Current Issues

WHO: Enam Negara Melaporkan Virus Corona Terkait Peternakan Cerpelai

Dwiwa

Posted on November 8th 2020

 (AFP via CTV News)

Temuan mutasi virus korona pada hewan cerpelai yang bisa menulari manusia telah membuat otoritas kesehatan di berbagai belahan dunia semakin waspada. Sejauh ini, ada enam negara yang telah melaporkan adanya virus SARS-Cov-2 pada cerpelai.

Dilansir dari CTV News, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Denmark dan Amerika Serikat telah melaporkan kasus virus corona baru yang berkaitan dengan peternakan cerpelai. Italia, Belanda, Spanyol dan Swedia juga menemukan SARS-Cov-2 di cerpelai.

Denmark telah melakukan langkah-langkah ketat di bagian utara setelah memperingatkan jika mutasi virus telah berpindah dari cerpelai ke manusia dan menginfeksi 12 orang.

Kopenhagen telah memperingatkan mutasi dapat mengancam keefektifan vaksin di masa depan dan memerintahkan memusnahkan sekitar 15 hingga 17 juta cerpelai di negara tersebut.

Inggris pada Sabtu melarang masuk semua orang asing non-residen yang datang dari Denmark setelah mutasi yang dikaitkan dengan cerpelai ditemukan pada manusia.

Para ilmuwan mengatakan mutasi virus sering terjadi dan sering tidak berbahaya, dan mutasi ini tidak menyebabkan keparahan pada manusia.

Tetapi otoritas kesehatan Denmark telah memberikan keprihatinan terhadap strain ini, yang dikenal sebagai Cluster 5, tidak dihambat oleh antibodi yang setara pada virus normal. Mereka khawatir hal tersebut mengancam keefektifan vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.

"Pengamatan awal menunjukkan bahwa gambaran klinis, tingkat keparahan dan penulara pada mereka yang terinfeksi serupa dengan virus SARS-Cov-2 yang beredar. Namun, varian ini, varian cluster 5, memiliki kombinasi mutasi atau perubahan yang belum pernah diamati sebelumnya,” kata WHO.

WHO menambahkan jika implikasi dari perubahan yang teridentifikasi pada varian ini belum dapat dipahami dengan baik. Selain itu, temuan awal mengindikasikan jenis yang terkait dengan cerpelai ini cukup menurunkan sensitivitas terhadap antibodi penawar.

WHO pun menyerukan untuk dilakukan studi lebih lanjut untuk memverifikasi temuan awal dan untuk memahami implikasi potensial dari temuan ini dalma hal diagnostik, terapeutik, dan vaksin yang dikembangkan.

“Meskipun virus dipercayai terkait dengan kelelawar, asal mula dan inang perantara virus SARS-Cov-2 masih belum teridentifikasi,” kata WHO.

Sejak Juni 2020, 214 kasu Covid-19 pada manusia telah diidentifikasi di Denmark dengan varian SARS-Cov-2 yang dikaitkan dengan cerpelai, termasuk 12 kasus dengan varian nik yang dilaporkan pada 5 November.(*)

Related Articles
Current Issues
Mendekati Musim Dingin, Kasus Covid-19 Makin Melonjak di Eropa dan Amerika

Current Issues
Beda Dengan Flu, Covid-19 5 Kali Lebih Mematikan Bagi Pasien yang Dirawat di RS

Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022