Current Issues

Amazon Merasa Terancam Aktivis Perubahan Iklim, Greta Thunberg Malah Tersanjung

Jingga Irawan

Posted on November 27th 2020

Greta Thunberg (JONATHAN NACKSTRAND/AFP via Getty Images)

Greta Thunberg ‘tersanjung’ karena Amazon merasa terancam dengan kelompok aktivisnya yang bernama Fridays for future. Gadis berusia 17 tahun itu menyarankan pada Amazon untuk mempertimbangkan kembali secara serius prioritas kegiatan perusahaan mereka yang dinilai dapat mengancam kerusakan lingkungan. Berani banget deh!

Laporan internal tahun 2019 milik raksasa ritel yang bocor mengklaim bahwa Amazon menyewa agen detektif Pinkerton untuk mengawasi kelompok-kelompok pejuang isu sosial. Sebab, mereka dinilai mengancam kegiatan perusahaan. Beberapa kelompok yang diawasi menurut daftar laporan itu, antara lain, Greenpeace, Fridays for future dan Extinction Rebellion.

Fridays for future terdiri dari siswa yang bolos sekolah pada hari Jum'at, Eits bukan untuk main video game ya! Tapi untuk ikut serta dalam protes menuntut tindakan nyata terhadap perubahan iklim. Gerakan ini dengan cepat mendapatkan dukungan dari seluruh dunia lho.

Menurut laporan yang beredar dipublik pada tahun lalu itu, gerakan Thunberg semakin banyak menarik simpatisan. 

 

CEO Amazon, Jeff Bezos, (Katherine Taylor/Reuters)

Thunberg pun angkat bicara di Twitter, menanggapi berita yang beredar tentang perusahaan naungan Jeff Bezos itu, ia mengatakan, “Kami sangat tersanjung dengan ini! Namun dalam semua keadilan, jika Anda menganggap anak sekolah yang memperjuangkan hak atas masa depan yang aman sebagai ancaman bagi bisnis Anda, maka Anda benar-benar perlu mempertimbangkan kembali prioritas Anda ... “

Motherboard, portal berita khusus milik Vice, menggambarkan sekumpulan laporan internal Amazon sebagai pemantauan obsesif raksasa ritel online terhadap gerakan buruh dan sosial dan lingkungan yang terorganisir.

Laporan yang bocor ke Motherboard itu ditulis pada 2019 oleh analis intelijen Amazon’s Global Security Operations Center sendiri, yakni divisi keamanan yang bertanggung jawab untuk melindungi karyawan, vendor, dan aset di fasilitasnya di seluruh dunia.

Mereka mengungkapkan bagaimana Amazon merekrut seseorang dari Pinkerton, agen mata-mata yang berbasis di AS, dengan pengalaman selama puluhan tahun menyusup ke dalam serikat pekerja agar menggagalkan pemogokan dan memantau aktivitas buruh serta pengorganisasian serikat di seluruh Eropa. Sudah kayak di film-film ya, hehehe.

Nggak hanya serikat pekerja guys yang disusupi, termasuk juga kelompok aktivis lingkungan. Karena mereka yakin demonstrasi yang dibuat oleh anak-anak itu merupakan ancaman bagi bisnis mereka. Beberapa dokumen menunjukkan bahwa Amazon dapat menggunakan taktik pengawasan yang sama di Amerika Serikat.

Dilansir dari Daily Mail, Lisa Levandowski, juru bicara Amazon, mengonfirmasi kepada Motherboard bahwa mereka memang benar telah menyewa Pinkerton untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang pekerjanya. “Seperti bisnis lain yang bertanggung jawab, kami menjaga tingkat keamanan dalam operasi kami untuk membantu menjaga karyawan, gedung, dan inventaris kami aman,” kata Lisa.

Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang wajar. Seperti memiliki tim investigasi internal yang bekerja bersama lembaga penegak hukum sebagaimana mestinya. Levandowski menegaskan bahwa aktivitas perusahaannya itu nggak bertentangan dengan hukum atau otoritas setempat. (*)

 

Artikel Terkait
Interest
Greta Thunberg Cerita Pernah di-Bully: "Aku Sangat Kesepian"

Interest
Ketika Dua Aktivis Inspiratif, Greta Thunberg dan Malala Yousafzai Bertemu

Current Issues
Studi: 85 Persen Populasi Dunia Diperkirakan Terpengaruh Perubahan Iklim