Tech

Lawan Komentar Toxic, YouTube Lindungi Kreator dengan Fitur Baru Ini

Kezia Kevina Harmoko

Posted on December 5th 2020

(SOPA Images via Getty Images)

YouTube akhirnya mulai ambil langkah untuk melawan ujaran kebencian dan kalimat-kalimat kasar melalui komentar. Selama ini platform video satu ini dikenal nggak peka banget sama komentar kebencian dan terkesan tutup mata sama kreator yang jadi korban.

Akhirnya nih, ada fitur yang dirilis untuk melawan itu semua, yaitu pop-up pengingat sebelum berkomentar.

Fitur sederhana tersebut dibagikan melalui blog resmi YouTube. Setiap kita mau berkomentar di video, bakal ada pop-up muncul yang menanyakan apa kita yakin mau berkomentar seperti apa yang kita ketik.

Pengingat tersebut mengimbau kita buat tetap berkomentar baik dan mengarahkan ke peraturan YouTube kalau gak yakin komentar kita itu aman atau nggak. Kita bisa pilih untuk edit komentar atau tetap melanjutkan mengunggahnya.

Pengingat ini muncul kalau ada kata yang dianggap kasar sama sistem kecerdasan buatan YouTube. Kalau misalnya kita merasa nggak menuliskan kata yang salah, ada pilihan untuk memberi tahu kalau penandaan tersebut kurang tepat.

(YouTube)

Entah fitur ini bakal bermanfaat atau nggak karena semua orang bisa dengan mudah klik unggah tanpa baca pengingatnya. Kayak pas daftar aplikasi terus ada terms and condition, pasti langsung skip dan klik setuju. Kebiasaan.

Fitur ini bakal tersedia untuk pengguna Android sejak Jumat (4/12) lalu dan baru akan menyaring komentar dalam bahasa Inggris. Belum jelas kapan akan diluncurkan untuk pengguna perangkat dan bahasa lain.

Selain fitur pengingat ini, YouTube juga menambah kekuatan dari sisi kreator. Pengguna YouTube Studio kini punya pilihan untuk menyembunyikan, menyetujui, atau melaporkan komentar yang dinilai mengandung kebencian.

Ada juga filter yang otomatis menyembunyikan komentar yang kemungkinan negatif. Kalau ada komentar yang tersaring, komentar tersebut bakal perlu ditinjau ulang sama kreator untuk menilai apa itu memang komentar kebencian atau bukan.

Ditambah lagi, YouTube juga akan mengadakan survei yang menanyakan tentang gender, orientasi seksual, ras, dan etnis sang kreator. Dari data yang terkumpul, platforom video satu ini bisa menyelidiki bagaimana konten dari komunitas tertentu diperlakukan warganet.

Kemungkinan pola ujaran kebencian juga bisa dilihat dari sini. Survei yang bakal diluncurkan pada 2021 ini juga bakal digunakan YouTube untuk mengadakan acara untuk komunitas tertentu.

Nah, hati-hati deh sekarang kalau berkomentar, mau di YouTube atau di media sosial apapun. Jangan sampai jempol kita bikin orang sakit hati! (*)

Artikel Terkait
Tech
YouTube Rilis Fitur Clip, Bisa Share Cuplikan Video 60 Detik Cuma Tiga Langkah

Entertainment
BLACKPINK hingga Billie Eilish Akan Muncul dalam YouTube Original ‘Dear Earth’

Tech
Instagram Putuskan Fokus ke Konten Video, Bukan Lagi Media Sharing Foto