Current Issues

Semakin Banyak Ahli Meminta Pemerintah Pertimbangkan Kembali Membuka Sekolah

Dwiwa

Posted on December 5th 2020

Rencana pembukaan kembali sekolah pada 2021 menimbulkan perdebatan panas di Indonesia. Sejumlah pakar telah meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan yang mengijinkan seluruh sekolah dibuka kembali dengan sejumlah syarat tertentu.

“Seharusnya pemerintah berhenti mendorong pengajaran tatap muka, karena ada tren peningkatan kasus hasian baru di zona merah,” ujar Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji seperti dilansir dari Kompas.com.

Dia mengatakan jika seharusnya pemerintah daerah dan sekolah tidak boleh buru-buru dalam menerapkan pengajaran tatap muka, karena mereka perlu memberikan perhatian ekstra terhadap bahaya penularan Covid-19.

Hal senada juga diungkap oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dilansir dari The Jakarta Post, Ketua IDAI Aman B. Pulungan menunjukkan jika negara maju pun telah melaporkan peningkatan infeksi setelah mengijinkan pembelajaran di kampus, seperti Korea Selatan, Perancis, dan Amerika Serikat.

“Menunda rencana membuka kembali sekolah dapat menurunkan penularan (Covid-19). Setiap orang yang berada di dalam dan sekitar lingkungan sekolah, termasuk guru, staf, dan masyarakat, memiliki risiko yang sama tertular dan menulari orang lain,” kata Aman.

IDAI juga menerima laporan tentang peningkatan tingkat stres pada anak selama pandemi. Ini disebabkan oleh pernikahan dini, peningkatan kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah karena alasan ekonomi serta masalah lain yang dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan anak.

“Setelah mempelajari jurnal ilmiah, cata Covid-19 di Indonesia, serta buku pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IDAI meyakini jika pembelajaran daring adalah metode paling aman saat ini,” kata Aman.

Pembukaan kembali sekolah tatap muka telah diberikan lampu hijau oleh pemerintah pusat menjelang akhir November lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan jika pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, administrator sekolah, dan orang tua untuk memutuskan kapan ppengajaran tatap muka bisa dilanjutkan.

Sejumlah syarat juga harus dipenuhi jika pembelajaran akan kembali dilaksanakan di kelas. Dengan adanya kebijakan baru ini, sekolah-sekolah di zona merah pun diperbolehkan untuk buka jika memang memenuhi syarat.

Sebagai informasi tambahan, dalam dua minggu terakhir kasus Covid-19 di Indonesia telah empat kali memecahkan rekor harian. Terakhir pada Kamis (3/12) dengan jumlah kasus 8.369 yang menjadi rekor tertinggi sejak kasus pertama yang diumumkan pada 2 Maret lalu.

Sumber meledaknya kasus beberapa waktu terakhir ini diperkirakan akibat libur panjang yang terjadi pada akhir Oktober lalu. Hal ini membuat para ahli khawatir akan ada lonjakan kembali pada libur Natal dan Tahun Baru jika masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan dan anjuran untuk di rumah saja. (*)

Related Articles
Current Issues
Ada Kekhawatiran Muncul Klaster Baru Saat Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali

Current Issues
Covid-19 Bikin Sekolah Tutup, Generasi Terancam Kehilangan Keterampilan

Current Issues
Bersiap Kembali ke Sekolah? 5 Hal Ini Wajib Kalian Siapkan