Tech

Rugi Karena Pandemi, Marriott International Jalin Kemitraan dengan Grab

Ahmad Redho Nugraha

Posted on October 29th 2020

Usaha di bidang restoran dan hotel sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Terbukti, baru-baru ini Zomato menutup kantor operasional mereka di Indonesia.

Sadar akan pentingnya pivot dalam menjalankan usahanya, kini jaringan Marriot International pun memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan Grab dalam mempertahankan bisnis penyediaan makanan mereka di enam negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Dalam kemitraan barunya dengan Grab, Marriott International berfokus pada 600 cabang restoran dan bar mereka yang tersebar di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Thailand. Menu kerjasama dengan restoran milik Marriot International ini nantinya akan diluncurkan di platform Grab pada November mendatang.

Marriott Internasional menyebut kerjasama tersebt sebagai "integrasi pertama mereka yang ekstensif dengan platform super app di ASEAN dan merupakan kesepakaan Grab yang paling komprehensif sejauh ini dengan perusahaan penyedia jasa penginapan."

Marriott Internasional sendiri merupakan perusahaan hotel terbesar dunia saat ini. Namun pada kuartal kedua pandemi, mereka mencatatkan rugi sebesar USD 234 juta (Rp 3,42 triliun), berbanding terbalik dengan keuntungan mereka di tahun sebelumnya sebesar USD 232 juta (Rp 3,39 triliun).

Arne Sorenson, chief executive Marriot International mengatakan jika periode tersebut adalah periode terburuk yang pernah mereka lewati, walaupun kini bisnis mereka sudah mulai membaik di wilayah Tiongkok.

Marriot dan Grab akan mengintegrasikan sistem pembayaran mereka, sehingga nantinya poin GrabReward akan dapat dikonversi menjadi poin Marriott Bonvoy, demikian pula sebaliknya. Grab sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan di bidang jasa perhotelan dan akomodasi seperti Booking.com dan Klook, namun Marriot International adalah yang terbesar sejauh ini. (*)

Artikel Terkait
Tech
Grab Indonesia : Batalkan Pesanan Selama New Normal Tidak Didenda

Current Issues
Pakar WHO Sebut Tes Harus Lebih Berperan Dalam Perjalanan Internasional

Current Issues
Makin Bertambah, Kini Ada 15 Aplikasi Terintegrasi dengan PeduliLindungi