Tech

Pisah dengan Apple, Intel Bikin Laptop Sendiri, NUC M15

Ahmad Redho Nugraha

Posted on November 20th 2020

Kerjasama Apple dengan Intel memang sudah berakhir. Apple telah memutuskan membuat prosesor mereka sendiri yang dinamai M1. Sebagai selaku produsen prosesor unggulan, Intel selama ini turut mendapatkan reputasi yang mentereng sepanjang masa kerjasamanya dengan Apple. Nah, Intel sepertinya akan memanfaatkan perks tersebut untuk menjajal pasar laptop.

Pekan ini, Intel melakukan debutnya di pasar laptop dunia dengan meluncurkan NUC M15. Itu adalah laptop kit perdana buatan mereka. NUC M15 memiliki sistem white-label. Alias desainnya memang diperuntukkan sebagai referensi bagi perusahaan kecil pengembang laptop yang memiliki anggaran terbatas tapi ingin membangun sendiri sistem hardware mereka dari awal. Dengan kata lain, laptop ini tidak akan dijual langsung kepada pengguna laptop. Tapi khusus hanya kepada perusahaan pembuat laptop.

Terdapat dua jenis konfigurasi utama untuk laptop NUC M15. Masing-masingnya dipersenjatai dengan prosesor Core i7 serta RAM 16GB, dan prosesor Core i5 dengan RAM 8GB. Kedua laptop tersebut juga diproduksi dengan layar sentuh beresolusi 15,6 inci dan dilengkapi OS Windows 10. Intel juga mengklaim NUC M15 memiliki daya tahan baterai hingga 16 jam setelah pengisian penuh.

Perusahaan vendor pemesan laptop ini dapat menyesuaikan spesifikasi bawaan dair Intel, termasuk menambahkan kapasitas RAM apabila memang dibutuhkan, sebelum menjualnya kembali kepada konsumen.

Sebagai permulaan, NUC M15 akan dijual pada produsen laptop seperti Eluktronics, Schenker, Maingear dan XPG. Harga jual NUC M15 akan sangat bergantung kepada produsen yang menjualnya. Namun diprediksi harganya akan berada dalam rentang USD 1.000 – USD 1.500 Setara Rp 14 juta hingga Rp 21,3 juta.(*)

Related Articles
Tech
Logitech Rilis Ulang Seri Keyboard dan Mouse MX, Hanya untuk Apple

Tech
Kehadiran M1 di MacBook Pro, MacBook Air dan Mac Mini Bisa Hadirkan Masalah baru

Tech
Apple Punya Paten Teknologi Group Selfie untuk Protokol Physical Distancing