Sport

Adelaide Wongsohardjo, Bintang Muda Harapan Timnas Basket Indonesia  

Asian Games 2018

Mainmain.id

Posted on August 20th 2018

“Agak grogi gitu, tapi senang bisa dikasih kesempatan buat tanding lawan Korea.”

Adelaide Callista Wongsohardjo baru aja melewati malam bersejarah dalam hidupnya. Malam itu, Rabu 18 Agustus 2018, ia dipercaya pelatih tim nasional basket putri Indonesia buat jadi pemain utama melawan Korea Bersatu (tim gabungan Korea Selatan dan Utara). Dengan langkah yang tampak hati-hati, ia pun berjalan ke dalam lapangan demi menunaikan bakti untuk negara meski dalam hati ia merasa grogi.

Bagaimanapun, sebagai seorang pemain utama, Laide—sapaan akrabnya—memang masih terlalu dini buat disebut pemain sarat pengalaman. Usianya baru 16 tahun dan ia merupakan pemain termuda di timnas Indonesia. Apalagi ini juga pertama kalinya ia tampil di Asian Games. Enggak heran kalau secara mental, ia mengaku perlu memantapkan dirinya lagi meski ia udah lama main basket.

Laide sebenarnya udah main basket dari kecil. Putri daerah Malang itu pertama kali main basket waktu masih duduk di bangku SD. Waktu itu ia diajarkan langsung sama papanya yang seorang pemain veteran di klub Bima Sakti Malang.

“Setiap Rabu malam aku selalu ikut Papa ke lapangan,” kata Adelaide sehabis Honda DBL Camp 2017 lalu.

“Di sana aku sama ceceku (kakak) cuma main lari-lari aja, terus minggu-minggu berikutnya Papa bilang, ‘Kalau mau ke lapangan bawa sepatu aja, nanti Papa ajarin basket daripada kamu lari-lari.”

Dari sana, Laide pun mulai sering main basket sama papanya. Ia bahkan serius menekuni basket setelah papanya menyuruh Laide bergabung sama klub basket di Malang. Dengan senang hati, ia lantas berlatih di klub tersebut, dan sedikit demi sedikit mulai mencintai basket sepenuh hati.

Semakin rajin berlatih, karir Laide di basket semakin cemerlang. Ia terpilih menjadi MVP Honda DBL All-Star 2017 dan berkesempatan menimba ilmu di Amerika Serikat pada awal 2018 lalu. Cerita lantas bergulir kembali karena karirnya ternyata enggak berhenti di situ aja.

Pada April 2018, Laide dipanggil timnas Indonesia buat ikutan seleksi nasional.  

Perjalanan Laide buat tampil di Asian Games sebenarnya juga enggak gampang. Sebelum benar-benar tampil di gelaran multisport se-Asia itu, dara kelahiran Malang, 12 Oktober 2001 tersebut harus lebih dulu melewati persaingan dengan 23 nama lainnya di seleksi nasional. Namun dengan kemampuannya, meski masih muda, ia justru berhasil menyingkirkan banyak seniornya dan mengambil bagian di timnas sebagai garda utama. Sayangnya, penampilan perdananya di Asian Games tercoreng karena kalah jauh dari Korea yang notabene juara bertahan.

Kendati begitu, pengalaman bermain di Asian Games 2018 tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi Laide. Apalagi enggak setiap waktu timnas Indonesia bisa tampil di gelaran empat tahunan itu. Arif Gunarto, kepala pelatih timnas Indonesia, juga berpikiran begitu.

“Laide adalah bintang masa depan. Dia punya skill yang oke untuk jadi playmaker. Susah nyari playmaker di Indonesia. Enggak banyak. Laide bagus. Saya yakin dia bisa ngasih banyak,” ujar Arif sehabis pertandingan melawan Korea Bersatu.

Sementara itu, Laide sendiri lagi berusaha melewati masa-masa sulitnya. Sebagai pemain termuda, ia mengaku kesulitan di pertandingan debutnya karena harus mengimbangi pemain-pemain senior dengan—salah satunya—bermain bagus. Belum lagi kemampuan lawan juga beberapa tingkat di atas Indonesia. Enggak heran jika ia kemudian merasa grogi dan kalah dari Korea Bersatu.

Untungnya, kekalahan itu enggak menurunkan semangat Laide untuk terus maju.  

“Ke depannya lebih berani lagi, terus kurangi kesalahan-kesalahan gitu, sama lebih semangat,” kata Laide.

Dengan semangat itu, Laide pun mengincar kemenangan di pertandingan selanjutnya. Kekalahan dari Korea Bersatu akan ia biarkan berlalu. Ia harus siap-siap berlatih lagi supaya bisa menang dari (sesuai target timnas Indonesia) Kazakhstan dan India.     

penulis: Gagah Nurjanuar Putra

Artikel Terkait
Sport
Bunga Nyimas Cinta, Peraih Medali Termuda di Asian Games 2018

Sport
Aqsa Sutan Aswar Pengirim Emas dari Jet Ski

Sport
Amanah Nur Istiqomah, Srikandi Judo Berusia 17 Tahun