Lifestyle

Jangan Terkecoh, Smoothie Juga Bisa Bikin Gendut Kalau...

Dwiwa

Posted on November 24th 2020

Jika kalian adalah penganut tips kebugaran di TikTok atau Instagram, pasti sering melihat para profesional menganjurkan untuk mengonsumsi smoothie untuk menjaga badan. Dan karena mereka memiliki bentuk tubuh sempurna, tentu kalian memutuskan untuk mengikuti dan menambahkan minuman ini ke dalam diet.

Tetapi alih-alih berat badan turun, sebulan kemudian kalian justru mendapati angka di timbangan bertambah. Padahal kalau menurut tips dari para influencer, rutin mengonsumsi smoothies bisa membantu mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Nah, ternyata nih jawabannya smoothie itu diam-diam juga menyimpan banyak kalori. Meski memasukkan minuman ini ke dalam diet menambah gizi yang bermanfaat untuk tubuh, tetapi jika tidak hati-hati justru bisa membuat pinggang kalian semakin mengembang loh.

Lalu hal apa sih yang sering menjadi penyebab smoothies jadi menambah berat? Dilansir dari Eat This, Not That!, berikut beberapa kesalahan yang sering orang lakukan dan membuat manfaat smoothies berada di jalur yang salah.

 

1. Menjadikan smoothie bagian dari makanan, bukan sebagai pengganti

Jangan pernah berpikir untuk menjadikan smoothie cemilan di antara makan siang dan makan malam jika kalian berniat untuk menurunkan berat badan. Pasalnya nih, menurut Josh Axe, DNM, CNS, DC, seorang dokter, penulis dan ahli Keto, pola makan tersebut justru lebih cocok untuk orang-orang yang ingin menambah berat badan.

Sementara bagi yang berniat menurunkan, smoothies harus dijadikan sebagai pengganti makanan berat alih-alih menjadi cemilan tambahan. Bayangkanlah smoothie ini sebagai makan malam atau sarapan yang lengkap, seimbang, dengan protein dan lemak yang sehat.

“Cobalah menambahkan alpukat, biji rami, biji chia, susu kacang, dan bubuk protein berkualitas baik agar lebih mengenyangkan,” ujar Alex.

 

2. Menggunakan jus buah untuk membuat smoothie, bukan potongan buah

Kesalahan kedua adalah menggunakan jus buah alih-alih potongan buah segar atau buah beku. “Saat kalian mengambil buah dan menjadikannya jus, alih-alih mencampurkannya, maka kalian akan kehilangan sebagian besar seratnya,” ujar Mika Morris, spesialis gizi olahraga NESTA untuk Body FX.

Menurut Morris, serat inilah yang membantu memperlambat penyerapan gula. Hal itu akan membuat kalian lebih banyak mengonsumsi gula yang akan segera dikirim ke aliran darah tanpa penghalang serat. Ini akan menyebabkan peningkatan insulin dan penyimpanan lemak.

 

3. Minum keto shake tapi tidak sedang menjalani diet keto

Keto shake memang bisa menjadi asupan yang ideal untuk orang-orang yang menjalankan diet keto atau puasa intermiten. Tetapi bagi yang mengonsumsi jumlah karbohidrat yang cukup atau tinggi, asupan ini bukan pilihan yang baik.

“Keto smoothie atau shake dapat mengandung alpukat, minyak kelapa, susu atau susu kacang, dan selai kacang. Meskipun semua bahan ini sangat sehat, tetapi asupan kalorinya tinggi bagi kalian yang tidak mengikuti diet ketogenik yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak,” kata Axe.

 

4. Smoothie penuh dengan gula

Gula yang ada pada smoothie mungkin memang tidak sebanyak milkshake.Tetapi gula tetaplah gula, jika dikonsumsi terlalu banyak, berat badan cenderung mudah bertambah.

Chef selebriti dan ahli gizi bersertifikat Serena Poon,  mengatakan jika kandungan gula pada smoothies berasal dari buah dan bahan tambahan lain seperti coklat, yogurt beku dan susu.

“Gula bisa menjadi kalori yang tidak memuaskan, jadi meskipun makan banyak kalori manis, kalian mungkin masih akan merasa lapar,” ujarnya. Pada tingkat lebih ekstrim, Poon mengatakan asupan gula berlebih secara konstan bisa memicu resistensi insulin, yang telah dikaitkan dengan obesitas dan penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan jantung.

 

5. Minum smoothie sebelum olahraga

Menurut personal trainer dan ahli fitness Jerry Snyder, minum smoothie sebelum olahraga biasanya menjadi strategi bagi orang-orang yang ingin membentuk otot. Jadi jika kalian ingin menurunkan berat badan, strategi ini jelas salah besar.

“Ketika kalian berolahraga, tubuh pertama akan melihat sistem pencernaan untuk mencari energi. Jika ada sesuatu dalam sistem pencernaan itu akan lebih dulu dijadikan sumber energi. Kemudian tubuh akan beralih ke pembakaran lemak tersimpan, tetapi prosesnya bisa memakan waktu,” ujarnya.

Menurut Snider, kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan tidak akan berolahraga cukup lama agar tubuh mereka beralih dari membakar smoothie menjadi membakar lemak. Jadi, jika ingin mengonsumsi smoothie akan lebih baik dilakukan setelah olahraga sebagai sarapan, makan siang atau makan malem.

 

6. Berpikir jika itu smoothie maka otomatis sehat

Ini adalah pikiran yang harus diubah. Sebab, sehat tidaknya smoothie itu bergantung pada bahan apa saja yang kalian masukkan.

“Jika smoothie kalian penuh dengan sayuran hijau dan superfood, berarti kalian telah memulai dengan baik. Jika lebih banyak buah, pemanis, dan produk susu, kalian tidak perlu menghindarinya, tetapi mungkin lebih baik untuk menganggapnya sebagai camilan manis daripada makanan padat nutrisi,” ujar Poon.

Untuk bisa mengetahui apakah smoothie kalian sehat atau tidak, caranya bisa dengan bertanya pada diri sendiri, apakah akan memberikan ledakan energi dan nutrisi atau hanya menyebabkan  asupan gula dan sakit perut. Jika jawabannya adalah opsi kedua, sebaiknya makanlah dengan seimbang.

 

7. Tidak menyadari betapa banyak kalori dari smoothie

Kesalahan lain yang dilakukan adalah menganggap minum smoothie seperti segelas air atau jus hijau. Tetapi mereka tidak sama, terutama karena air tidak mengandung kalori, jus hijau sekitar 50, dan sebagian besar smoothie lebih dari 400.

“Begitu orang mulai memahami berapa banyak kalori yang mereka konsumsi dalam smoothie, mereka cenderung secara otomatis menyeimbangkan pola makan. Smoothie adalah makanan tambahan yang lezat dan bernutrisi dalam diet, mungkin ide yang baik untuk mengurangi frekuensi atau menyeimbangkan makanan saat kalian memutuskan untuk meminumnya,” kata Poon. (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Ini yang Bakal Tubuh Kamu Alami Kalau Tidak Makan Karbohidrat

Lifestyle
Diet Paleo Vs Diet Keto, Mana Pilihan yang Lebih Sehat?

Lifestyle
Apa Sih Perbedaan Diet Keto dan Diet Mediterania?