Lifestyle

Ini Loh Posisi Tidur yang Disebut Pakar Medis Paling Buruk

Dwiwa

Posted on November 7th 2020

Pernahkah kalian memperhatikan bagaimana posisi saat tidur? Bagi beberapa orang, posisi tertentu bisa memberikan kenyamanan tersendiri sehingga cenderung melakukannya secara berulang. Tetapi ternyata, tidak semua posisi tidur baik untuk kesehatan.

Dilansir dari Bestlife, Alex Savy, pelatih ilmu tidur dan pendiri SleepingOcean, tidur dengan beralaskan perut alias tengkurap menjadi posisi yang paling tidak sehat karena sejumlah alasan.

Ahli saraf, spesialis tidur, dan penasihat medis untuk WhatAsleep Pietro Luca Ratti PhD juga menjelaskan jika dalam jangka pendek, kalian mungkin merasakan sakit dan nyeri setelah tidur tengkurap. Tetapi dalam jangka panjang, dapat memicu masalah yang lebih serius.

Menurut survei yang dilakukan tahun 2012, sebanyak 16 persen orang tidur tengkurap. Sementara mayoritas (74 persen) biasanya tidur dnegan posisi miring. Lalu mengapa sih posisi tidur tengkurap bisa menjadi sumber masalah?

Menurut Savy, masalah dari tidur tengkurap terjadi akibat posisi tulang belakang. “Saat berbaring tengkurap, tulang belakang kehilangan lekukan alami dan dapat menyebabkan tekanan dan ketegangan. Otot punggung juga bisa terpengaruh, ini menyebabkan sakit punggung di pagi hari,” ujarnya.

Selain itu, menurut Kristen Gasnick, DPT, seorang ahli terapi fisik, tengkurap juga menyebabkan hiperlordosis atau lengkungan berlebih pada tulang belakang lumbar. Posisi tersebut meningkatkan tekanan pada punggung bawah. Ini menyebabkan peningkatan nyeri punggung, terutama pada kondisi seperti stenosis tulang belakang dan spondilolisis.

Sedangkan untuk leher, menurut ahli terapi fisik Nicole Lombardo, DPT, tidur tengkurap bisa membuatnya menjadi lebih kencang di satu sisi dan sisi lain menjadi lemah. Hal ini karena saat tengkurap, orang harus menoleh ke satu sisi agar bisa bernapas.

Posisi menoleh ini membuat leher terbelit dan tidak sejajar dengan tulang belakang dan menimbulkan ketegangan. Nyeri dan rasa sakit akan dirasakan setiap hari. Lama kelamaan, ini akan membuat masalah yang lebih seirus pada leher.

Ratti mengatakan jika tidur tengkurap juga memberikan tekanan lebih banyak pada jantung dan paru-paru. Selain itu, tengkurap juga menempatkan pinggul pada posisi memutar kedepan yang dapat menyebabkan peningkatan lengkungan tulang belakang  yang memicu masalah piringan sendi seiring berjalannya waktu.

Menurut Healthline, risiko lain yang bisa terjadi dari tidur tengkurap adalah penyakit hernia nukleus pulposus. Penyakit ini terjadi karena ada bantalan ruas tulang belakang yang bergeser dan menekan saraf .

Selain mempengaruhi leher, punggung, dan pinggul, posisi tidur juga bisa berakibat pada sakit kepala. Menurut Lombardo, leher yang menoleh saat tidur tengkurap dapat memicu nyeri leher dan bahu. Ketegangan pada otot ini juga bisa menyebabkan sakit kepala.

Nah, sudah tahukan bahayanya tidur tengkurap? Kalian bisa loh belajar untuk mengubah kebiasaan ini hanya dengan cara sederhana. Ratti menyarankan untuk tidur miring sambil menyelipkan bantal di antara perut dan kasus. Ini akan membantu mencegah kalian untuk tengkurap saat tidur.

Tetapi jika kalian memang harus terpaksa tidur tengkurap karena suatu hal, bantal juga bisa membantu menurunkan risiko. Menurut Gasnick, bantal bisa diletakkan di bawah kaki sehingga kaki di atas lutut jadi terangkat. Ini akan membantu meminimalkan punggung melengkung sehingga menurunkan lengkungan lordotik tulang belakang yang berlebihan.

Selain itu, Lombardo merekomendasikan menaruh bantal di bawah pinggul untuk menjaga punggung bawah dalam posisi yang lebih netral. Kalian juga bisa memilih jenis bantal yang dapat menopang leher dalam posisi lebih netral. Atau bisa dengan rutin mengganti posisi kepala setiap malam.(*)

Artikel Terkait
Interest
Benarkah Tidur Miring ke Kiri Membahayakan Jantung?

Lifestyle
Lakukan Hal ini Untuk Kurangi Dampak Buruk Paparan Cahaya Saat Tidur

Lifestyle
Ini yang Akan Terjadi Jika Kalian Kurang Tidur...