Current Issues

Dirjen WHO: Herd Immunity Respon Pendekatan Pandemi yang Tak Etis

Dwiwa

Posted on October 13th 2020

Pandemi Covid-19 masih menjadi masalah kesehatan utama di berbagai belahan dunia. Berbagai kebijakan dan pendekatan pun telah banyak dikeluarkan untuk mengatasi hal ini. Salah satu yang sempat santer dibicarakan, termasuk di Indonesia adalah herd immunity.

Dilansir dari BBC, herd immunity terjadi ketika sebagian besar komunitas kebal terhadap penyakit melalui vaksinasi atau melalui penyebaran penyakit secara massal. Beberapa orang mempercayai jika Covid-19 harus dibiarkan menyebar secara alami tanpa adanya vaksin.

Tetapi hal ini dibantah keras oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dia mengatakan jika pendekatan semacam ini bermasalah secara ilmiah dan etika.

Dalam konferensi pers pada Senin (12/10), Tedros berpendapat jika dampak jangka panjang virus corona – serta kekuatan dan durasi sistem kekebalan – masih belum diketahui.

Herd immunity didapatkan dengan melindungi orang-orang dari virus, bukan membuat mereka terpapar. Tidak ada dalam sejarah kesehatan masyarakat menggunakan herd immunity sebagai strategi dalam menangani wabah, apalagi pandemi,” ujar Tedros.

Dia menambahkan jika tes seroprevalensi – dimana darah dites untuk antibodi – menunjukkan bahwa hanya 10 persen orang yang terpapar virus corona di sebagian besar negara. “Membiarkan Covid-19 beredar bebas berarti membiarkan infeksi, penderitaan dan kematian yang seharusnya tidak perlu terjadi,” lanjutnya.

Di seluruh dunia, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 37 juta orang dengan kematian di atas satu juta. Pengembangan obat maupun vaksin Covid-19 sendiri masih belum menemukan yang efektif dan manjur, meski beberapa diantaranya sudah dalam tahap uji coba lanjutan.

Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk membantu penyebaran virus ini adalah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan untuk sementara waktu. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022

Current Issues
WHO: 1 Dari  10 Orang Mungkin Sudah Tertular Covid-19

Current Issues
Kematian Akibat Covid-19 Tembus Sejuta, Apa yang Harus Dilakukan?