Current Issues

Dear Warga +62, Hanya Sepertiga Target Vaksin Covid-19 yang Bakal Gratis

Dwiwa

Posted on December 11th 2020

Indonesia menargetkan 107 juta orang untuk mendapatkan vaksin Covid-19 pada 2022 guna mempercepat penanganan pandemi. Tetapi dari jumlah tersebut, hanya akan ada 32 juta orang yang akan dibiayai negara.

Dilansir dari The Jakarta Post, 32 juta orang ini terdiri dari 1,2 juta pekerja medis, 4,4 juta pekerja layanan publik termasuk anggota TNI dan polisi, dan 26,4 juta orang dari kelompok rentan. Sementara sisanya mandiri.

“Akan ada dua skema: program pemerintah dan mandiri. Skema (publik) dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan skema swasta akan dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan,” ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Angka 107 juta dari target vaksin ini merupakan 67 persen dari 167 juta penduduk yang berusia 18 hingga 56 tahun, seperti yang direkomendasikan oleh Technical Advisory Group on Immunization. Untuk program vaksinasi tersebut dosis vaksin Covid-19 yang dibutuhkan sebanyak 246 juta.

Jumlah ini didapat setelah menghitung jika setiap orang mendapatkan dua kali penyuntikan serta ditambah dengan variabel WHO berupa wastage rate 15 persen. Ini artinya, dengan perhitungan yang sama, jumlah dosis untuk 32 juta penduduk yang mendapat vaksin gratis adalah 73,9 juta sedangkan 75 juta vaksinasi mandiri, termasuk peserta BPJS dan asuransi lainnya, butuh 172,6 juta dosis.

Vaksin mandiri ini akan didistribusikan melalui fasilitas kesehatan swasta. Menurut Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Budi Gunadi Sadikin yang juga Wakil Menteri BUMN mengatakan 10.900 RS dan Klinik BUMN dan swasta akan menggelar program vaksinasi swasta agar tidak mengganggu program pemerintah.

Berdasarkan perkiraan kasar dari kementerian, sebanyak 300 orang akan diinokulais setiap hari di setiap rumah sakit dan 100 orang setiap hari di klinik. Secara keseluruhan, pemerintah memperkirakan 75 juta orang akan dapat divaksinasi dalam waktu 6 bulan.

Tetapi, perkiraan ini dapat berubah mengingat temuan awal dalam penilaian rumah sakit dan klinik bahwa masih ada kesenjangan antara kapasitas fasilitas perawatan kesehatan dan harapan yang diberikan kepada mereka.

Selain itu, produksi dan ketersediaan vaksin juga berpotensi menjadi hambatan dalam program vaksinasi ini. Vaksin sendiri telah menjadi harapan besar dari pemerintah dalam upaya menghentikan pandemi di Indonesia yang angkanya terus menanjak setiap hari.

Meski sudah ada 1,2 juta dosis vaksin Sinovac yang datang pada Minggu (6/12), tetapi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih belum mengeluarkan ijin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) karena data uji klinis tahap III vaksin dari Sinovac Biotech ini belum keluar. Padahal, vaksin baru bisa digunakan pada masyarakat luas jika EUA sudah dikeluarkan oleh BPOM. 

Nah selama menunggu vaksin, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan ya. Ingat pesan ibu untuk selalu menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak minimal 2 meter, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Hindari dulu kerumunan dan juga ruangan berventilasi buruk ya. (*)

Related Articles
Current Issues
Fakta-Fakta Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Sudah Tiba di Indonesia

Current Issues
Perawat AS yang Sudah Divaksin Terpapar Covid-19, Begini Penjelasannya

Current Issues
Penuntasan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Diprediksi Butuh 3,5 Tahun