Current Issues

Musim Hujan Datang, Wajib Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Dwiwa

Posted on October 12th 2020

Sejumlah negara tengah bersiap untuk menghadapi musim pilek dan flu yang tahun ini bersamaan dengan pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat para ahli kesehatan terus mendorong masyarakat semakin memperketat pelaksanaan protokol kesehatan agar ketiga penyakit ini bisa dicegah.

“Pilek, flu, Covid-19, semua adalah virus pernapasan. Ada perbedaan pada mereka, tetapi pada dasarnya semua ditularkan melalui cara yang sama,” ujar dokter William Schaffner, ahli penyakit menular di Universitas Vanderbilt di Tennessee kepada Healthline.

Penularan penyakit pernapasan sendiri dibedakan ke dalam dua kategori, penularan melalui droplet dan udara. Dilansir dari Healthline, menurut dokter Dean Blumberg, kepala penyakit menular pediatri di Universitas California Davis, menyebut jika penyebaran melalui droplet berasal dari droplet yang lebih besar, lebih berat, dengan ukuran partikel lebih berat dan tidak bisa bergerak jauh.

“Mereka umumnya tidak bertahan lama di udara karena adanya gravitasi dan membuatnya jatuh ke tanah, dan itulah mengapa kita memiliki semua rekomendasi yang terkait menjaga jarak 1,8 meter atau lebih jauh dari orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, penyebaran penyakit pernapasan melalui udara mengacu pada virus dan infeksi lain yang tersuspensi ke dalam partikel yang lebih kecil di udara. Partikel ini lebih kecil dan ringan sehingga bisa mengambang di udara dan terbawa arus udara selama beberapa menit bahkan berjam-jam.

Jika membicarakan tentang droplet pernapasan, ukuran adalah hal yang sangat penting.

Droplet pernapasan normal yang membawa hal-hal seperti pilek, SARS-Cov-2, atau influenza biasanya berukuran besar dan umumnya menyebabkan infeksi melalui kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi dengan droplet tersebut,” jelas dokter Jaime Friedman, dokter anak di San Diego kepada Healthline.

Pilek biasa dan influenza dipercayai menular melalui droplet yang lebih besar. Dan meskipun masih banyak hal yang dipelajari soal Covid-19, para ahli masih meyakini jika penyakit ini ditularkan melalui cara yang sama.

Penularan melalui droplet inilah yang membuat penggunaan masker menjadi hal yang sangat penting.

“Dalam zona itu, zona pernapasan, dari 0,9 meter hingga 1,8 meter, adalah jarak penularan virus paling efisien. Dan tentu saja karena orang tanpa gejala bisa menularkan virus sama banyaknya dengan orang bergejala, itulah alasan rasional mengapa masker harus digunakan,” ujar Blumberg.

Masker berfungsi sebagai penghalang yang dapat menghentikan droplet besar ditularkan ke orang lain setelah dihembuskan. Ini tentu dapat meminimalkan risiko penyebaran.

Masker ini akan mencegah kita dari menyebarkan droplet terinfeksi maupun menghalangi droplet dari luar untuk masuk. “Jadi jika semua orang menggunakan masker mereka melindungi diri sendiri. Bahkan, mereka lebih melindungi orang-orang di sekitarnya dan jika kita semua melakukannya, maka penularan virus ini, tidak akan turun menjadi nol, tetapi akan sangat berkurang,” lanjutnya.

Para ahli pun berharap jika penggunaan masker dan pencegahan Covid-19 lain seperti menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir juga bisa menurunkan jumlah kasus influenza di musim dingin kali ini.(*)

Related Articles
Current Issues
Segan Menegur Orang Tak Bermasker? Robot Ini Siap untuk Selalu Mengingatkan

Current Issues
Ternyata Cewek Lebih Patuh Protokol Covid-19 Daripada Cowok

Current Issues
Kematian Akibat Covid-19 Tembus Sejuta, Apa yang Harus Dilakukan?