Hobi

'Real', Manga Tentang Pemain Basket Kursi Roda Kembali Setelah Hiatus 5 Tahun

Ahmad Redho Nugraha

Posted on October 18th 2020

Beberapa tahun belakangan, popularitas manga bergenre olahraga kembali bersinar di tengah para penggemar manga dan anime. Jika Haikyuu mempopulerkan rivalitas antar sekolah dalam pertandingan voli, Kuroko's Basketball memperkenalkan pertandingan basket yang kompetitif di antara anak-anak SMA. Tapi jauh sebelum itu, komik olahraga sebenarnya sudah lama bersinar di Inodnesia.

Di akhir tahun 90-an, RCTI sempat menayangkan Slam Dunk, manga yang bercerita tentang kompetisi basket antara SMA di Jepang. Anime tersebut diadaptasi dari manga berjudul sama yang digarap oleh Inoue Takehiko. Beberapa tahun setelah Slam Dunk tamat, Inoue Takehiko melanjutkan kariernya membuat manga dengan menciptakan "Real", manga yang juga bercerita tentang olahraga basket. Bedanya, Real menceritakan tentang basket kursi roda.

Manga Real mengeksplorasi tema yang lebih gelap dan dewasa dibandingkan Slam Dunk. Takehiko bukan hanya menceritakan tentang rivalitas antar pemain basket kursi roda, tetapi juga isu psikologis, khususnya inferiority complex yang dialami karakter-karakternya. Manga ini sempat hiatus selama 5 tahun sejak tahun 2014 hingga 2019. Tapi tahun ini, Real akhirnya kembali menerbitkan volume ke-15, volume pertamanya dalam 5 tahun terakhir.

Real mendapat apresiasi dari banyak pihak karena gaya berceritanya yang realistis mengenai kehidupan para penyandang difabel. Kazuyuki Kyoya, salah seorang pebasket kursi roda Jepang pun mengakui kehebatan Takehiko dalam mengisahkan manga buatannya.

Jika Slam Dunk adalah tipikal manga olahraga yang bisa dibayangkan semua orang, maka Real menggunakan penceritaan yang lebih humanis dan luas, di mana atlet-atlet yang memiliki kekurangan fisik menjadi sentral dari ceritanya. Bagian inilah yang membuatnya berbeda dengan manga bergenre olahraga lainnya. Pembaca diajak menyelami psikologi karakternya yang sangat "real" saat mereka melewati rehabilitasi setelah luka berat yang membuat mereka menjadi cacat.

Real memiliki tiga karakter remaja yang masing-masing berjuang untuk hidup sebagai bagian yang terpinggirkan di dalam masyarakat: Nomiya Tomomi, seorang drop out SMA yang berusaha bangkit dari rasa traumanya akibat kecelakaan yang membuat kakinya lumpuh. Lalu ada Togawa Kiyoharu, seorang mantan atlet lari yang kakinya diamputasi karena penyakit osteosarcoma. Serta Takahashi Hisanobu yang berusaha menerima kenyataan bahwa kakinya menjadi lumpuh setelah ia ditabrak truk.

Ketiga karakter ini mengajak para pembacanya untuk mengetahui bagaimana rasanya diperlakukan berbeda oleh masyarakat karena kekurangan fisik. Dan, bagaimana ketiga karakter tersebut akhirnya menemukan harapan untuk menjadi atlet olahraga profesional lewat olahraga basket kursi roda.

Takehiko sebelumnya hiatus pada 2014 dikarenakan kesehatan fisik dan mentalnya yang menurun. Selain Real, Inoue Takehiko juga saat ini tengah menggarap manga berjudul "Vagabond" pada saat bersamaan, yang menceritakan tentang perjalanan spiritual seorang samurai legendaris, Miyamoto Musashi yang diadaptasi dari epik fenomenal Jepang karangan Eiji Yoshikawa.(*)

Related Articles
Hobi
Menanti Inoue Takehiko Kembali Garap 'Real', Manga Tentang Basket Kursi Roda

Sport
Setelah Lama Tamat, Slam Dunk Kembali Lewat Anime Movie

Hobi
Cinta Inoue Takehiko pada Basket tak Sekedar Berhenti di Slam Dunk