Current Issues

Peneliti Terbaru di Kanada: Masker Tak Ganggu Pernapasan Saat Olahraga

Dwiwa

Posted on November 7th 2020

Selama ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar orang-orang tidak memakai masker saat berolahraga. Sebab masker dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan bernapas dengan nyaman.

Tetapi sebuah penelitian baru di Kanada ini mengejutkan. Mereka menemukan fakta bahwa masker tidak menghalangi pernapasan bagi beberapa individu sehat, bahkan saat latihan berat. Penelitian dilakukan para peneliti dari University of Saskatchewan (USask). Penelitian itu dipublikasikan pada Selasa (3/11) di Journal of Environmental Research and Public Health.

Penelitian ini mengukur kadar oksigen dalam darah dan otot. Obyek penelitiannya adalah 14 orang. Terdiri dari 7 pria dan 7 wanita selama yang menjalani tes ergometri, gold standard untuk kebugaran aerobik. Ke-14 orang tersebut diukur kadar oksigennya dalam tiga kondisi berbeda. Yakni saat tidak mengenakan masker, mengenakan masker kain, dan mengenakan masker bedah.

“Selama ini mereka berpikir jika (masker) akan mempengaruhi pernapasan ketika kalian berolahraga dan itu akan mempengaruhi kesehatan saat berolahraga. Temuan kami memperlihatkan kebalikannya, itu tidak berpengaruh,” jelas profesor Kinesiologi Phil Chilibeck, penulis senior penelitian tersebut.

Ya, selama ini memang banyak pertanyaan terkait penggunaan masker saat berolahraga. Banyak yang menganggap pemakaian masker selama olahraga berat dapat mengganggu pengambilan oksigen. Atau bisa juga meningkatkan pernapasan ulang karbondioksida, yang mengarah ke kondisi (hipoksia hiperkapnik). Itu adalah kondisi di mana terjadi peningkatan karbondioksida menggantikan oksigen dalam darah.

Dari hasil tes bersepeda aerobik yang dilakukan pada para peserta penelitian, hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan saturasi oksigen arteri (oksigen dalam darah) atau indeks oksigenasi jaringan (oksigen dalam otot).

Dalam penelitian ini, para peneliti juga mengukur bagaimana tenaga yang dirasakan peserta tes. Skala 1 hingga 10 diterapkan. Mulai dari sangat nyaman, hingga harus mengerahkan upaya maksimal ketika bermasker saat tes. "Hasilnya pun tidak terpengaruh saat menggunakan masker bedah atau kain, kata Chilibeck.

Masker yang digunakan dalam penelitian ini termasuk masker bedah tiga lapis dan masker kain tiga lapis –yang merupakan standar kesehatan masyarakat baru untuk masker kain.

Pejabat kesehatan Kanada sendiri telah mengeluarkan berbagai anjuran tentang pemakaian masker. Termasuk agar orang yang berolahraga apapun di gym, yang tidak meningkatkan detak jantung dan pernapasan secara signifikan, agar memakai masker.

Sebuah penelitian serupa yang lebih besar sedang ditinjau untuk publikasi di Texas. Penelitian itu melanjutkan hasil dari peserta lain yang mengatakan masker tidak mempengaruhi kinerja jangka pendeknya, tetapi kemungkinan mempengaruhi daya tahannya untuk melakukan olahraga dalam waktu yang lebih lama. Peserta lain juga ada yang mengatakan bahwa "saturasi oksigen" memang sama saat menggunakan masker ataupun tidak. Tetapi latihannya jadi terasa lebih berat ketika harus bermasker.

Chilibeck sendiri mengatakan pada CTVNews.ca bahwa mereka tidak ada rencana melakukan penelitian lebih luas saat ini. Namun, mereka akan melakukan penelitian lebih besar, yang akan mencakup lebih banyak peserta dan latihan gym khusus. Termasuk dicoba pada olahraga angkat beban.(*)

SUMBER: Media Release University of Saskatchewan (USask)

 

Related Articles
Current Issues
Sebelum Suntik Vaksin, Lakukan Dua Hal Ini Agar Respon Imun yang Muncul Maksimal

Current Issues
Begini Efeknya Kalau Kalian Pakai Maskernya Gak Bener...

Current Issues
Pandemi Bukan Halangan Tampil Stylish. Cek Aja Face Shield Louis Vuitton Ini