Current Issues

Hindari Masker Ini Karena Perlindungannya Tak Cukup Baik

Dwiwa

Posted on November 29th 2020

Masker telah menjadi alat pelindung diri yang semakin penting saat ini. Sebab, jumlah kasus harian di Indonesia sudah menyentuh angka 5 ribuan bahkan menyentuh angka tertinggi pada Jumat (27/11) dengan 5.828 kasus.

Lonjakan kasus yang semakin tinggi ini juga diikuti dengan jumlah tempat tidur di rumah sakit yang tersedia semakin menipis. Terjadi tren peningkatan pasien yang masuk dan di rawat di rumah sakit dan menimbulkan lampu kuning untuk rumah sakit rujukan.

Pemerintah melalui satuan tugas Covid-19 memang telah menganjurkan orang-orang untuk memakai masker. Bahkan pemerintah semakin memperketat pengawasan dengan memberikan denda dan melibatkan aparat TNI dan Polri untuk mengawasi penggunaan masker.

“Jika kalian tidak memakai masker, kalian tidak melindungi diri dari transmisi droplet, kalian menjadi bagian dari rantai penularan yang potensial,” ujar Rachel Graham, asisten profesor epidemiologi di Universitas North California kepada Business Insider.

Meski begitu, tidak semua penutup wajah memberikan perlindungan bagi pengguna maupun orang-orang di sekitarnya. Bandana atau syal adalah pilihan yang buruk untuk menyaring partikel udara pernapasan.

Sementara masker dengan katup satu arah tidak berfungsi baik untuk melindungi orang lain karena pengguna bisa melepaskan partikel infeksius ke udara luar. Para ahli kesehatan pun tidak merekomendasikan masker jenis ini untuk digunakan.

Beberapa penelitian juga telah menunjukkan jika bandana dan syal tidak berfungsi baik dalam menghalangi partikel infeksius untuk keluar masuk.

Sebuah studi bulan Juni yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection menemukan bahwa syal mengurangi risiko infeksi sebesar 44 persen setelah seseorang berada satu ruang dengan orang terinfeksi selama 30 detik. Setelah 20 menit terpapar, syal hanya mampu mengurangi risiko infeksi 24 persen.

Alasannya sederhana, bandana dan syal tidak cukup rapat menutup bagian mulut dan hidung. Ini artinya, droplet pernapasan bisa bocor dari atas maupun bawah dan keluar menginfeksi orang lain.

“Masker yang pas terbuat dari campuran katun-poliester umumnya akan memberikan perlindungan lebih baik. Tetapi bahkan masker kain yang sangat bagus mungkin hanya melindungi sekitar 30 persen, syal atau bandana hanya 10 persen atau kurang,” ujar Scott Gottlieb, mantan kepala FDA.

Dan yang tidak kalah penting, penggunaan face shield tidak menggantikan  masker. Alat pelindung satu ini memiliki celah besar di bawah dan samping wajah sehingga droplet bisa keluar dan mengenai orang lain di sekitar. Face shield bahkan bisa memberikan rasa aman palsu.

Sebuah analisis pada outbreak di sebuah hotel di Swiss Juli lalu ditemukan jika satu-satunya orang yang sakit hanyalah yang memakai face shield. Sementara yang memakai masker atau kombinasi dari masker dan face shield tidak terinfeksi, menurut pejabat kesehatan.

Tetapi saat digunakan bersama dengan masker bisa melindungi mata. Ini memang bukan sumber utama penularan – orang biasanya terinfeksi melalui droplet yang masuk ke hidung atau mulut – tetapi virus dapat masuk ke tubuh melalui selaput lendir apapun.

Selain itu, masker satu lapis juga tidak ideal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya menggunakan masker kain tiga lapisan. Lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah yang menyaring, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non menyerap seperti poliester.

Bahkan dua lapisan lebih melindungi daripada hanya satu. Penelitian telah menunjukkan bahwa penutup wajah yang terbuat dari satu lapis kaos katun jauh tidak melindungi daripada masker dengan banyak lapisan.

Tetapi, masker lapis berapapun lebih baik daripada tidak sama sekali. Bahkan beberapa penelitian menyarankan masker dapat mengurangi inokulum virus : dosis virus yang orang hirup. Ketika orang terpapar dosis yang lebih kecil, kemungkinan sistem imun tidak akan bereaksi secara agresif dan hanya muncul gejala ringan, menurut penelitian Wayne State University.(*)

Related Articles
Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Jangan Asal Pilih Masker Kain, Harus Sesuai SNI Agar Efektif Cegah Covid-19

Current Issues
Begini Efeknya Kalau Kalian Pakai Maskernya Gak Bener...