Running

Dari Aceh Sampai Papua Rayakan Sumpah Pemuda Berlari 5.824 Km di AZA Virtual Run

Afrieza Zaqi

Posted on November 13th 2020

Perayaan Sumpah Pemuda yang dilakukan para pelari se-Indonesia dalam program AZA Virtual Run 2020 telah berakhir. Program lari virtual yang digagas AZA Activewear bersama Runhood ini total diikuti oleh 1.029 peserta. Mereka datang dari 129 kota dari 34 provinsi di Indonesia. Seluruh provinsi punya wakil di event ini. Dan, secara keseluruhan para peserta berhasil mengumpulkan 5.824,35 kilometer.

"Angka ini kami lihat luar biasa untuk program yang baru berjalan pertama kalinya. Ribuan peserta sudah berlari dalam AZA Virtual Run. Kami berharap, program ini membuat orang lebih konsisten berolahraga," ujar Azrul Ananda, Founder AZA Activewear.

Sebagaimana diketahui, dalam AZA Virtual Run, peserta ditantang berlari dengan kategori jarak 5K atau 10K. Mereka diharuskan menyelesaikan tantangan itu dalam satu kali lari. Namun panitia tak memberlakukan tanpa cut-off time. Para peserta juga bebas memilih kapan harus menyelesaikan tantangan lari, antara 24-31 Oktober.

Dari ribuan peserta yang mengikuti event ini, ternyata tak sedikit yang merupakan peserta baru. Mereka baru mengawali olahraga lari, atau baru pertama mengikuti event lari. Meskipun begitu, mereka berupaya konsisten menyelesaikan tantangan yang dipilih.

"Lebih dari 95 persen peserta menuntaskan tantangannya. Bahkan, tidak sedikit yang lari lebih dari satu kali sepanjang periode event. Kami senang karena ini menunjukkan minat yang lebih untuk terus aktif,” ujar Azrul.

Salah satu peserta yang paling bersemangat adalah Ming Guito. "Saya memang selalu melakukan long run setiap seminggu sekali. Sisanya, saya rutin menjaga kesehatan dengan lari minimal 300 kilometer dalam sebulan," kata Ming.

Selain itu ada juga Mayong Lalang dari Timika yang baru pertama kali mengikuti event lari. Dia berhasil menyelesaikan AZA Virtual Run dengan jarak 11,18km. Melebihi tantangan 10km yang dia pilih. "Hal yang membuat saya senang lari di Timika itu adalah kondisi alam yang masih sangat sejuk," ujar peserta dengan pace 7.13/km ini. “Saya melewati hutan dan kebun dengan udara yang segar,” tambahnya.

Lokasi lari para peserta AZA Virtual Run memang tergolong unik karena mereka bisa memilih tempat sesuai lokasi dimana mereka berada. Selain Mayong yang berlari di alam, banyak juga yang berlari di landscape-landscape kotanya masing-masing. Mulai dari kawasan Masjid Baiturrahman di Banda Aceh, kawasan Maliboro di Jogjakarta, atau Pantai Senggigi di Mataram.

Seluruh peserta yang menunaskan tantangan larinya juga mendapatkan medali AZA Virtual Run 2020. Seperti yang sudah diterima oleh Dwi Handoko. Peserta asal Surabaya ini sudah menerima medali yang dikirimkan sejak awal November lalu.

Baginya, medali ini adalah sebuah motivasi tersendiri baginya untuk tetap bergerak aktif selama pandemi. "Biasanya cuman lari 2-3KM aja. Tapi setelah mencoba tantangan 5K dan berhasil rasanya jadi makin semangat buat terus meningkatkan paceku," tutupnya.(*)


AZA Virtual Run In Numbers

- 1.029 Peserta

- 129 Kota asal Partisipan dari 34 Provinsi

- 5824 KM dikumpulkan oleh Ribuan Peserta dari Aceh Sampai Papua

- 29 KM menjadi jarak lari terjauh di AZA Virtual Run di raih oleh Ming Guito dari Surabaya

- 3.21 jadi pace terbaik. Diraih oleh Mahfud dari Bandar Lampung

Related Articles
Running
Ribuan Pelari dari 129 Kota Selesaikan Tantangan Virtual

Running
Berusia 61 Tahun, Agus Supriadi Berburu Medali Pertama di Event Lari

Running
AZA Virtual Run 2020, Ajak Masyarakat Indonesia Tetap Olahraga di Masa Pandemi