Tech

Canon Benarkan Cyber Attack Yang Diduga Ungkap Data Karyawan

Jingga Irawan

Posted on December 1st 2020

Canon Global

Perusahaan pembuat kamera asal Jepang, Canon, mengonfirmasi bahwa mereka terkena serangan siber yang terjadi antara 20 Juli-6 Agustus 2020. Serangan itu diduga berhasil mencuri beberapa data pribadi karyawan dan baru teridentifikasi pada 4 Agustus 2020.

Dilansir dari Computing, Canon mengungkapkan bahwa perusahaan mereka telah memulihkan operasi sistem setelah terjadi serangan ransomware pada bagian penyimpanan data. Peristiwa itu sampai melibatkan lembaga penegak hukum dan perusahaan investigasi keamanan data lho guys.

Setelah diinvestigasi nih, terdapat akses nggak sah yang memungkinan peretas mencuri beberapa informasi tentang karyawan perusahaan saat ini dan mantan karyawan dari tahun 2005 hingga 2020.

Data pribadi tersebut antara lain nama, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, nomor SIM, detail rekening bank, tanda tangan elektronik, penerima pensiun dan tanggungan kebutuhan para karyawan. Nggak hanya itu aja guys, Masalah dalam sistem ini meluas dan mempengaruhi banyak aplikasi termasuk email perusahaan.

Computing juga mengungkapkan bahwa kelompok peretas Maze lah yang berada di balik serangan itu. Parahnya lagi, mereka mampu mencuri 10 terabyte data dari server perusahaan. Wow!

Sebelumnya, kelompok Maze telah menjadi berita utama karena mengenkripsi data pada perangkat keras milik sejumlah organisasi besar di seluruh dunia. Kelompok tersebut mengancam akan membocorkan informasi rahasia organisasi yang menolak membayar uang tebusan kepada mereka. Hmmm.. seperti kasus penculikan saja ya.

Pada awal tahun ini, salah satu anggota Maze mengancam akan merilis data yang dicuri dari beberapa organisasi yang menolak membayar uang tebusan.

Beberapa korban organisasi tersebut antara lain Busch's Inc., Southwire, BST & Co., MDL, RBC, Lakeland Community College, Bakerwotring, Vernay, Groupe Igrec, BILTON, THEONE, Fratelli Beretta, Groupe Europe Handling , Mitch Co International, Auteuil Tour Eiffel dan Randalegal.

Canon mengatakan telah memberi tahu semua karyawan yang datanya tersimpan pada sistem tentang insiden tersebut. Mereka juga telah mengatur layanan pemantauan pengeluaran keuangan yang membantu menginformasikan pada karyawan jika ada penyalahgunaan.

"Canon selalu menyarankan Anda untuk waspada terhadap insiden penipuan atau pencurian identitas dengan meninjau laporan akun Anda dan laporan layanan keuangan gratis untuk setiap aktivitas yang tidak sah," kata perusahaan itu.

"Jika Anda yakin Anda adalah korban pencurian identitas atau memiliki alasan untuk meyakini bahwa informasi pribadi Anda telah disalahgunakan, Anda harus segera menghubungi Federal Trade Commission atau kantor Jaksa Agung di negara bagian Anda. Anda juga harus menghubungi otoritas penegak hukum setempat dan mengajukan laporan polisi,” lanjut pihak Canon, dikutip dari Computing.

Dengan adanya kejadian ini kita bisa lebih hati-hati terhadap pencatatan informasi pribadi di internet ya sahabat Mainmain! (*)

 

Related Articles
Interest
'Putus' dengan Google Maps Akibat Perang Dagang, Huawei Gandeng TomTom

DBL All-Star
Masih Beradaptasi, Skuat Putri Honda DBL All-Star Harus Berbagi Kemenangan

DBL All-Star
Hadiah Istimewa Menutup Perjalanan Honda DBL All-Star