Current Issues

Ini Hal yang Perlu Kalian Ketahui Soal Vaksin Covid-19 dan Kapan Harus Divaksin

Dwiwa

Posted on December 8th 2020

Keluarnya hasil uji klinis beberapa vaksin Covid-19 potensial telah memberikan harapan baru bagi dunia dalam mengatasi pandemi. Meski tidak berarti protokol kesehatan bisa diabaikan, tetapi kehadiran vaksin dipecaya bisa membuat pandemi lebih cepat berakhir.

Tetapi tentu saja mengingat vaksin Covid-19 dibuat secara kilat, kurang dari satu tahun, ada sejumlah pertanyaan yang muncul di dalam benak kita semua. Nah, biar nggak bingung, berikut beberapa pembahasan terhadap pertanyaan yang sering diajukan terkait vaksin Covid-19 seperti dilansir dari USA Today.

Apakah ada vaksin untuk Covid-19? Kapan akan keluar?
Perusahaan obat Pfizer, Moderna, dan Astrazeneca menjadi yang terdepan dalam mengembangkan vaksin Covid-19. Pfizer yang bekerja sama dengan BioNTech dan Moderna telah menyelesaikan uji klinis dan melaporkan efektivitas di atas 90 persen dalam melawan Covid-19.\

Sementara AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford melaporkan efektivitas 70 persen untuk vaksin buatannya. Pfizer sudah mendapatkan ijin penggunaan darurat di Inggris dan akan mulai digunakan pada pekan ini.

Sementara di Indonesia, meski sudah ada 1,2 juta vaksin Sinovac yang didatangkan dari Tiongkok pada Minggu (6/12), proses vaksinasi masih menunggu hasil uji klinis tahap III dan juga ijin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apakah ada efek samping dari vaksin Covid-19?
Kebanyakan orang akan mengalami efek samping saat mendapat vaksin Covid-19, terutama setelah dosis kedua. Tiga kandidat vaksin melaporkan adanya efek samping ringan hingga sedang. Kebanyakan terjadi nyeri di tempat suntikan, kelelahan, nyeri otot dan sendi satu dua hari.

“Lengan yang sakit dan merasa tidak enak badan satu dua hari jauh lebih baik dari pada mengalami Covid,” ujar Dr. William Schaffner, profesor kebijakan kesehatan dan pengobatan pencegahan di Vanderbilt University School of Medicine.

Sementara menurut para ahli medis, jika seseorang mengalami reaksi buruk akibat vaksin, akan muncul sekitar enam minggu pertama setelah vaksinasi. Tetapi para ahli masih belum tahu efek jangka panjang dari vaksin sampai uji coba selesai dan para peneliti memantau para partisipan di dunia selama bertahun-tahun.

Bisakah memilih vaksin sesuai keinginan kita?
Menurut Jeylan Mammadova, analis perawatan kesehatan untuk perusahaan riset investasi Third Bridge, vaksin yang bisa kalian gunakan akan tergantung dari seberapa dekat tempat tinggal kalian dengan pusat medis yang dilengkapi dengan penyimpanan beku.

Sebab, vaksin Pfizer harus disimpan dalam suhu super dingin – suhu es kering – yang menyulitkan dalam pendistribusian dan penyimpanan. Jika di suhu freezer normal, vaksin ini hanya bisa disimpan selama lima hari.

Tetapi untuk vaksin Moderna, penyimpanan dan pendistribusiannya bisa lebih mudah karena dapat disimpan di freezer sampai sebulan sebelum digunakan. Begitu juga dengan vaksin AstraZeneca yang juga bisa disimpan di freezer.

Berapa tingkat kekebalan setelah suntikan pertama?
Pfizer dan Moderna belum merilis informasi dari uji coba tahap III tentang tingkat kekebalan yang didapat seseorang dari suntikan pertama vaksin mereka. Tetapi dari uji coba fase sebelumnya, diperlukan dua kali suntikan untuk memberikan perlindungan kuat dan tahan lama.

Vaksin AstraZeneca/Oxford mendapatkan hasil sementara uji coba dengan efektivitas 60 persen ketika vaksin diberikan dalam dua dosis yang sama. Tetapi pada sebagian partisipan yang tidak sengaja mendapatkan setengah dosis pada suntikan pertama justru mendapat efektivitas 90 persen.

Jika sudah pernah terpapar, haruskah divaksin?
Orang yang pernah terpapar Covid-19 disarankan untuk tetap mendapat vaksin karena risiko kesehatan yang parah terkait Covid-19 dan fakta bahwa infeksi ulang Covid-19 mungkin terjadi.

Meski hasil tes serologi menunjukkan apakah seseorang memiliki antibodi untuk virus SARS-Cov-2, tetapi para ahli belum tahu berapa lama antibodi ini berada dalam tubuh setelah terinfeksi. “Akan lebih baik mendapatkan vaksin karena ini memberikan perlindungan terbaik,” ujar Schaffner.

Setelah divaksin, apakah masih bisa sakit dan menularkan virus ke orang lain?
Menurut para ahli, ada kemungkinan hal ini bisa terjadi meskipun sudah mendapat vaksin. “Vaksin efektif 90 persen. Artinya ada kemungkinan kecil kalian bisa tertular virus dan tetap sakit,” kata Schaffner. 

Misalnya data dari Moderna menunjukkan 196 orang dalam uji klinis terpapar Covid-19 dan 11 diantaranya menerima vaksin. Meski terpapar, kesebelah partisipan ini tidak mengalami sakit parah. Ini menunjukkan vaksin mencegah keparahan penyakit.

Selain itu, butuh waktu bagi tubuh, biasanya beberapa minggu, untuk membangun antibodi perlindungan setelah vaksinasi. Jadi ada kemungkinan seseorang tertular tepat sebelum divaksin atau sesudahnya dan sakit.

Selain itu, vaksin bisa mencegah kita menjadi sakit tetapi tidak dari menularkan ke orang lain. Diperlukan kekebalan sterilisasi untuk mencegah infeksi dan penularan asimptomatik. Sedangkan vaksin Covid-19 masih belum diketahui apakah bisa menghasilkan kekebalan sterilisasi.

Berapa lama vaksin bertahan dan kapan harus divaksin?
Meskipun vaksin telah terbukti melindungi dari virus, belum ad adata yang menunjukkan berapa lama perlindungan ini dapat bertahan. “Perlindungan itu mungkin berkurang seiring waktu dan kalian mungkin akan rentan lagi,” kata Schaffner.

Menurut Greg Poland, direktur Mayo Clinic Vaccine Research Group vaksin dapat memicu respon imun yang bertahan lebih lama pada beberapa orang dibandingkan orang lain. Selain itu ada kemungkinan virus bermutasi.

Dan jika vaksin yang aman dan efektif dan mendapat ijin penggunaan darurat sudah tersedia, disarankan untuk segera mendapatkannya. Jangan menunggu untuk melihat kandidat-kandidat lain untuk membandingkan mana yang kinerjanya paling baik.

“Kita tidak tahu apakah kekebalan pelindung dari vaksin mRNA bertahan tiga bulan, tiga tahun atau 30 tahun. Tetapi itu akan memakan waktu sebelum kita mengetahuinya,” ujar Dr Peter Hotez, dokter anak dan salah satu direktur di Texas Children Hospital Center for Vaccine Development.

“Jika ternyata vaksin tidak memberikan perlindungan lama, kalian bisa mendapatkan suntikan lagi vaksin yang sama atau berbeda. Jadi jangan menunggu, dapatkan apa bisa kalian dapat untuk memperoleh antibodi penawar virus ke dalam tubuh kalian.” (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Perlu Nggak sih Pake Masker Kalau Sudah Divaksin Covid-19?

Current Issues
Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan mRNA Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona

Current Issues
Vaksin Jadi Angin Segar Penerbangan Internasional, Tetapi Bukan Segalanya