Korea

Konsep Avatar Mulai Ramai, Pengamat Industri Hiburan Khawatirkan Ini

Delima Pangaribuan

Posted on November 4th 2020

(SM Entertainment)

 
Mungkin emang udah zamannya semua-semua sekarang serba digital dan AI. Makanya untuk urusan peridolan pun, segelintir orang sudah terpikir untuk pakai member maya atau avatar bagi grupnya. Misalnya K/DA yang seluruh member-nya merupakan karakter game online League of Legend.
 
Ada juga aespa dari SM Entertainment yang siap debut dengan konsep avatar, member asli dan member dunia maya. Namun, melansir Koreaboo, pengamat peridolan menilai ada potensi dampak negatif dari tren ini.
 
Adalah In Ji-woong, seorang idol trainer yang mengkhawatirkan dampak negatif tersebut. In Ji-woong bilang bahwa konsep avatar sebenarnya boleh-boleh saja karena mengikuti perkembangan teknologi. Tapi agensi yang menggunakan konsep itu harus memikirkan dampak lain yang mungkin bakal buruk banget buat para member.

 
Menurut In Ji-woong, karakter game atau avatar merupakan karakter dunia maya yang bisa diakses oleh semua orang. Dalam artian karakter ini bisa di-reproduce atau produksi ulang sesuai imajinasi fans masing-masing. Masalahnya, kalau dicari fanart dari karakter dunia maya, banyak yang gak senonoh dan kurang sopan.
 
Hal ini saja sudah terjadi pada karakter League of Legend yang menjadi basis dari K/DA. Tapi, karakter yang digunakan memang nggak merujuk langsung pada member dunia nyatanya. Jadi kalaupun karakter fiksi itu diproduksi ulang menjadi sesuatu yang vulgar, gak akan seberpengaruh itu buat member dunia nyata.
 
Lain cerita kalau aespa. In Ji-woong bilang kalau avatar aespa ini dibuat benar-benar based on member asli dan mewakili betul member manusia dunia nyata. Nah, kalau sudah begitu, maka setiap produksi ulang terhadap karakter avatar itu bakal berdampak juga buat member manusia.

 
"Bayangkan sebuah karakter yang dibuat terinspirasi dari aku akan digunakan secara bebas di dunia maya sebagai karya kedua (produksi ulang)," jelas In Ji-woong.
 
Penggunaan avatar juga dianggap sebagai objektifikasi terhadap member manusia. Memang idol manusia tidak bisa sebebas itu kita reproduce karena ada hukum pidana yang menjerat. Paling-paling cuma bisa dibikin fanfiction, itu pun tanpa visual. Berbeda kalau karakter avatar, jauh lebih bebas dan batasannya ngeblur.
 
Catatan: Produksi ulang yang dimaksud ini adalah yang dikomersialisasi juga ya, guys. Artinya orang yang bikin ulang itu dapet duit.
 
Tapi, sekedar bikin fanart pun bisa berbahaya. Bukan masalah copyright aja, tapi orang-orang berkesempatan bikin fanart yang vulgar. In Ji-woong khawatir ini akan berpengaruh ke para member aespa.
 
Gimana menurut kalian, guys? (*)
 
Related Articles
Korea
Temukan Banyak Kemiripan dengan Grup Lain, Warganet Tuding aespa Plagiat

Korea
Warganet Anggap Avatar Member aespa Kurang Seimbang

Korea
Pertama Kali Debut dengan AR, SM Umumkan Detail Performance Perdana aespa