Current Issues

Ingin Liburan Aman Saat Pandemi? Ini Hal-Hal yang Harus Kalian Lakukan

Dwiwa

Posted on October 14th 2020

Liburan telah menjadi hal yang sulit untuk dilakukan semenjak pandemi Covid-19 menyebar luas. Selain karena adanya pembatasan pergerakan, ada kekhawatiran pada sebagian orang jika mereka akan tertular maupun menularkan virus di tempat tujuan.

Tetapi terkadang, melakukan perjalanan tidak bisa dihindakan karena sesuatu hal. Apalagi pandemi ini telah membuat tingkat stres sebagian besar orang meningkat. Berkunjung ke sanak keluarga atau pulang kampung rasanya menjadi salah satu hal yang banyak diinginkan orang.

Nah, jika kalian sedang merencanakan untuk melakukan perjalanan ini, protokol kesehatan tidak boleh dilewatkan sedikit pun. Selain itu, ada sejumlah pertanyaan untuk diri sendiri yang perlu kalian jawab untuk meminimalisir terjadinya penularan selama perjalanan.

Kira-kira apa saja ya pertanyaannya? Dilansir dari Insider, berikut beberapa pertanyaan yang bisa kalian ajukan ke diri sendiri sesuai dengan rekomendasi dari para paker kesehatan masyarakat.

Tahukah Kalian Apa Artinya Pulang ke Rumah?

Menurut dokter Amesh Adalja, seorang sarjana senior di John Hopkins University Center for Health Security mengatakan jika pertanyaan ini menjadi sangat penting saat pandemi seperti sekarang. Sebab, kalian juga harus memperhitungkan risiko kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Khusus untuk masa pandemi, Adalja merekomendasikan agar memastikan semua pihak yang terlibat dalam rencana liburan memahami risiko yang dihadapi dan pentingnya transparansi untuk menjaga keamanan semua orang.

Setiap orang yang berinteraksi dengan kalian harus menjadi perhatian penting. Memperkirakan toleransi risiko kedua belah pihak dan melakukan tindakan pencegahan apapun adalah hal yang perlu dilakukan.

 

Seberapa Berisiko Tempat Asal dan Tujuan Kalian?

Saat memutuskan untuk pergi, kalian harus memahami tingkat risiko di wilayah asal dan tujuan. Caranya adalah dengan melihat angka pertambahan kasus alami dan jumlah kasus terbaru.

Angka pertambahan kasus alami atau yang dikenal sebagai R0, adalah jumlah rata-rata pasien yang diperkirakan terinfeksi dalam populasi yang tidak memiliki kekebalan. R0 yang lebih besar dari 1 berarti virus menyebar dengan cepat dan dapat menjadi pertanda untuk menghindari perjalanan dari dan ke wilayah tersebut.

 

Bisakah Kalian Menyetir Sendiri Selama Perjalanan?

Menurut Jennifer Kertanis, MPH, presiden National Association of County and City health Official menyetir sendiri atau bersama dengan orang-orang serumah adalah cara teraman untuk menekan risiko terpapar Covid-19 selama perjalanan.

Hal ini dikarenakan kalian tidak bertemu dan duduk bersebelahan dengan orang asing seperti saat berada di pesawar atau kereta. “Kalian tidak tahu apakah mereka adalah orang tidak bergejala yang positif,” jelas Kertanis.

Jika kalian harus berhenti di tempat istirahat atau hotel, pastikan untuk memakai masker, hindari berlama-lama di tempat umum dan cuci tangan sebelum pergi.

Melakukan perjalanan dengan pesawat atau kereta juga bisa dilakukan asal kalian menyiapkannya dengan baik. Mulai dari alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, dan tisu basah untuk membersihkan permukaan.

 

Risiko Apa yang Kalian Berikan pada Orang Lain?

Menurut Matthew Fox, DSc, MPH, profesor epidemiologi Universitas Boston, sangat penting untuk mengetahui risiko apa yang kalian bawa berdasarkan aktivitas harian sebelum kalian pergi mengunjungi seseorang.

Pertimbangkan berapa banyak orang yang berinteraksi di dalam ruangan maupun luar ruang, dengan atau tanpa masker, dan apakah kalian melakukan interaksi yang lama dengan mereka.

Begitu juga sebaliknya. Kalian harus menanyakan pertanyaan yang sama kepada orang yang akan dikunjungi sehingga mengetahui risiko apa yang mungkin mereka timbulkan.

Pekerja kesehatan dan mahasiswa memiliki risiko lebih besar karena tingginya paparan di rumah sakit maupun asrama. Untuk mengurangi risiko, kalian bisa membatasi orang-orang yang ditemui sekitar seminggu sebelum waktu berkunjung.

Atau bisa juga denganselalu mengenakan masker jika berada di sekitar orang-orang tersayang yang memiliki risiko tinggi mengalami keparahan akibat Covid-19. Misalnya saja orang lanjut usia ataupun yang memiliki penyakit penyerta.

“Terutama jika kalian akan mengunjungi orang tua atau  kakek nenek, aku akan sangat berhati-hati dengan hal itu. Kalian tidak ingin menyebabkan seseorang sakit yang mungkin menjadi parah atau bahkan meninggal karena infeksi ini,” ujar dr Marcus Plescia, MPH, kepala petugas medis dari Association of State and Territorial Health Officer.

 

Apa yang Ingin Kalian Lakukan Selama Berkunjung?

Bertemu dan berkumpul dengan orang-orang di luar “gelembung” di dalam ruangan dalam waktu lama adalah sesuatu yang sangat berisiko. Jadi pastikan aktivitas apapun yang kalian lakukan tidak akan meningkatkan risiko terpapar Covid-19.

Pergi nongkrong ke kafe atau warkop langganan saat pulang kampung bersama teman lama memang terdengar menyenangkan. Tetapi perlu diingat jika hal ini bisa meningkatkan risiko tertular atau menularkan Covid-19 selama pandemi.

Jika memungkinkan untuk waktu libur yang lebih lama, kalian bisa pulang lebih awal untuk melakukan isolasi mandiri saat tiba di kampung halaman selama 14 hari. Dengan begitu, usai masa karantina kalian bisa lebih leluasa untuk bergabung bersama keluarga di rumah.

 

Bisakah Melakukan Tes Sebelum Berangkat?

Beberapa transportasi umum memberikan syarat untuk menyertakan surat hasil rapid tes sebelum bisa melakukan perjalanan. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah ad akemungkinan kalian membawa virus atau tidak.

Tetapi karena akurasi dari tes rapid ini terbilang rendah, melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) tampaknya akan membuat kalian lebih tenang. Tetapi tentu saja, hasil negatif bukan berarti kalian tidak perlu memakai masker dan menjaga jarak ya.

Sebab, bisa jadi kalian mungkin tertular tepat saat sebelum menjalani tes sehingga belum terdeteksi atau saat dalam perjalanan. Menurut Adalja, tes sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan hari keberangkatan. Jika perlu, lima atau tujuh hari setelah pulang melakukan tes lagi.

 

Nah itu tadi hal-hal yang perlu tanyakan pada diri sendiri sebelum pulang kampung ya. Jika semua jawabannya mengindikasikan aman, kalian bisa pulang dengan perasaan lebih tenang. Tetapi ingat, tetap jaga protokol kesehatan yah dimanapun kalian berada.

Selalu memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak minimal 2 meter, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menghindari kerumunan. (*)

Related Articles
Current Issues
Berencana Naik Pesawat? Pilih Nomor Kursi Ini Agar Tak Tertular Covid-19

Current Issues
Musim Hujan Datang, Wajib Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Current Issues
BPS: Makin Banyak Orang Memakai Masker, Tetapi Tidak Semuanya Mencuci Tangan