Opinion

Harus Banget Masuk Jurusan Bergengsi?

Ristania salsabila putri

Posted on May 8th 2018

 

Prestige alias gengsi dari zaman ke zaman nggak pernah menghilang. Dia masih betah banget menyelimuti dunia pendidikan. Sedari kita masih duduk di bangku sekolah dasar, kita selalu ditanamkan mindset; “Anak-anak yang masuk Sekolah Berstandar Internasional (SBI) tuh pinter”.

Begitu pula pas masuk SMA, kayak ada jurang pemisah antara anak IPA dengan anak IPS dan Bahasa. Yap, gengsi gitu deh kalau dapet jurusan yang kurang dilirik! Duh, mau gimana lagi ini. Memang realita yang nggak terelakan.

Sebagai anak IPS, aku ngerasain sendiri lho gimana rasanya diremehkan karena jurusan yang aku pilih.

Lulus SMA, kita dihadapkan sama masalah baru lagi, “Mau kuliah di mana? Mau ambil jurusan apa?”

Kalian pasti punya kampus yang udah kalian impikan sejak lama kan? Kalo aku pribadi sih kepengin banget masuk Universitas Indonesia.  Pertanyaan selanjutnya yang sangat penting yaitu, “Mau ambil jurusan apa?”

Pertanyaan itu sangat penting. Karena bagiku, jurusan itu bagaikan jembatan yang akan kita lalui untuk mencapai cita-cita kita.

Aku yakin kalian tau dong jurusan apa aja yang bergengsi dan jadi inceran di dunia perkuliahan. For examples, Kedokteran, Teknik, Hukum, dan Ekonomi. Katanya, anak-anak yang masuk jurusan tersebut adalah anak-anak pilihan yang pinternya kebangetan.

But for me, nggak juga kok!

Karena, setiap anak dilahirkan dengan passion yang berbeda-beda. Nggak bisa dong diberi label “pinter” hanya karena jurusannya, it’s unfair!

Kayak temenku yang satu ini. Namanya Meuthia Adira. Dia bersekolah di SMAN 4 Jakarta dan memilih untuk masuk Sastra Belanda.

Suatu hari dia bilang ke aku, “Gue bertekad banget memilih jurusan Sastra Belanda. Meskipun banyak banget yang ngeremehin dan bilang ‘Mau jadi apa masuk situ?’, ‘pasti karena gampang masuknya jadi milih itu’”.

Parah banget kan?

Tuh, harus nggak sih mengejar jurusan yang populer cuman karena gengsi? Aku sih BIG NO! Why? Terlalu banyak di antara kita yang memaksakan diri mengikuti tekanan sosial, meskipun sebenarnya nggak memiliki ketertarikan dengan apa yang dijalani.

Pertanyaan-pertanyaan seperti,

“Apa yang harus dibanggakan kalo masuk jurusan populer tapi batinnya tertekan?”

“Emangnya ada jaminan untuk masa depan kita kalau masuk jurusan bergengsi?”

“Nanti kalau nggak sanggup ngejalaninnya gimana? Mau nyalahin siapa?”

harusnya muncul di kepala kita sebelum pada akhirnya memilih untuk mengejar jurusan yang populer hanya karena faktor gengsi.

Quotes “Hidup itu sederhana, gengsinya aja yang bikin rumit”, itu bener banget! Gengsi kita yang menyulitkan ini nggak akan menjadikan kita apa-apa.

Pesan aku, kalau di antara kalian ada yang mau masuk jurusan yang diremehkan orang lain, why not? Just be yourself! Hanya diri kalian yang tau kelebihan dan kekurangannya. Aku yakin, di jurusan mana pun, meski bukan jurusan bergengsi, pasti kita bisa mematahkan “gengsi” asalkan berusaha dengan sungguh-sungguh. (rsp/ash)

Related Articles
Opinion
Langkah Memilih Kuliah Biar Nggak Salah Arah

Opinion
Sudah Siapkah Kamu Untuk Kuliah?

Opinion
Kuliah di Taiwan, Nggak Perlu Modal Bahasa Mandarin?