Tech

LightStrike, Robot Super Yang Mampu Bunuh Virus Corona Dalam 2 Menit

Jingga Irawan

Posted on November 27th 2020

Dok. San Antonio International Airport

Perusahaan Xenex Disinfection Services yang beroperasi di Texas berhasil membuat LightStrike, sebuah robot mungil dengan tinggi sekitar 110 cm  yang diklaim dapat hancurkan SARS-CoV-2 menggunakan Sinar UVC Xenon.

Dilansir dari The Washington Post, Mark Stibich, ahli epidemiologi penyakit menular dan kepala petugas ilmiah di Xenex, mengatakan sinar UVC dengan lampu Xenon yang kuat dalam robot ini dapat memerangi virus dalam radius dua meter dari setiap arah.

LightStrike tetap harus digerakkan oleh seorang operator untuk berpindah tempat dan mencapai target yang diinginkan. Robot ini biasanya digunakan untuk menetralisir tempat-tempat yang sering bersinggungan dengan manusia, misalnya, wastafel, ruang tunggu, mesin elektronik umum dan masih banyak lagi.

Radiasi dalam Sinar UV dipercaya dapat membunuh patogen puluhan tahun lalu. Dahulu, perangkat Sinar UV untuk membunuh virus menggunakan bola lampu merkuri dengan intensitas rendah. Yang berarti membutuhkan waktu lebih lama untuk membunuh mikroorgamisme. Sebaliknya, Robot LightStrike memiliki sumber cahaya UVC xenon yang lebih kuat melebihi sinar matahari. Sehingga, mampu merusak DNA dan RNA virus sekejap.

Dalam uji coba di Texas Biomedical Research Institute yang berbasis di San Antonio, robot itu menghancurkan virus corona dalam waktu dua menit. Robot ini juga efektif dalam melenyapkan beberapa bakteri super, seperti C. diff, yang dapat menyebabkan diare parah dan kebal terhadap banyak disinfektan.

Untuk mengantisipasi terjadinya efek radiasi kuat pada kulit, Xenex telah membangun sensor non-aktif otomatis jika seseorang mendekati robot tersebut dalam jarak tertentu.

Awal dikembangkannya, robot ini digunakan untuk diletakkan pada beberapa rumah sakit di Texas, yang menerima pasien Covid-19. Saat ini telah meluas dan dibeli untuk sekolah-sekolah di Texas. Selain itu, LightStrike mulai diburu pelaku industri pariwisata seperti pemilik hotel, maskapai penerbangan dan bandara.

Salah satu yang kini memelihara LightStrike adalah Bandara Internasional San Antonio Texas. Mereka berani merogoh kocek sebesar USD 125 ribu (sekitar Rp 1,7 miliar) untuk melakukan disinfeksi ruang publik di wilayah bandara itu. LightStrike dioperasikan setiap hari untuk memastikan semua ruangan disetrilisasi dengan baik.

Meskipun pembersih robot dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap penyebaran virus, keefektifannya masih sangat dipertanyakan di bandara. Tentu, teknologi ini menolong kita mendisfeksi permukaan seperti pegangan tangan, lift, wastafel, dan kamar mandi.

Tetapi, menurut ahli epidemiologi, rupanya hal itu bukan jalan utama sebuah virus untuk menyebar. Titik sterilisasi pada kontak fisik tidak berpengaruh apa-apa jika virus tersebut dapat menular melalui sirkulasi udara yang mungkin membawa penyakit melalui pernapasan

Namun, perangkat tersebut dipercaya dapat membantu industri pariwisata bangkit lagi karena keberadaannya dapat meyakinkan banyak terkait sterilisasi wilayah.

“Penularan melalui permukaan benda adalah salah satu cara yang paling nyaris tidak mungkin bagi seseorang untuk tertular virus corona,” kata Mercedes Carnethon, profesor epidemiologi di Universitas Northwestern. “Mungkin robot adalah ukuran yang meyakinkan bagi individu, tetapi itu tidak benar-benar akan memiliki dampak skala besar.” lanjutnya dikutip dari The Washington Post.

Mencuci tangan tetap dianjurkan jika orang-orang bersentuhan dengan permukaan yang sangat tidak bersih, dapat dapat menimbulkan risiko kecil penularan jika orang tersebut menyentuh wajah. (*)

 

Related Articles
Tech
Tak Perlu Cuci Tangan! Mesin Ini Bisa Disinfeksi Kamu Dengan Sinar Ultraviolet

Current Issues
Mengenal 'Ekologi 101', Ketika Disinfeksi Mengancam Kehidupan di Alam Liar

Current Issues
Masihkah Perlu Mendisinfeksi Berbagai Permukaan Benda untuk Mencegah Covid-19?