Current Issues

Penyakit-Penyakit Ini Bisa Bikin Covid-19 Makin Parah, Cek Yuk Apa Saja!

Dwiwa

Posted on October 13th 2020

Setelah berbulan-bulan dunia menghadapi Covid-19, para ahli sedikit demi sedikit mulai mengerti tentang Covid-19. Salah satunya adalah adanya perbedaan tingkat keparahan dari satu individu dengan individu lain.

Ada orang yang terpapar tetapi sama sekali tidak sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Tetapi ada pula yang terpapar dan berakhir di ruang ICU. Para ahli menyimpulkan jika sejumlah kondisi medis tertentu menjadi penyebab terjadinya keparahan infeksi.

Dilansir dari Eat This, Not That!, dalam pedoman terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), mereka menambahkan sejumlah kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan peningkatan risiko terhadap Covid-19.

Lalu apa saja ya penyakit-penyakit itu?

1. Kanker

Ini bukan kantong kering yah guys, tetapi kanker penyakit. Orang-orang yang tengah berjuang kanker lebih rentan terhadap infeksi virus corona, terutama karena fakta bahwa sistem kekebalan tubuh mereka melemah.

“Memiliki kanker meningkatkan risiko keparahan penyakit dari Covid-19,” jelas CDC. Meski begitu, masih belum jelas apakah penyintas kanker juga rentan terhadap infeksi yang serius.

 

2. Gagal Ginjal Kronis

Salah satu organ yang diserang oleh Covid-19 selain paru-paru adalah ginjal. Itulah mengapa orang-orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal berada dalam risiko tinggi mengalami keparahan infeksi. “Memiliki penyakit ginjal kronis dalam tahap apapun meningkatkan risiko keparahan akibat Covid-19,” tulis CDC.

 

3. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD)

Covid-19 adalah penyakit akibat virus pernapasan, hal ini membuat orang-orang yang memiliki kondisi terkait paru-paru jadi lebih terancam. Orang-orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (COPD), termasuk emfisema dan bronkitis kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami keparahan akibat Covid-19.

“Penyakit paru-paru kronis lainnya, seperti fibrosis paru idiopatik dan fibrosis kistik dapat meningkatkan risiko terkena penyakit parah akibat Covid-19,” jelas CDC.

 

4. Memiliki Gangguan Jantung

Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan parah pada jantung, sehingga mereka yang sudah memiliki masalah pada organ ini berisiko lebih besar terkena infeksi parah. Penyakit jantung serius seperti gagal jantung, arteri koroner, kardiomiopati, dan hipertensi paru meningkatkan risiko keparahan Covid-19.

“Memiliki penyakit kardiovaskuler atau serebrovaskuler lainnya, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) atau stroke, dapat meningkatkan risiko keparahan akibat Covid-19,” lanjut mereka.

 

5. Transplantasi Organ Padat

Sistem kekebalan yang kuat diperlukan untuk melawan infeksi, termasuk Covid-19. Menurut CDC, ada banyak kondisi dan perawatan yang menyebabkan seseorang menjadi immunocompromised atau memiliki sistem kekebalan yang lemah.

“Ini termasuk memiliki transplantasi organ padat, darah, atau transplantasi sumsum tulang, defisiensi imun; HIV dengan jumlah CD4 rendah atau tidak dalam pengobatan HIV ; penggunaan kortikosteroid berkepanjangan ; atau penggunaan obat-obatan pelemah kekebalan lainnya. Memiliki sistem kekebalan yang lemah dapat meningkatkan risiko keparahan akibat Covid-19,” jelas CDC.

 

6. Obesitas dan Sangat Obesitas

Obesitas atau kegemukan didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) antara 30 kg/m2 dan < 40 kg/m2. Kondisi ini meningkatkan risiko keparahan akibat Covid-19.

Jika obesitas saja sudah meningkatkan risiko, obesitas parah tentu juga mengalami peningkatan risiko. Orang-orang obesitas parah ini memiliki IMT sama dengan 40 kg.m2 atau lebih.

Berdasar meta-analisis data pada Agustus yang melibatkan 399 ribu pasien Covid-19 dan dipublikasikan di Obesity Reviews, orang dengan obesitas yang terpapar virus 113 persen berakhir di ranjang rumah sakit dibanding yang memiliki bobot ideal, 74 persen lebih mungkin untuk dirawat di ICU dan 48 persen lebih mungkin meninggal.

 

7. Anemia Sel Sabit

CDC menyebut jika mengalami anemia sel sabit dapat meningkatkan risiko keparahan akibat Covid-19. Mereka menambahkan jika beberapa kelainan hemoglobin lain, termasuk thalassemia, mungkin juga meningkatkan keparahan Covid-19.

 

8. Merokok

Merokok sudah diketahui sejak lama memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan. Dan dalam pedoman terbaru CDC, mereka menambahkan perokok dalam daftar orang berisiko tinggi mengalami keparahan Covid-19. Bahkan bukan hanya orang yang masih aktif merokok, mantan perokok pun memiliki risiko tinggi mengalami Covid-19 yang parah.

 

9. Diabetes Melitus Tipe 2

Menurut CDC, orang-orang yang mengalami diabetes melitus tipe 2 telah dikaitkan dengan tingginya risiko Covid. Bahkan mereka yang mengalami DM tipe 1 mungkin juga memiliki risiko yang sama.

 

Nah itu tadi beberapa jenis penyakit yang bisa memperparah kondisi jika terpapar Covid-19. Jika ada satu kondisi saja yang kalian alami ataupun orang-orang tersayang miliki, sudah saatnya protokol kesehatan semakin ketat untuk dilakukan.

Ingat untuk selalu pakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak setidaknya 2 meter, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan. Dengan kalian menjaga diri sendiri, sama artinya juga melindungi orang-orang di sekitar yang lebih rentan. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Ternyata Masih Ada Orang Indonesia yang Percaya Covid-19 Konspirasi, Kalian?

Current Issues
Ahli Penyakit Menular AS Peringatkan Covid-19 Bisa Bermutasi Jadi Lebih Menular

Current Issues
Perubahan Iklim dan Covid-19: Apakah Global Warming Menyebabkan Pandemi?