Interest

Suka Delivery Order? Hati-Hati Loh, Bisa Jadi Makanan Kamu Mengandung Plastik

Dwiwa

Posted on October 22nd 2020

Memesan makanan dari rumah dianggap lebih aman dari penularan Covid-19 daripada makan di tempat. Namun menurut sebuah penelitian, justru ada bahaya lain yang mengintai dari kebiasaan baru ini, yakni plastik.

Dilansir dari Bestlife, sebuah penelitian yang dilakukan oleh East China Normal University menemukan jika makanan yang dikirimkan ke rumah tertutupi oleh potongan-potongan kecicl plastik.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal Hazardous Materials ini menganalisis wadah takeout yang dibuat dari jenis plastik umum dari lima kota di seluruh Tiongkok. Wadah ini kemudian ditempatkan pada beberapa kondisi berbeda seperti dibilas dan direndam dalam air panas.

Hasilnya, ada potongan-potongan kecil plastik jatuh dari dalam wadah ke makanan. Jenis wadah terburuk adalah yang dibuat dari polystyrene dengan permukaan kasar. Wadah ini menumpahkan mikroplastik sebanyak 29 buah.

Menurut penulis ini berarti siapapun yang memesan makanan takout empat hingga tujuh kali seminggu kemungkinan menelan 12 hingga 203 potong mikroplastik per minggu. Jika diakumulasikan itu sama dengan 10.556 buah setahun. Waduh.

Sayangnya, masih sedikit yang diketahui soal efek pasti yang ditimbulkan dari menelan plastik bagi kesehatan. Washington Post melaporkan sebuah penelitian terbatas telah membuat para ahli percaya jika ini berpengaruh pada hormon dan kesuburan, menyebabkan kerusakan sistem saraf, dan berpotensi menimbulkan kanker.

Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh World Wide Fund for Nature (WWF), yang dilakukan oleh Univesity of Necastle, Australia, lingkungan kita telah dipenuhi partikel plastik. Diperkirakan rata-rata manusia mengonsumsi sekitar 5 gram plastik dalam seminggu,  ini hampir sama dengan kartu kredit.

Lalu bagaimana cara kita mengurangi jumlah plastik yang tidak sengaja masuk ke dalam makanan? Berikut ada beberapa tips sederhana untuk mengurangi jumlah mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh.

 

1. Hindari Minum Air Kemasan

Ini mungkin terlihat praktis, tetapi minum air kemasan juga menjadi salah satu cara yang berpotensi membuat kita menelan mikroplastik dalam jumlah banyak. “Aku jelas menjauhi kemasan plastik dan mencoba menghindari air kemasan sebanyak mungkin,” jelas Kieran Cox, kandidat PhD yang memimpin studi mikroplastik baru-baru ini pada The Guardian.

 

2. Jangan Memanaskan Makanan dengan Wadah Plastik

Jika kalian ingin memanaskan sisa makanan, jangan pernah sekali-kali menggunakan wadah berbahan plastik. Para ahli mengatakan jika cara ini akan membuat bahan kimia larut ke dalam makanan. Sebagai gantinya, pindahkan makanan ke dalam mangkok keramik atau gelas sebelum dipanaskan.

Hal yang sama juga berlaku saat membuat susu formula ya. Jangan gunakan botol plastik. Sebab menurut sebuah penelitian dari Trinity College Dublin, hal ini juga memiliki efek yang sama.

 

3. Jangan Menaruh Plastik di Mesin Pencuci Piring

Nah, bagi yang mempunyai mesin pencuci piring, jangan sekali-kali mencuci wadah berbahan plastik di sini ya, Menurut American Academy of Pedriatrics, wadah plastik ini juga bisa mentransfer bahan kimia ke makanan setelah mengalami proses pemanasan dalam mesin cuci piring. Jika memang bisa digunakan kembali, plastik sebaiknya dicuci secara manual.

 

4. Singkirkan Panci Anti Lengket Usang

Teflon mungkin menjadi keajaiban karena membuat proses pencucian jadi lebih cepat dan mudah. Namun seiring waktu, teflon mulai mengikis dan jatuh dari panci dan wajan menjadi potongan-potongan kecil.

Sebuah penelitian di Kanada yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan jika wajan yang mengalami suhu pemanasan biasa mulai rusak setelah digunakan dua tahun. Jika khawatir, kalian bisa menggunakan peralatan masak dari bahan alumunium, keramik atau wajan besi cor.  (*)

 

Related Articles
Interest
Restoran Ini Hanya Layani Satu Pelanggan Setiap Harinya Selama Pandemi

Interest
Hadapi Pandemi COVID-19, Warga Pakistan Galang Dana Lewat Zakat

Interest
Kreatif, Thai Airways Daur Ulang Rompi Pelampung Jadi Tas Edisi Terbatas