Portrait

Tia Adeola, Desainer Muda di Balik Gaya Manis Gigi Hadid hingga Dua Lipa

Delya Oktovie Apsari

Posted on November 10th 2020

Tia Adeola (kiri), desainer atasan ruffle yang dikenakan model internasional, Gigi Hadid. (Coveteur & Departures)

 

Empat tahun lalu, Tia Adeola merancang pakaian karyanya sendiri di kamar asramanya di New School, New York, Amerika Serikat. Empat tahun setelahnya, perempuan yang baru berusia 23 tahun ini menyaksikan karyanya dikenakan oleh selebriti papan atas, layaknya Gigi Hadid dan Dua Lipa.

Dilansir dari The Cut, pada tahun 2016, Adeola pertama kali memulai bisnis di dunia fesyen dengan nama Slashed by Tia. Ia memanfaatkan media sosial untuk meramaikan usahanya, yakni Snapchat dan Instagram.

Strategi pemasaran Adeola sukses besar. Apalagi, desainnya memiliki gaya khas tersendiri, yakni ruffle, yang terinspirasi dari masa Renaisans. Rupanya, ada alasan tersendiri mengapa Adeola memilih era Renaisans.

 

(CNN)

 

Rasa penasaran Adeola terhadap Renaisans di mulai ketika ia masih duduk di bangku SMA. Pada saat itu, Adeola membuat esai analisis tentang gaun Spanyol pada abad ke-16 yang ditampilkan dalam lukisan.

Ia pun memerhatikan bagaimana di lukisan-lukisan tersebut, nyaris tidak ada representasi orang kulit hitam -- kecuali ketika mereka digambarkan sebagai budak atau pelawak.

"Aku selalu kembali pada seni Renaisans sebelum memasuki proses kreatif [...] Aku selalu berbicara tentang bagaimana orang kulit hitam menghilang dari gambar-gambar tersebut," jelas Adeola.

Karya-karyanya hangat dibicarakan di media sosial, hingga menarik perhatian Dua Lipa, SZA, Gigi Hadid serta Kali Uchis.

 

Dua Lipa mengenakan busana rancangan Tia Adeola di pre-show San Diego. (@tiaadeola)

 

Luncurkan Koleksi di Tengah Pandemi

Bahkan pandemi global tak menyurutkan semangat Adeola, yang ingin menjadi wajah 'generasi pengubah dunia'. Ia meluncurkan koleksi yang masih menjunjung ruffle -- tetapi dalam bentuk masker.

Gara-gara pandemi COVID-19, Adeola harus kembali ke kampung halamannya di Lagos, Nigeria. Adeola sempat frustrasi karena berada jauh dari studionya, dan harus berbagi kamar tidur dengan adiknya.

Namun, lambaian ruffle Renaisans memanggilnya kembali. Tak tanggung-tanggung, Adeola mengumpulkan penjahit-penjahit di tempat tinggalnya, dan melatih mereka untuk membuat masker ala Adeola.

 

(Hypebae)

 

"Rasanya sangat menyenangkan mengetahui bahwa aku membawa uangku kembali ke kampung halamanku dan menciptakan lapangan pekerjaan. Aku berharap bisa melakukan semua hal di luar Lagos, tapi aku memulai dengan skala kecil dan melakukan apa yang aku bisa untuk sementara waktu. Ada banyak hal yang sedang terjadi di dunia. Jadi jika aku akan mengambil bagian di dunia fesyen, apakah aku memiliki sesuatu yang berarti untuk dikatakan? Apakah aku punya sesuatu yang berarti untuk diberikan pada masyarakat?"

 

Perempuan dan kulit hitam

Dua identitas yang melekat pada Adeola turut ia 'rayakan' dalam setiap proses kreatif, peluncuran koleksi, peragaan busana, hingga pengambilan gambar.

Ketika Adeola menggelar peragaan 26 koleksinya di musim gugur 2020, ia menggandeng model-model -- mayoritas kulit hitam -- dengan ukuran tubuh dan ekspresi gender yang beragam.

 

(Vogue & GettyImages)

 

Adeola juga menitikberatkan perempuan-perempuan di sekitarnya sebagai inspirasi.

"Orang-orang melihat laman Instagram (brand Tia Adeola) dan melihat foto-foto luar biasa yang mereka sukai, tetapi mereka tidak sadar ada perias perempuan, ada penata rambut perempuan, ada fotografer perempuan, ada asisten perempuan. Jadi para perempuan di komunitasku muncul di pikiranku ketika aku membuat pakaian-pakaian ini," jelas Adeola.

Pandemi tetap menjadi momok bagi Adeola. Menurutnya, jalannya sebagai seorang desainer masih belum 'jelas'. Meski begitu, Adeola bertekad untuk terus berkarya. (*)

Related Articles
Interest
Motif Polkadot Diprediksi Bakal jadi Tren Fashion 2020

Interest
Di Rumah Aja Tetap Bisa Fashionable Lho! Coba 6 Inspirasi OOTD ala Dua Lipa Ini

Interest
Inspirasi Gaya OOTD 80an ala Stranger Things!