Current Issues

CDC: Tinggallah di Rumah Saat Liburan, atau Lakukan Tes Covid-19 Dua Kali

Dwiwa

Posted on December 3rd 2020

 

Menjelang libur Natal, Tahun Baru, dan cuti bersama lebaran, pemerintah dan otoritas kesehatan mendesak orang-orang untuk tetap di rumah dan tidak bepergian. Hal ini guna menekan penyebaran Covid-19 yang semakin tidak terkendali.

Tidak hanya di Indonesia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga mendesak orang-orang Amerika untuk melakukan hal serupa. Tetapi jika memaksa masih akan berlibur, disarankan untuk melakukan tes sebelum dan setelah melakukan perjalanan.

Dilansir dari Associated Press, CDC mengatakan jika cara terbaik untuk tetap aman dan melindungi orang lain adalah dengan tinggal di rumah. Pada perayaan Thanksgiving lalu hal serupa juga dikatakan badan tersebut, tetapi banyak orang yang abai sehingga kasus Covid-19 melonjak.

“Kasus meningkat, rawat inap meningkat, kematian meningkat. Kita perlu mencoba menekuk kurva, menghentikan peningkatan esponensial ini,” ujar Dr Henry Walke dari CDC. Dia mengatakan lonjakan kasus terkait perjalanan akan terlihat seminggu sampai 10 hari setelah Thanksgiving.

“Hal yang paling aman untuk dilakukan adalah menunda perjalanan liburan dan tinggal di rumah,” ujar Dr Cindy Friedman, pejabat CDC lainnya. Dia menambahkan volume perjalanan tinggi selama Thanksgiving dan bahkan jika sejumlah kecil terinfeksi itu dapat mengakibatkan ratusan ribu infeksi baru.

Dia juga mengatakan jika bepergian merupakan tindakan yang dapat memicu penyebaran virus selama perjalanan dan juga ke komunitas yang dikunjungi atau ditempati.

Tetapi bagi yang masih ingin bepergian, melakukan tes Covid-19 satu hingga tiga hari sebelum keberangkatan sangat layak dipertimbangkan. Saat pulang dari bepergian pun harus kembali menjalani tes tiga hingga lima hari kemudian.

Badan tersebut juga menyarankan untuk mengurangi aktivitas yang tidak penting seminggu setelah mereka kembali atau sepuluh hari jika tidak melakukan pengujian. Termasuk juga untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air.

CDC baru-baru ini merevisi panduan karantina bagi orang yang telah melakukan kontak dengan orang terinfeksi virus bisa kembali beraktivitas normal setelah sepuluh hari, atau tujuh hari jika mereka menerima hasil tes negatif.

Jika dibandingkan sebelumnya, ada penurunan lama karantina. Sebelumnya, dianjurkan orang-orang untuk melakukan karantina selama 14 hari. Menurut Dr John Brooks perubahan ini didasarkan pada pemodelan ekstensif oleh CDC dan lainnya.

Di Indonesia, pemerintah juga mengatakan jika beberapa lonjakan kasus di Indonesia teradi setelah libur panjang, salah satunya pada akhir Oktober lalu. Hal ini pula yang memicu kekhawatiran akan terjadinya ledakan kasus pada libur panjang akhir tahun ini.

Jadi guys, sepertinya tindakan yang cukup bijak jika menunda liburan Natal dan Tahun Baru kali ini agar pandemi cepat berakhir. Usahakan untuk tetap di rumah selama libur panjang, kecuali jika memang ada keperluan mendesak.

Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Selain itu hindari kerumunan dan pastikan tempat kalian berada memiliki ventilasi yang baik. (*)

Related Articles
Current Issues
Ini Cara Aman untuk Merayakan Liburan Bareng Orang Terdekat Saat Covid-19

Current Issues
Berapa Lama Sih Waktu Aman Lepas Masker di Ruangan Penuh Orang? Ini Kata Ilmuwan

Current Issues
Mengapa Vaksin Covid-19 Bukan Alasan Untuk Abaikan Protokol Kesehatan?