Current Issues

CDC: Kasus Covid-19 Sebagian Besar Disebarkan Orang-orang Tanpa Gejala

Dwiwa

Posted on November 22nd 2020

Orang-orang yang positif terinfeksi Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala mungkin bertanggung jawab atas sebagian besar penularan virus corona. Ini termasuk orang-orang yang memang tidak bergejala maupun yang belum menunjukkan gejala.

Hal ini diungkap oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Dilansir dari Business Insider, penelitian terbaru menunjukkan jika orang yang merasa sehat dan mungkin tidak sadar bisa menulari orang lain kemungkinan bertanggung jawab atas 50 persen penularan Covid-19.

Di Amerika sendiri kasus Covid-19 telah melonjak tinggi selama beberapa waktu terakhir. Dokter Anthony Fauci, ahli penyakit menular ternama di AS, memperingatkan jika hal ini dapat menjadi sumber utama penularan dalam perayaan Thanksgiving tahun ini.

“Saat ini, pertengahan November, kami menemukan bahwa kejadian seperti pertemuan bersama teman dan keluarga di dalam ruang karena musim dingin untuk makan malam telah menjadi sumber utama penyebaran tanpa gejala. Itu tampaknya menyebabkan infeksi lebih banyak saat ini daripada pengaturan bar dan tempat lain yang jelas,” ujarnya dalam kuliah virtual untuk Fakultas Kedokteran Universitas Virginia.

Laporan CDC telah menekankan bahwa masker membantu menurunkan penyebaran Covid-19 dari orang tanpa gejala karena mereka dapat melindungi orang-orang di sekitarnya yang juga memakai masker.

Itulah mengapa para ahli seperti Fauci mengatakan AS akan mendapat manfaat dari mandat penggunaan masker. Jika 95 persen orang Amerika mulai memakai masker pada akhir September, itu bisa menyelamatkan hampir 130 ribu nyawa pada Maret, menurut perhitugan University of Washington Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME).

Kasus di Amerika serikat pada Sabtu hampir mencapai 12 juta orang dan lebih dari 254 ribu telah meninggal.

Penelitian menunjukkan bahwa orang tanpa gejala biasanya kurang menular daripada yang bergejala dan tidak mengeluarkan banyak virus. Tetapi rasa aman palsu yang muncul pada orang tak bergejala dapat memicu mereka kurang berhati-hati saat berada di sekitar orang lain. Mungkin inilah yang membuat mereka jadi sumber penularan yang signifikan.

Belum jelas berapa lama orang tanpa gejala bisa menjadi sumber penularan. Dalam sebuah kasus, seorang pasien berusia 71 tahun terus dinyatakan positif Covid-19 – yang berarti tubuhnya masih mengandung jejak materi genetik virus – selama 100 hari tanpa menunjukkan gejala.

“Kami pikir setidaknya hingga hari ke-70, pasien ini akan dapat menyebarkan virus ke orang lain,” ujar Vincent Munster, ahli virologi di National Institute of Allergy and Infectious Disease kepada Business Insider.

Para peneliti percaya situasi tersebut muncul karena sistem kekebalan wanita yang lemah tidak dapat meningkatkan pertahanan yang substansial untuk melawan virus.

Selain itu, orang yang mengalami gejala dapat menularkan penyakit sebelum penyakitnya terlihat. Dalam tahap pra gejala ini, hari sebelum kalian memperlihatkan gejala dapat menjadi hari dimana virus paling banyak dikeluarkan. Bukan sebuah pertanda baik untuk liburan. Jadi, itulah alasan mengapa protokol kesehatan menjadi faktor penting dalam menekan penularan Covid-19. Meskipun sehat, tidak selalu berarti kita bebas Covid-19.

Mengenakan masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, adalah cara-cara sederhana agar pandemi ini tidak semakin memburuk. Mematuhi protokol bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang tersayang yang ada di sekitar kita. (*)

Related Articles
Current Issues
Musim Hujan Datang, Wajib Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Masih Bingung Kenapa Masker Itu Penting? Simak Jawaban Para Ilmuwan Ini