Hobi

Kadung Borong Kartu Pokemon seharga Rp 5,5 Miliar, Ternyata Palsu

Ahmad Redho Nugraha

Posted on October 29th 2020

Hobi mengumpulkan kartu Pokemon jadi semakin populer semenjak pandemi Covid-19. Harga koleksi ini pun naik gila-gilaan di berbagai situs lelang dan jual beli online.

Rabu (28/10) lalu, sekelompok orang menyiarkan langsung sebuah transaksi pembelian satu pak kartu pokemon edisi perdana seharga USD 375 ribu (sekitar Rp 5,5 miliar) via YouTube. Siaran tersebut bahkan diawasi langsung oleh seorang petugas keamanan yang disewa untk berjaga-jaga.

Namun sayangnya, berdasarkan laporan The Guardian, kartu-kartu tersebut ternyata palsu. Beruntung, transaksi pembelian belum tuntas, sehingga uang pembelinya masih aman.

Tayangan tersebut disiarkan via tayangan di kanal Youtube Dumb Money yang dibawakan oleh Dave Hanson, Chris Camillo dan Jordan Mclain. Mereka terinspirasi oleh aksi pembelian kartu Charizard langka seharga USD 182.812 (sekitar Rp.2,7 miliar) oleh seorang rapper, Logic.

Kotak kartu Pokemon yang dibeli oleh Dumb Money berisi 36 kartu yang belum dibuka dari bungkusnya. Mereka membelinya dari Jake Greenbaum, seorang spekulan mata uang kripto yang terkenal dekat dengan YouTuber Logan Paul. Greenbaum sendiri memperoleh kartu pokemon yang dijualnya tersebut seharga USD 200 ribu (Rp.2,9 miliar). 

 

Dumb Money memutuskan apabila kartu tersebut terbukti asli, maka mereka akan membelinya dan menahannya selama satu tahun, kemudian melelang kartu tersebut di Las Vegas. Uang hasil pelelangan tersebut nantinya akan didonasikan kepada yayasan sosial.

"Selagi yayasan itu bukan yayasan yang berpolitik, kami akan mendonasikan uang lelang tersebut 100%," demikian ujar Camillo.

Namun hal tersebut tidak terjadi, karena semua kartu tersebut ternyata palsu.

Saat mereka membuka kotak kartu tersebut, mereka mengecek semua kartu di dalamnya. Tidak semua kartu di dalamnya termasuk ke edisi pertama. Beberapa kartu telah dibuka sebelumnya, dan jelas-jelas disegel ulang oleh penjual pertamanya yang tidak bertanggung jawab.

Greenbaum sendiri sebelumnya dikenal sebagai admin Twitter JBCryptoKing dan merupakan "konsultan Pokemon pribadi" Logan Paul. Greenbaum  mengaku tidak tahu jika kartu yang dia jual ternyata palsu. Dia membeli pak kartu tersebut dari seseorang di Dallas, Texas.

Chris Camillo yang merupakan bintang tamu dalam siaran unboxing tersebut sebelumnya mengatakan jika tren koleksi kartu Pokemon bukanlah tren biasa, dan dia melihat peluang keuntungan jangka panjang dalam berinvestasi ke item tersebut.

Saat dihubungi oleh jurnalis The Guardian, Camillo mengaku jika dia masih shock karena kejadian tersebut, namun dia mengatakan jika uangnya masih ada di tangannya.

"Kami sangat berhati-hati," ujarnya. "Aku merasa kasihan kepada penjualnya. Ini akan mengguncang dunia kolektor kartu pokemon." (*)

Artikel Terkait
Hobi
Pokémon Go Kolaborasi Bareng Ed Sheeran, Ada Konser Virtual dengan Squirtle!

Hobi
Siap Dirilis September Nanti, Nintendo Switch Pro akan Dipamerkan di E3 2021

Hobi
Balon Udara Tim Rocket Muncul Lagi di Game Pokemon Go!