Current Issues

Mendekati Musim Dingin, Kasus Covid-19 Makin Melonjak di Eropa dan Amerika

Dwiwa

Posted on October 27th 2020

Sejumlah negara di belahan bumi utara mencatat rekor kasus harian baru dalam beberapa hari terakhir. Mendekati musim dingin, negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, dan lainnya mengalami lonjakan kasus yang memaksa sebagian memberlakukan pembatasan sosial.

Dilansir dari Reuters, jumlah pasien Covid-19 di Amerika Serikat yang dirawat di rumah sakit mencapai angka tertinggi dalam dua bulan. Ini membuat sistem perawatan kesehatan di beberapa negara bagian mulai kewalahan.

Namun laporan lonjakan ini mendapat kecaman dari Presiden Donald Trump. Dia mengulangi klaim tidak berdasar bahwa kasus Covid-19 meningkat karena ada pengujian lebih banyak. Sebuah pernyataan yang tidak didukung data dan telah ditolak para ahli.

Berdasarkan analisis Reuters, pada minggu lalu kasus Covid-19 di Amerika Serikat meningkat hingga 24 persen. Sementara jumlah tes yang dilakukan naik 5,5 persen.

Hal hampir serupa pun terjadi di benua Eropa, dimana sebagian negara dilaporkan mencatat rekor kasus baru. Perancis menjadi yang terbanyak dan membuat rekor kasus harian pada Minggu (25/10) dengan 50 ribu kasus.

Jean-Francois Delfraissy, yang mengepalai dewan penasehat pemerintah, mengatakan kepada RTL Radio bahwa ada kemungkinan Perancis bisa mengalami peningkatan hingga 100 ribu dalam sehari. Selain lonjakan kasus positif,  kasus kematian di Eropa pun sudah mencapai angka 250 ribu.

Pemerintah mulai putus asa menghindari lockdown yang telah menekan penyebaran pada awal tahun dengan risiko menutup seluruh perekonomian. Namun, adanya lonjakan kasus baru yang terus terjadi memaksa banyak negara Eropa memperketat pembatasan.

“Kami menghadapi bulan-bulan yang sangatm sangat sulit ke depan,” ujar Kanselir Jerman Angela Merkel seperti dilansir dari harian Bild. Dia berencana menerapkan lockdown versi ringan dengan fokus menutup bar, retoran dan acara publik.

Pemerintah Spanyol menghadapi reaksi keras atas rencananya untuk menetapkan kondisi darurat di negara tersebut selama enam bulan. Partai oposisi mengatakan enam bulan terlalu lama, sementara epidemiologis mengatakan ini mungkin sangat terlambat dan beberapa warga menolak jam malam.

Rusia mencatat rekor harian tertinggi pada Senin (26/10) dengan kasus mencapai 17.347 bersamaan dengan peringatan jika pandemi mulai berdampak besar di luar Moskow. Negara ini pun telah tercatat sebagai penyumbang kasus terbanyak keempat di dunia dengan 1,5 juta infeksi.

Di Italia, negara Eropa yang paling terpukul pandemi pada Maret, memberlakukan pembatasan baru. Restoran dan bar diperintahkan untuk ditutup mulai pukul 6 sore, bioskop dan gym ditutup dan memberlakukan jam malam lokal di beberapa wilayah.

Menurut catatan Reuters, ada lebih dari 43 juta kasus Covid-19 dan 1,15 juta kematian di berbagai belahan bumi. Amerika Serikat pun memimpin sebagai negara dengan kasus positif dan kematian terbanyak.

Salah satu kabar baik di tengah lonjakan kasus ini adalah hasil menggembirakan dari pengembangan vaksin oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc yang dapat menghasilkan respon kekebalan pada orang tua dan anak muda.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan jika vaksin ini tidak akan langsung tersedia secara luas. “Kami belum sampai di sana,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan vaksin ini juga menghadapi tantangan besar, baik secara ilmiah maupun tanggapan dari masyarakat. Sebuah survei menunjukkan jika hanya setengah dari warga Amerika yang bersedia divaksin karena khawatir akan keamanan, keefektifan, serta proses persetujuannya.

Sedangkan di Rusia, vaksin sudah memberikan persetujuan regulasi bagi vaksin Covid-19 pada Agustus, tidak sampai dua bulan dari pengujian terhadap manusia. Para ilmuwan Barat pun merasa skeptis dengan keputusan ini. Tetapi itu tidak menghentikan regulator untuk menyetujui baksin kedua pada awal bulan ini. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Eropa Minta Kaum Muda Bantu Hentikan Penyebaran Covid-19

Current Issues
Polusi Udara di Eropa Menurun, tapi Penggunaan Plastik Melonjak Selama Lockdown

Current Issues
Kasus Covid-19 di Amerika Cetak Rekor. Sehari, Catatkan 83 Ribu Pasien Positif