Current Issues

Peneliti: Penyintas Covid-19 Tidak Mungkin Tertular Lagi Hingga Enam Bulan

Dwiwa

Posted on November 21st 2020

Berapa lama seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 akan terlindungi dari infeksi ulang telah menjadi pertanyaan selama berbulan-bulan. Dan menurut hasil penelitian terbaru, setidaknya enam bulan pasca infeksi pertama, penyintas kemungkinan tidak akan tertular lagi.

Dilansir dari Reuters, hasil ini diperoleh dari penelitian Inggris terhadap pekerja kesehatan di garis depan dalam melawan pandemi virus corona. Para peneliti dari Universitas Oxford pun mengatakan temuan ini bisa menjadi jaminan bagi lebih dari 57 juta orang yang kini sudah terinfeksi.

"Ini benar-benar kabar baik, karena kami yakin bahwa, setidaknya dalam jangka pendek, sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 tidak akan tertular lagi," ujar David Eyre, profesor di Oxford Nuffield Department of Population Health, yang ikut memimpin penelitian.

Kasus infeksi ulang Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2, telah menimbulkan kekhawatiran jika kekebalan mungkin berumur pendek dan pasien yang sembuh bisa kembali sakit dalam waktu singkat.

Namun hasil penelitianyang dilakukan secara kelompok pada petugas kesehatan Inggris ini menunjukkan kasus infeksi ulang kemungkinan akan sangat jarang terjadi. Sebagaimana diketahui, petugas kesehatan merupakan bagian kelompok berisiko tinggi tertular Covid-19.

"Terinfeksi Covid-19 memang menawarkan perlindungan terhadap infeksi ulang bagi kebanyakan orang, setidaknya selama enam bulan. Kami tidak menemukan infeksi bergejala baru pada peserta yang dites positif untuk antibodi,” ujar Eyre.

Penelitian ini mencakup periode 30 minggu, antara April dan November 2020. Hasilnya masih belum ditinjau oleh ilmuwan lain, tetapi sudah dipublikasikan tanpa review di situs MedRxiv.

Selama penelitian, 89 dari 11.052 staf tanpa antibodi mengembangkan infeksi baru dengan gejala sementara tidak ada satupun dari 1.246 staf dengan antibodi mengembangkan infeksi bergejala.

Menurut para peneliti, staf yang memiliki antibodi juga lebih kecil kemungkinan untuk dites positif Covid-19 tanpa gejala dengan 76 orang tanpa antibodi dites positif dibandingkan hanya tiga pada orang dari yang memiliki antibodi. Ketiganya baik-baik saja dan tidak mengembangkan gejala Covid-19.

"Kami akan terus mengikuti (penelitian) cohort staf ini dengan cermat untuk melihat berapa lama perlindungan berlangsung dan apakah infeksi sevelumnya memengaruhi tingkat keparahan infeksi berikutnya," kata Eyre.(*)

Related Articles
Current Issues
Jangan Sembrono, Covid-19 Juga Bisa Berdampak Serius untuk Kaum Muda

Current Issues
Peneliti: Perjalanan Panjang dengan Pesawat Bisa Munculkan Klaster Covid-19 Baru

Current Issues
Dirjen WHO: Herd Immunity Respon Pendekatan Pandemi yang Tak Etis