Current Issues

Berapa Lama Sih Kita Boleh Nggak Pakai Masker Saat Ngobrol?

Dwiwa

Posted on October 24th 2020

Berbulan-bulan setelah pandemi Covid-19 merebak ke berbagai penjuru dunia, mulai jelas jika virus corona jenis baru ini menular melalui droplet. Baik droplet besar maupun aerosol yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan berbicara.

Dilansir dari Bestlife, dalam pedoman terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) disebutkan jika menghabiskan waktu 15 menit dalam waktu sehari dengan orang terinfeksi dalam jarak 1,8 meter meningkatkan risiko tertular virus. Menurut para ahli medis, laporan yang menjadi dasar pedoman terbaru CDC ini akan membuat jumlah kontak dekat menjadi meningkat tajam. Tetapi di sisi lain, ini juga menggarisbawahi pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).

Dalam laporan yang dibuat bersama dengan pejabat kesehatan di Vermont, CDC menemukan jika seorang penjaga tahanan berusia 20 tahun tertular virus setelah melakukan 22 kali kontak singkat dengan orang terinfeksi. Jika ditotal, dia hanya melakukan kontak selama 17 menit selama shift 8 jam.

Setiap interaksi bahkan hanya berlangsung selama 10 hingga 60 detik dan sang penjaga selalu memakai masker dan kacamata pelindung.  Sementara itu, ada beberapa interaksi di mana pasien yang terinfeksi tidak menggunakannya.

Jadi apa artinya ini?

"Tidak ada periode yang aman untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang di luar ‘gelembung’ jika tidak ada yang memakai masker. Sangat penting bagi orang-orang untuk memakai masker jika ingin nongkrong bersama seseorang dalam periode tertentu, meskipun itu kurang dari 15 menit," ujar dokter Ashish Jha, dekan dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Brown kepada CNN.

Nah, jadi di ingat yah guys. Kalau kalian sedang berkumpul bersama teman-teman, pastikan semuanya bermasker dan menjaga jarak setidaknya dua meter. Jika ada satu saja yang tidak bermasker, maka risiko kalian tertular Covid-19 bisa meningkat loh.

Sebab nih, kita tidak tahu apakah orang yang sedang kita ajak berbincang memiliki virus atau tidak sampai dia menjalani tes. Bisa jadi dia terpapar tetapi tidak memiliki gejala. Bukan berburuk sangka, tetapi hanya untuk berjaga-jaga.

Sebagai antisipasi, kalian juga bisa menyiapkan beberapa masker cadangan yang baru untuk jaga-jaga jika ada teman tongkrongan yang lupa memakai. Selain itu juga usahakan  untuk membuat acara di luar ruangan agar risiko terjadinya penularan menurun yah.

Yang harus diingat, jika kalian melindungi diri sendiri sama artinya dengan melindungi orang-orang rentan yang kalian sayang loh. Sebab jika terpapar mungkin kalian akan baik-baik saja atau hanya sakit ringan karena masih muda. Tetapi orang-orang rentan tersayang bisa jadi sakit parah atau bahkan kehilangan nyawa.(*)

Related Articles
Current Issues
Masih Bingung Kenapa Masker Itu Penting? Simak Jawaban Para Ilmuwan Ini

Current Issues
BPS: Makin Banyak Orang Memakai Masker, Tetapi Tidak Semuanya Mencuci Tangan

Current Issues
Lampaui Filipina, Indonesia Jadi Negara Dengan Kasus Tertinggi di Asia Tenggara