Tech

Twingate, Solusi Pengganti VPN Bagi Karyawan Kantoran

Ahmad Redho Nugraha

Posted on October 29th 2020

VPN alias virtual private network merupakan aplikasi andalan semua orang dalam mengakses situ-situs tertentu yang diblokir oleh pemerintah. Tren penggunaan VPN di suatu negara biasanya akan naik saat terjadi huru-hara, atau saat pemerintah memblokir beberapa situs internet.

Padahal awalnya VPN dikembangkan bukan untuk begitu. VPN pada dasarnya menciptakan sebuah saluran terenkripsi yang menghubungkan perangkat gawai atau komputer dengan server perusahaan pengembang.

Seluruh trafik internet oleh perangkat-perangkat tersebut disalurkan ke bagian infrastruktur IT perusahaan tersebut, sehingga trafik seluruh perangkat tersebut berkumpul pada satu jaringan yang sama. VPN awalnya didesain untuk memastikan jika karyawan pada suatu perusahaan yang bekerja secara remote dapat tetap terhubung di jaringan internet kantornya pada waktu kerja.

Namun seiring dengan maraknya praktik work from home, makin banyak orang yang bekerja secara remote, dan penggunaan VPN pun menjadi makin tidak efisien.

Dengan memasukkan trafik internet seluruh perangkat ke dalam satu saluran, VPN berpotensi memperlambat jaringan internet, karena saat suatu perangkat terhubung ke VPN, maka semua aktivitas internetnya yang tidak berhubungan dengan kantor sekalipun akan ikut tersalurkan ke saluran enkripsi VPN. VPN secara otomatis menyimpulkan jika semua perangkat yang bergabung ke jaringannya adalah perangkat yang aman.

Seolah hadir untuk mengatasi masalah tersebut, sebuah perusahaan IT bernama Twingate mengembangkan sistem arsitektur jaringan yang berbeda dengan VPN, dimana para penggunanya dapat memisahkan dengan jelas trafik internet pribadi dan korporasi. Sistem yang dibuat oleh Twingate ini dapat mengubah pola kerja semua orang di dunia yang tengah dilanda pandemi.

CEO Twingate, Tony Huie pernah bekerja selama lima tahun di Dropbox dengan jabatan terakhir sebagai kepala bagian ekspansi pasar baru dan internasional. Dropbox adalah perusahaan teknologi penyedia jasa penyimpanan file dalam ukuran besar. Ide untuk membuat Twingate muncul saat Huie masih bekerja di Dropbox yang memanfaatkan teknologi penyimpanan Cloud.

"Saat aku berada disana (Dropbox), aku terkesan pada bagaimana gagasan ini dapat mengubah pola kerja semua orang dan organisasi, serta bagaimana ide ini akan mengatur ulang realitas tersebut menjadi lebih efektif," ujarnya. 

Twingate dapat menghubungkan perangkat milik karyawan suatu perusahaan ke jaringan perusahaannya dengan cara yang lebih fleksibel daripada yang dilakukan VPN selama ini. Pengguna Twingate dapat mengatur aplikasi di perangkatnya agar terkoneksi ke internet via server atau pusat data yang berbeda dengan server kantor.

Penggunaan Twingate bukan hanya dapat membuat trafik internet para penggunanya menjadi lebih efisien, tetapi juga menawarkan teknologi "congestion" yang membuat aktivitas routing menjadi lebih adaptif terhadap perubahan kondisi jaringan internet demi meningkatkan performa.

Twingate juga membuat para staf IT di perusahaan penggunanya dalam mengalibrasikan kebijakan keamanan pada jaringan internet kantornya sesuai kebutuhan kantor dan karyawan. Fleksibilitas dan penyesuaian tersebut sangat bermanfaat bagi para staf IT, karena mereka dapat meningkatkan keamanan jaringan kantor dan membuat penggunaan internet di kantor menjadi lebih nyaman bagi semua karyawan. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Enak Banget, Spotify Tawarkan Pegawainya Kerja Remote dengan Gaji Utuh

Tech
Teknologi Facial Recognition Dikembangkan untuk Mengenali Wajah Bermasker

Tech
Google Resmi Hubungkan Jaringan Internet Eropa-AS via Kabel Bawah Laut 'Dunant'