Current Issues

Sistem Ventilasi Pesawat Modern Tidak Menyebarkan Covid-19, Tapi ...

Dwiwa

Posted on October 17th 2020

Sebuah penelitian terbaru mengungkap jika sistem ventilasi yang terpasang pada pesawat modern tidak akan menyebarkan virus corona. Penelitian Departemen Pertahan AS mendukung temuan sebelumnya yang menunjukkan jika sistem ventilasi di pesawat menyaring udara dengan efisien dan mengeluarkan partikel yang dapat menularkan virus.

Dilansir dari CNN, penelitian yang belum ditinjau rekan sejawat ini tidak memperhitungkan kemungkinan lain seseorang dapat tertular virus di pesawat. Termasuk diantaranya adalah batuk atau bernafas secara langsung dihadapan orang, dari permukaan atau ruang terbatas seperti toilet.

Komando Transportasi AS, Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) dan Air Mobility Command menggunakan Boeing 777-200 dan 767-300 yang dilengkapi dengan sesnsor yang bertujuan untuk menduplikasi efek dari penerbangan yang terisi penuh.

Tim menggunakan pelacak aerosol fluorescent untuk melihat kemana perginya partikel yang dipancarkan dari “penumpang” yang batuk. Menurut tim peneliti, partikel ini tersedot dengan cepat ke dalam sistem ventilasi dan tidak mungkin mencemari permukaan terdekat atau melayang ke zona pernapasan orang yang duduk di dekatnya.

“Pengujian ini mengasumsikan bahwa masker terus digunakan dan jumlah orang terinfeksi rendah. Kontaminasi dari permukaan melalui jalur non-aerosol (droplet besar atau kontaminasi tinja) lebih mungkin terjadi di toilet dan area umum lainnya dan tidak diuji di sini,” jelas mereka.

Mereka menyebut jika jalur paparan alternatif ini lebih menantang untuk diprediksi karena ketidakpastian dari perilaku manusia. Sebuah laporan lain telah menemukan jika seseorang terinfeksi corona dalam penerbangan, diperkirakan saat melepas masker di dalam toilet.

Penelitian ini tidak memasukkan elemen pergerakan substansial di seluruh pesawat atau bandara, ruang tunggu, atau jalur pesawat, dimana tingkat perubahan udara dan interaksi manusia bervariasi.

“Demikian pula, manekin (yang digunakan sebagai pengganti penumpang) terus menghadap ke depan. Adanya ketidakpastian dalam perilaku manusia dengan melakukan percakapan dan perilaku dapat mengubah risiko dan mengarahkan kursi terdekat sebagai pasien indeks, terutama untuk droplet besar,” lanjut para peneliti.

Masih banyak hal yang belum diketahui terkait penularan Covid-19 di dalam pesawat. Dua penelitian sebelumnya mendokumentasikan kasus nyata dugaan penularan Covid dalam penerbangan.

Dua penelitian ini melibatkan kasus terkait penerbangan jangka panjang pada awal pandemi, sebelum maskapai mewajibkan penggunaan masker. Penelitian lain mendokumentasikan kasus dugaan penularan virus corona dalam penerbangan yang melibatkan seorang perempuan yang menggunakan masker N95 sepanjang penerbangan kecuali saat berada di toilet.

Penumpang yang duduk tiga baris jauhnya yang terpapar Covid-19 tetapi tidak bergejala juga menggunakan kamar kecil.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menekankan bahwa kebanyakan virus dan kuman lain tidak mudah menyebar di pesawat karenabagaimana  sirkulasi udara dan penyaringan di pesawat terjadi.

Meski begitu, mereka juga mengingatkan jika kurangnya menjaga jarak dalam penerbangan yang padat sehingga mengharuskan penumpang untuk duduk pada jarak 1,8 meter dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terpapar Covid-19.

Jadi nih guys, meskipun sistem sirkulasi udara di pesawat modern sudah ok, tetapi risiko tertular itu masih tetap ada yah. Jikalaupun itu bukan di pesawat, bisa jadi saat kalian sedang berada di ruang tunggu, di bandara, atau saat berjalan menuju ke pesawat dimana terjadi banyak interaksi antar manusia.

Tetap selalu berhati-hati. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker setiap kali keluar rumah, menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 2 meter, rajin mencuci tangan, dan tidak bepergian jauh jika tidak benar-benar penting. (*)

Related Articles
Current Issues
Peneliti: Perjalanan Panjang dengan Pesawat Bisa Munculkan Klaster Covid-19 Baru

Current Issues
Covid-19 Dapat Mengambang di Udara, Jaga Jarak 1,8 Meter Saja Tak Cukup

Current Issues
Kematian Akibat Covid-19 Tembus Sejuta, Apa yang Harus Dilakukan?