Current Issues

Menganggur di Tengah Pandemi? Lakukan Hal Ini Biar Nggak Stress

Dwiwa

Posted on November 24th 2020

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan banyak tekanan bagi seluruh masyarakat di dunia. Kekhawatiran yang berlebihan, anjuran untuk tinggal di rumah, dan kehilangan kehidupan bersosialisasi seperti sebelum pandemi telah membuat banyak orang merasa stres.

Apalagi pada orang-orang yang menganggur selama pandemi Covid-19. Para pakar kesehatan mental bahkan khawatir jika kelompok ini akan mengalami lebih banyak masalah kesehatan mental.

Alt Goldsmith, seorang profesor ekonomi di Washinton and Lee University mengatakan bahwa beberapa orang yang tidak memiliki dukungan finansial, terutama minoritas atau orang yang memiliki anak kecil, mungkin menjadi lebih tertekan secara emosional saat kehilangan pekerjaan.

Para pengangguran biasanya optimis saat-saat awal setelah kehilangan pekerjaan. Tetapi setelah lima atau enam minggu, perasaan putus asa atau kecemasan mulai meningkat. Saat inilah tekanan psikologis akan mulai meninggalkan jejak serangan pada para pengangguran.

Menurut Heidkamp, direktur New Start Career Network di Rutgers Inoversity, hal ini mengkhawatirkan karena jumlah orang yang menganggur dalam jangka waktu lama telah membengkak selama pandemi. Dia mengatakan bahwa menyingkirkan stres akibat kondisi darurat kesehatan dengan tekanan pengangguran menjadi semakin sulit.

“Harga diri bisa terpukul jika kalian melamar pekerjaan dan mendapatkan serangkaian penolakan dan kalian tidak tahu mengapa. Atau mungkin kalian tidak mendengar apa-apa. Bahkan sebelum pandemi, kita tahu betapa stresnya itu,” ujarnya seperti dilansir dari Denver7.

Untuk mengurangi rasa stres ini, Heidkamp menyarankan agar para pengangguran harus memecah pencarian dan tujuan terkait pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dikelola. Misalnya dengan memperbaiki resume.

Dia juga menyarankan untuk mencari aktivitas yang mengurangi stres selama menganggur dan mencari pekerjaan paruh waktu sambil terus melamar pekerjaan penuh waktu. Selain bisa memperpanjang daftar pengalaman, pekerjaan paruh waktu juga bisa menjadi batu loncatan jika hasil kerja kalian baik.

Selain itu, menurut Lifehack, daripada membuang-buang waktu untuk merenungi nasib yang belum memperoleh pekerjaan, kalian juga bisa menambah skill melalui kursus online yang banyak tersedia. Jika keuangan terbatas, kalian masih bisa belajar dari video-video tutorial di YouTube yang bisa diakses gratis.

Bisa juga memanfaatkan waktu untuk membantu sesama dengan menjadi relawan. Selain menambah pengalaman, menjadi relawan juga dapat menambah nilai “jual” kalian saat melamar pekerjaan. Lumayan kan, berbagi kebaikan sekaligus dapat "keuntungan".

Berolahraga juga dapat menjadi cara yang baik untuk mengalihakan pikiran pikiran buruk. Apalagi banyak bukti yang menunjukkan jika olahraga bukan hanya membuat badan sehat tetapi juga mental.

Bagi yang punya modal, mencoba untuk menjadi wirausaha bisa menjadi pilihan lain. Jangan langsung berpikir membuat usaha besar, mulai saja dari yang kecil dengan modal minimal tapi sedang laku di pasaran. Siapa tahu kalian justru berganti jadi pemberi kerja bukan lagi pencari kerja.

Nah itu tadi beberapa hal yang bisa dilakukan saat kalian masih berjuang untuk mencari kerja di tengah pandemi. Buat para lulusan baru ataupun yang sudah bekerja tapi kehilangan pekerjaan akibat Covid-19, jangan patah semangat ya. Semoga lekas mendapat pekerjaan yang diimpikan! (*)

Related Articles
Current Issues
Pembelajaran Jarak Jauh Tak Hanya Jadi Beban Mental Anak Tapi Juga Orang Tua

Current Issues
Dirjen WHO: Herd Immunity Respon Pendekatan Pandemi yang Tak Etis

Current Issues
Naiknya Kasus Bunuh Diri, Overdosis, dan KDRT di AS Selama Pandemi Covid-19