasi pada setidaknya 70 persen populasi akan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Vaksin Covid-19 untuk anak-anak juga baru mulai dilakukan pengujian sehingga masih butuh waktu untuk memastikan apakah aman dan manjur.

Ahli penyakit menular ternama Amerika Serikat Anthony Fauci mengatakan untuk bisa mengucapkan selamat tinggal pada masker, negara harus memiliki kekebalan luas terhadap Covid-19. Entah itu melalui vaksin atau herd immunity.

Ia juga menyebut jika vaksin adalah alat yang bagus untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi tidak sempurna. Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin agar tetap memakai masker dan melakukan protokol kesehatan lainnya.

Nah, jadi sudah jelas ya guys. Jika nantinya vaksin sudah tersedia dan bisa kita akses, ingat untuk tetap menggunakan masker dan melaksanakan protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak 2 m dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan ventilasi, durasi, dan jarak saat bertemu dengan orang lain. Ingat berkumpul di tempat dengan ventilasi yang buruk, dalam waktu lama dan tidak adanya jarak antar orang akan membuat risiko tertular Covid-19 jadi semakin tinggi.

Related Articles
Current Issues
Ini Hal yang Perlu Kalian Ketahui Soal Vaksin Covid-19 dan Kapan Harus Divaksin

Current Issues
Vaksin Jadi Angin Segar Penerbangan Internasional, Tetapi Bukan Segalanya

Current Issues
Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 yang Digunakan Aman dan Bermanfaat