Running

Pendaftaran AZA Virtual Run Ditutup, Peserta dari Ratusan Kota

Mainmain.id

Posted on October 17th 2020

Pendaftaran kompetisi lari AZA Virtual Run resmi ditutup. Sesuai semangat panitia dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, akhirnya event ini juga diikuti para peserta dari Aceh sampai Papua. Para peserta dari ratusan kota pun sudah siap mengikuti kompetisi yang digelar dari 24-31Oktober 2020 ini. 

Dari data panitia, jumlah pendaftar melebihi target yang ditentukan. Bahkan, dua kali lebih banyak dari yang diharapkan panitia. Peserta pun tak hanya datang dari kota-kota besar. Tapi juga hampir dari seluruh kota di Indonesia. Usia peserta pun komplet. Dari yang termuda 13 tahun, sampai yang paling senior 61 tahun.

Rata-rata para peserta memutuskan mendaftar karena tahu kredibilitas DBL Indonesia selaku penyelenggara event ini. Misalnya dua peserta dari Papua dan Bandung. Ternyata mereka mengetahui AZA Virtual Run dari Mainsepeda.

Portal berita nomer satu tentang sepeda di Indonesia yang dikelola oleh DBL Indonesia. Begitu tahu penyelenggaranya, DBL Indonesia, mereka pun segera mendaftar. "Saya tahu saat event ini dibahas di podcast Mainsepeda. Saat itu membahas soal sepeda dan lari. Dari sana saya dapat pengetahuan baru dan akhirnya saya putuskan ikut AZA Virtual Run,” ujar Agus Supriyadi, cyclist senior asal Bandung.

Founder brand activewear AZA yang juga founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda mengucapkan terima kasih atas antusiasme para peserta. “Kami berharap lewat event ini kita bisa sama-sama aktif bergerak dan berolahraga,” ujarnya.

Azrul juga terkesan begitu mendengar para peserta datang dari ratusan kota di Indonesia. Bahkan melebihi ekspektasi panitia. Dan yang spesial di event ini ternyata tak sedikit yang baru pertama kali mengikuti event lari. “Jadi bukan hanya mereka yang biasa lari, tapi juga yang pemula,” ujarnya.

Azrul berharap para peserta mempersiapkan diri untuk memulai kompetisi. Sebab, event yang dijalankan bekerja sama dengan RunHood, komunitas lari terbesar di Indonesia, ini akan diselenggarakan pada 24-31 Oktober 2020. “Jangan lupa tetap menjaga keamanan dan kesehatan ketika lari nanti,” pungkas Azrul.

AZA Virtual Run diadakan bersamaan dengan perayaan Sumpah Pemuda, yang diperingati tiap 28 Oktober. Lomba lari secara daring ini akan dilaksanakan dengan dua kategori, yakni 5K dan 10K. Peserta bisa mengunakan aplikasi rekam lari apa saja. Juga dapat berlari dari mana saja sesuai domisili masing-masing. Bisa dilakukan di trek jalanan, jogging tracktrail track, bahkan mesin treadmill. Asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta tidak mengganggu ketertiban lalu lintas.

AZA Virtual Run merupakan bentuk komitmen jangka panjang brand AZA dalam mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berolahraga. Azrul mengatakan, sejak dulu pihaknya ingin selalu menjadi brand kebanggaan Indonesia yang bisa mematahkan batasan-batasan masyarakat dalam berolahraga.

Awalnya brand AZA berdiri untuk membuat sepatu basket yang terjangkau dan berkualitas. Di mana selama ini sepatu basket merupakan salah satu hambatan terbesar seseorang bermain basket. “Dari sana kami juga melihat pentingnya pengembangan untuk activewear lainnya, juga dalam lini olahraga lain, untuk semakin bisa mendorong masyarakat berolahraga," ujar Azrul.(*)

 

Related Articles
Running
AZA Virtual Run 2020, Ajak Masyarakat Indonesia Tetap Olahraga di Masa Pandemi

Running
Dua Hari, 200++ Peserta Serbu AZA Virtual Run

Running
Early Bird Terjual Habis, Panitia Berikan Harga Khusus Komunitas Lari