Interest

Khawatir Memiliki Kanker Kulit? Coba Aplikasi Miiskin Untuk Lakukan Deteksi Dini

Dwiwa

Posted on November 2nd 2020

(USA Today)

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang membutuhkan deteksi dini agar nyawa bisa diselamatkan. Tetapi sayangnya, akibat pandemi Covid-19 screening terhadap kanker sulit untuk dilakukan.

Tetapi untungnya, para ilmuwan telah menciptakan sebuah aplikasi canggih yang bisa membantu kita untuk melakukan deteksi dini. Aplikasi yang diberi nama Miiskin ini akan membantu menjembatani kesenjangan perawatan kesehatan untuk kanker kulit.

Dilansir dari USA Today, ini merupakan aplikasi bertenaga kecerdasan buatan (AI) pertama yang menggunakan pemetaan kulit seluruh tubuh dan augmented reality untuk melacak tahi lalat, bintik, dan perubahan kulit secara digital dari waktu ke waktu.

Menurut laporan Epic Health Research Network pada Juli, jumlah screening kanker pada bulan-bulan awal pandemi menurun 94 persen di seluruh Amerika. Padahal menurunnya jumlah orang yang melakukan pemeriksaan rutin ini bisa memicu terlewatnya diagnosis kanker dan menunda pengobatan.

Di Amerika sendiri, satu dari lima orang diketahui memiliki kanker kulit selama hidup mereka. Akibat Covid, screening kanker kulit mengalami penurunan di awal tahun. Dan kehadiran aplikasi ini akan mempermudah dokter dan pasien dalam mengawasi kulit dari waktu ke waktu.

”Orang bisa menggunakannya untuk mendokumentasikan kulit dari bulan ke bulan, dan kemudian (membagi hasilnya) dengan dermatologis atau penyedia perawatan primer mereka. (Hingga) 80 persen melanoma muncul sebagai tanda atau tahi lalat baru dan hanya 20 persen berasal dari tahi lalat yang sudah ada. Jadi melacak perubahan dalam kulit penting untuk mengetahui kanker kulit lebih awal,” ujar Jon Friis, penemu Miiskin.

Aplikasi ini bukan menjadi pengganti kunjungan virtual maupun langsung dengan dokter atau penyedia layana kesehatan. Selain itu, ini juga tidak bisa mengevaluasi tingkat risiko dan mendiagnosis kanker kulit. Sebab aplikasi dibuat untuk membantu pasien melakukan pengawasan mandiri diantara pemeriksaan kulit rutin.

Cara kerjanya sederhana. Kalian cukup mendownloadnya di Google Play maupun App Store, masukkan informasi pribadi seperti tanggal lahir dan e-mail. Kemudian akan ada petunjuk cara menggunakannya, seperti meletakkan ponsel diantara buku dan mengambil beberapa gambar – entah seluruh tubuh atau close-up di bagian tertentu.

Versi gratis dari aplikas ini memungkinkan kalian melacak tiga tahi lalat dan tanda yang ada, melakukan perbandingan foto secara berdampingan, dan mengatur pengingat untuk mengambil gambar baru setiap minggu.

Sementara untuk versi premium, yakni seharga USD 24, 85 per tahun atau USD 4,99 per bulan dapat digunakan untuk mendeteksi tahi lalat dan tanda dalam jumlah tidak terbatas. Termasuk juga fitur-fitur canggih seperti yang perusahaan sebut sebagai Automatic Skin Imaging (ASI) yang menggunakan penglihatan komputer teknis Apple ARKit 3.

Wah bakal ngebantu banget yah kalau ada aplikasi ini. Sayangnya Miiskin belum tersedia di Indonesia nih guy. Mudah-mudahan aja ya bisa segera sampai ke Indonesia, atau mungkin ada nih di antara kalian yang bisa bikin aplikasi serupa? (*)

Related Articles
Current Issues
Menilik 5 Wabah Terparah Sepanjang Sejarah dan Bagaimana Mereka Diakhiri

Current Issues
Kecerdasan Buatan Bisa Jadi Solusi untuk Perjalanan Lebih Aman Saat Pandemi

Current Issues
Ilmuwan: Covid-19 Hanya Awal dari "Era Pandemi"