Tech

Data Lokasi Pengguna Disalahgunakan, Google dan Apple Peringatkan Pengembang

Jingga Irawan

Posted on December 12th 2020

Toria/Shutterstock

Desas-desus penjualan data lokasi pengguna aplikasi Muslim Pro ke Militer Amerika Serikat oleh pialang data X-Mode rupanya berbuntut panjang. Apple dan Google meminta para pengembang aplikasi untuk menghapus kode pelacakan lokasi ponsel dari X-Mode yang ada dalam aplikasi mereka.

Menurut artikel The Wall Street Journal pada Rabu (9/12), kedua raksasa teknologi pemilik toko aplikasi App Store dan Play Store itu mengancam akan menarik aplikasi para pengembang dari store masing-masing jika tidak menghapus kode X-Mode yang tertanam di aplikasi mereka.

Apple memberikan waktu dua minggu untuk menghapus kode tersebut. Sedangkan Google, memberikan waktu satu minggu dan para pengembang bisa mengajukan perpanjangan hingga 30 hari. Keputusan ini menyusul laporan mereka terkait X-Mode yang saat ini sedang diselidiki oleh Senator Ron Wyden.

X-Mode merupakan perusahaan yang fokus pada penyimpanan data lokasi. Bagi para pengembang aplikasi yang setuju bekerjasama, X-Mode akan memberikan kode SDK yang akan dimasukkan ke dalam aplikasi mereka. Sehingga, lokasi pengguna aplikasi dapat langsung diteruskan ke X-Mode.

Sebagai gantinya, X-Mode membayar pengembang sejumlah uang berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki oleh aplikasi tersebut. Pengguna yang berada di Amerika Serikat memilki harga lebih mahal ketimbang pengguna negara lain.

Untuk 1 juta pengguna di Amerika Serikat, X-Mode akan membayar sebesar 30 ribu dolar Amerika Serikat (AS), atau setara dengan Rp 425 juta. Sedangkan, untuk 1 juta pengguna negara lain (global), pengembang aplikasi akan menerima 3 ribu dolar AS. Setara dengan Rp 42,5 juta. Makin banyak pengguna aplikasi tersebut, makin besar pula uang yang didapat oleh pengembang aplikasi dari X-Mode.

Sampai saat ini, terdapat 400 aplikasi yang di dalamnya tertanam kode SDK milik X-Mode. Kebanyakan dari mereka adalah aplikasi untuk jalani aktivitas sehari-hari. Seperti, aplikasi pengingat olahraga, aplikasi kencan, maupun pengingat waktu beribadah bagi para muslim.

Akan tetapi, model pelacakan lokasi pengguna dan penjualan data bukanlah hal baru. Seringkali broker data menjual data pengguna untuk kebutuhan komersil iklan. Sayangnya, kegiatan yang dilakukan oleh X-Mode tidak hanya sebatas unuk komersil iklan melainkan data tersebut diduga telah dijual ke pihak Militer Amerika Serikat. (*)

Related Articles
Tech
Apple Bantu Pendidikan Remote di Seluruh Dunia dengan Schoolwork 2.0

Tech
Google Perbarui Google Maps, Kini Dilengkapi Dock untuk Pengguna Bikeshare

Interest
Apple Luncurkan Aplikasi dan Situs untuk Deteksi Dini Covid-19