Current Issues

Masih Bingung Kenapa Masker Itu Penting? Simak Jawaban Para Ilmuwan Ini

Dwiwa

Posted on November 23rd 2020

Sembilan bulan sudah Covid-19 berkeliaran di Indonesia. Semenjak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu, kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Hingga Minggu (22/11), menurut situs resmi pemerintah, jumlah kasus terkonfirmasi sudah mencapai 497.668 dengan 15.884 diantaranya meninggal dunia. Pemerintah pun semakin menekankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk menekan angka penularan yang masih tinggi.

Tetapi sayangnya, masih ada orang-orang yang menolak untuk mematuhi protokol kesehatan ini dengan berbagai alasan. Entah karena memang masih tidak paham atau bahkan sudah merasa bosan memakainya selama berbulan-bulan.

Nah, jika kalian menjadi bagian dari kelompok yang sudah malas memakai masker, ada baiknya untuk dipikir ulang. Pasalnya, menggunakan masker bukan hanya tentang melindungi diri, tetapi juga orang-orang di sekitar.

“Semakin banyak orang memakai masker, semakin banyak masyarakat terlindungi dan semakin banyak keuntungan individu yang diperoleh. Ini seperti efek kelompok,” ujar Dr John Brook, kepala petugas medis program respon Covid-19 di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) seperti dilansir dari The New York Times.

Menurut CDC, peningkatan jumlah orang yang memakai masker sebesar 15 persen dapat mencegah lockdown dan memangkas penurunan ekonomi hampir USD 1 triliun, sekitar 5 persen dari GDP.

Efektivitas masker dalam melindungi orang bergantung pada jenis masker yang digunakan. Masker N95 disebut paling efektif karena bisa menghalangi partikel yang keluar atau masuk. Masker bedah juga efektif menyaring partikel ini.

Namun dua jenis masker ini direkomendasikan oleh para ahli hanya untuk para petugas medis yang menangani pasien. Sementara untuk orang awam yang memiliki risiko terpapar lebih rendah cukup mengunakan masker kain saja.

Masker ini berguna untuk mencegah orang yang terinfeksi menularkan ke orang lain. Banyak bukti yang telah menunjukkan jika tidak hanya masker N95 maupun masker medis yang menghentikan orang terinfeksi menyebarkan virus, tetapi masker kain juga berfungsi sama.

Ini menjadi semakin penting karena para ilmuwan menemukan jika orang tidak bergejala pun bisa menularkan virus. Bahkan lebih dari 50 persen infeksi mungkin ditularkan orang tak bergejala.

Selain itu, masker juga bisa melindungi penggunanya. Memang masih belum jelas berapa persen perlindungan yang ditawarkan untuk penggunanya. Tetapi ini tetap memberikan manfaat melindungi bagi penggunanya.

Meski begitu, dalam sebuah studi ditemukan jika masker empat lapis yang dibuat dari bahan katun yang rapat efektif untuk mencegah penularan saat dipakai oleh orang yang terinfeksi maupun tidak.

“Ini bekerja dengan baik ketika digunakan bersama-sama, dan masker kain bekerja sebaik masker medis. Ketika kalian memakai masker, kalian melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Brook.

Berbagai organisasi kesehatan  telah beberapa kali mengubah kebijakan terkait penggunaan masker. CDC sempat menganjurkan penggunaan masker hanya untuk orang yang menunjukkan gejala tetapi mengubahnya menjadi untuk semua orang pada April.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan lebih lama mengeluarkan mandat penggunaan masker untuk semua orang, yakni pada Juli. Perubahan kebijakan ini diambil setelah banyak penelitian yang membuktikan jika penggunaan masker di komunitas juga memiliki manfaat untuk menekan penularan.

Namun meski begitu, memakai masker bukan menjadi solusi mujarab untuk mencegah penularan. Perilaku ini harus diikuti dengan protokol kesehatan lain agar semakin efektif mencegah penularan. Para ahli merekomendasikan jika penggunaan masker harus disertai dengan jaga jarak, ventilasi udara yang baik, dan kebersihan tangan agar bisa menekan pandemi.

“Tidak ada satupun yang bekerja 100 persen jika bekerja sendiri. Tapi jika semua digabungkan, maka kita bisa menurunkan risiko penularan,” ujar Linsey Marr, ahli penularan virus airborne di Virginia Tech.

Memakai masker juga menjadi salah satu strategi komunitas yang paling mudah untuk diadopsi. “Kami sangat yakin jika kebijakan untuk menggunakan masker dapat membantu mencegah penutupan,” kata Brook. (*)

Related Articles
Current Issues
Kematian Akibat Covid-19 Tembus Sejuta, Apa yang Harus Dilakukan?

Current Issues
Musim Hujan Datang, Wajib Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Current Issues
Penggunaan Masker Menurun, Kasus Covid-19 Membengkak