Current Issues

Jangan cuma Rebahan, Gerak Yuk. Kata WHO, Segini Minimal Waktu Aktivitas Fisik

Dwiwa

Posted on November 27th 2020

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan orang-orang agar bergerak lebih banyak supaya tetap bugar di era pandemi saat ini.

Dalam peluncuran kampanye Every Move Counts, WHO meminta semua orang dewasa melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit atau sekitar dua setengah jam per minggu, sementara anak-anak dan remaja rata-rata satu jam setiap hari.

Aktivitas ini menjadi lebih penting di era pandemi Covid-19 ini karena bukan untuk membuat tubuh sehat, tetapi juga bermanfaat untuk kesejahteraan dan kesehatan mental. Orang dari segala usia juga harus mengimbangi kurang gerak dengan aktivitas fisik untuk menangkal penyakit dan berumur panjang.

“Meningkatkan aktivitas fisik tidak hanya membantu mencegah dan mengelola penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan kanker, ini juga menurunkan gejala depresi dan kecemasan, mengurangi penurunan kognitif termasuk Alzheimer dan meningkatkan daya ingat,” ujar Ruediger Krech, direktur WHO untuk promosi kesehatan.

WHO mengatakan jika saat ini, satu dari empat orang dewasa dan  secara mengejutkan empat dari lima remaja tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup seperti berjalan kaki, bersepeda, berkebun, dan bersih-bersih.

“Pedoman ini menekankan pada apa yang dialami banyak orang selama pembatasan Covid yang terjadi di seluruh dunia. Dan bahwa menjadi aktif setiap hari tidak hanya baik bagi tubuh tetapi juga kesehatan mental kita,” ujar Fiona Bull, kepala unit aktivitas fisik WHO.

Dia menambahkan itu bisa meliputi menelpon teman dan menghadiri kelas online bersama, membantu anggota keluarga, dan melakukannya sebagai keluarga. Jika memungkinkan, Fiona juga menyarankan untuk keluar.

Menurut Fiona, penelitian tentang efek buruk perilaku kurang gerak telah berkembang dalam beberapa dekade terakhir, mengarah pada saran baru.

“Yakni membatasi waktu duduk, dan melakukan lebih banyak aktivitas untuk mengimbangi waktu duduk, terutama mereka yang duduk santai lama, termasuk orang yang bekerja di lingkungan kantor. Untuk anak-anak juga direkomendasikan membatasi waktu kurang gerak, terutama waktu menatap layar,” ujarnya.

Ibu hamil dan nifas juga termasuk dalam rekomendasi 150 hingga 300 menit aktivitas aerobik sedang hingga berat untuk orang dewasa. Menurut Juana Wilumsen, petugas teknis WHO, ini akan bermanfaat bagi ibu dan bayinya.

Orang-orang di atas 65 tahun disarankan untuk menambah penguatan otot dan aktivitas yang berfokus pada keseimbangan dan koordinasi untuk mencegah jatuh di kemudian hari. Penggunaan perangkat yang dipasang di tangan atau pinggul untuk melacak aktivitas fisik sangat membantu.

“Memantau seberapa aktif kalian adalah umpan balik yang sangat bagus. Itu penting karena kita cenderung berpikir mungkin lebih aktif. Kita cenderung meremehkan berapa banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk duduk-duduk,” kata Fiona. (*)

Related Articles
Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022

Current Issues
WHO: 1 Dari  10 Orang Mungkin Sudah Tertular Covid-19

Current Issues
Penelitian: Frekuensi Olahraga Anak Muda Alami Penurunan Selama Pandemi