Hobi

Vietnam Ingin PES Dilombakan di SEA Games 2021

Dika Afandi N

Posted on October 15th 2020

Kesuksesan e-sports pada SEA Games 2019 di Filipina akhirnya berlanjut. Cabang olahraga itu akan kembali dihadirkan pada SEA Games 2021 yang akan digelar di Vietnam. DOTA 2, Arena of Valor, dan Pro Evolution Soccer (PES) akan dihadirkan di event dua tahunan tersebut.

Kepastian itu setelah Southeast Asia Games Federation Executive Committee baru saja mengabulkan usulan Vietnam untuk menambah empat cabang baru di SEA Games 2021. Empat cabang itu adalah triatlon, boling, jiu jitsu, dan e-sports. Meski begitu, Vietnam baru akan mengumumkan empat cabang baru tersebut pada November mendatang.

Apa saja games yang akan dilombakan di cabor e-sports? Kepastiannya belum disampaikan panitia. Namun, Wakil Presiden Vietnam Recreational Esports Association dan kepala delegasi Vietnam Esports untuk SEA Games Filipina tahun lalu sempat memberikan bocoran. Mereka ingin games yang dipertandingkan, antara lain, DOTA 2, Arena of Valor, dan Pro Evolution Soccer. Namun, masih ada tiga game lain yang masih terus dipertimbangkan. Total akan ada enam game yang dipertandingkan di SEA Games.

Kans tuan rumah untuk meraih medali di cabor itu cukup besar. Pada SEA Games 2019, Vietnam berhasil membawa tiga medali perunggu. Sementara itu, Indonesia hanya memperoleh dua medali perak. Yakni, di game Arena of Valor (AoV) dan Mobile Legends: Bang-Bang.

Saat itu di SEA Games 2019 ada 6 game yang dipertandingkan. Yakni, Arena of Valor, Mobile Legends: Bang-Bang, DOTA 2, Tekken 7, Starcraft 2, dan Hearthstone. Nah, Vietnam ingin menambahkan Pro Evolution Soccer (PES). Jadi, kemungkinan ada game-game di SEA Games 2019 yang akan tergeser.

Sebagaimana diketahui, penetapan esports sebagai cabang olahraga baru di SEA Games cukup alot. Awalnya, e-sports tidak masuk daftar cabor yang dirilis panitia penyelenggara. Namun, keputusan itu menuai protes dari negara-negara peserta lainnya.

IESPA (Indonesia e-Sports Association) selaku federasi e-sports Indonesia membuat surat rekomendasi ke NOC atau Komite Olimpiade Nasional di Indonesia untuk mengajukan keberatan. Tak hanya Indonesia, negara-negara peserta lain pun melakukan hal serupa. Ditambah juga dukungan dari AESF (Asian Electronic Sports Electronic). Akhirnya, panitia pun memasukkan e-sports sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan.(*)

Related Articles
Hobi
Tembus 3 Juta Views, M2 2021 Kalahkan The International 2019

Sport
Kalahkan Malaysia, Indonesia Resmi Masuk Final Mobile Legends di SEA Games 2019

Esports
PBESI Janjikan Bonus Rp 7 Miliar untuk Atlet Esports di SEA Games 2022