Interest

Lagi Merasa Kesepian? Robot Ini Siap untuk Menggenggam Tangan Kalian

Dwiwa

Posted on December 10th 2020

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang terisolasi dan merasa kesepian. Tidak ada lagi genggaman tangan yang bisa memberikan kehangatan saat kita sedang dilanda sepi.

Tetapi dengan Osampo Kanojo atau terjemahan Indonesianya Jalan Bareng Pacar, rasa sepi ini bisa sedikit teratasi. Pasalnya, tangan robot tanpa tubuh ini dilapisi dengan gel mirip kulit yang dapat memancarkan kehangatan dan dapat memberikan respon balik menggenggam saat diperintah.

Dilansir dari Insider, prototipe asal Jepang yang dipresentasikan pada International Reality Virtual masih belum lengkap seperti yang diimpikan oleh pada desainernya. Para perancang berharap dalam prototipe berikutnya akan membuatnya jadi berbau, bersuara, dan berkeringat seperti manusia sungguhan.

“Kami memiliki kebutuhan biologis untuk bersama orang lain. Dan saat ini, khususnya, kami bingung bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young kepada Insider.

Seberapa besar sih dampak dari berpegangan tangan dalam mengatasi rasa sepi? Menurut James Coan, seorang ahli saraf afektif yang mengkhususkan diri terhadap berpegangan tangan mengatakan kehangatan dan tekanan menggenggam tangan seseorang cukup untuk membuat otak sedikit rileks.

Sebagai direktur di Laboratorium Virginia Affective Neuroscience dia telah mempelajari orang-orang yang bergandengan tangan dalam situasi stres tinggi, seperti duduk di mesin MRI sambil menunggu sengatan listrik.

Coan menjelaskan bahwa sensasi fisik memegang tangan seseorang – atau bahkan lebih baik mendapatkan kembali remasan – menyenangkan bagi manusia. Pada dasarnya, ini memberi tahu otak jika kalian tidak sendirian.

“Artinya bagi otak kalian adalah kalian memiliki sumber daya lebih. Bayangkan kalian sedang berjalan melewati hutan dan ada kemungkinan pemangsa potensial di sekikar. Akan lebih baik memiliki empat mata daripada dua,” ujar Coan.

Siapa pemilik tangan yang kita genggam juga bisa berdampak pada manfaat psikologis dari berpegangan tangan. Dalam beberapa penelitian neuroimaging, Coan menemukan jika memegang tangan orang asing dikaitkan dengan respon ancaman yang lebih rendah, tetapi memegang tangan pasangan memiliki efek menenangkan yang lebih kuat.

Terlebih, pasangan yang melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap pernikahan mereka mendapatkan manfaat psikologis yang lebih besar dari berpegangan tangan.

“Ini bukan hanya tentang kualitas sentuhan tangan yang kalian genggam. Ini juga tentang tangan siapa itu dan pengalaman apa yang kalian miliki dengan orang tersebut,” ujar Coan.

Teknologi pun terus bermunculan untuk bisa mengatasi rasa kesepian ini. Osampo Kanojo bukan robot pertama yang dibuat dengan tujuan untuk berpegangan tangan. Pada 2015, Coan dan Holt-Lunstad pernah menghadiri konferensi di belanda yang menghadirkan gadget serupa.

Holt-Lunstad mengatakan perbedaan utamanya adalah robot yang dilihatnya dalam konferensi itu terhubung dengan perangkat yang dapat meremas tangan orang yang dicintai. Dua robot ini sama-sama menghubungkan orang-orang yang secara fisik tidak bisa bersama.

Mengingat penemuan ini sudah muncul lima tahun lalu, orang jelas sudah merasa kesepian jauh sebelum pandemi virus corona. Tetapi lebih banyak orang yang terisolasi sekarang daripada sebelumnya dan jarak tersebut dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. (*)

Related Articles
Current Issues
Pandemi Covid-19 Bikin Gen Z dan Milenial Sulit Temukan Motivasi Kerja

Current Issues
Naiknya Kasus Bunuh Diri, Overdosis, dan KDRT di AS Selama Pandemi Covid-19

Current Issues
Pandemi Covid-19 Bikin Orang Jadi Gendut dan Mengalami Peningkatan Kecemasan