Current Issues

Ngeri! 44,9 Juta Warga Indonesia Percaya Kebal Covid-19

Dwiwa

Posted on October 12th 2020

 

Sudah lebih dari setengah tahun Covid-19 merusak kehidupan manusia, tidak terkecuali di Indonesia. Semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret silam, sudah ada 333.449 orang yang tercatat terinfeksi dan 11.844 di antaranya meninggal dunia.

Penyakit yang disebabkan virus SARS-Cov-2 ini pun tidak pandang bulu. Mulai dari bayi hingga orang-orang lanjut usia, kaya, miskin, rakyat jelata, hingga pejabat tidak luput dari penyakit ini. Sebut saja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Fachrul Razi hingga Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Tetapi sayangnya, bukti-bukti tersebut masih belum cukup meyakinkan bagia sebagian orang. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), setidaknya ada 17 persen orang Indonesia yang masih percaya jika mereka tidak akan mungkin terkena Covid-19.

Dilansir dari The Jakarta Post, kepala satuan tugas Covid-19 Doni Monardo dalam acara virtual pada Jumat, jumlah ini terbilang cukup tinggi. Jika dihitung secara angka, itu berarti ada sekitar 44,9 juta dari 270 juta penduduk Indonesia yang yakin dan percaya mereka tidak akan pernah tertular virus.

Doni menjelaskan, survei yang dilakukan pada Juli ini mengungkap lima provinsi yang memiliki presentase ketidakpedulian tertinggi. Kota-kota ini adalah Jakarta sebanyak 30 persen, Jawa Timur 29 persen, Jawa Tengah 18 persen, Jawa Barat 16 persen, dan Kalimantan Selatan 14 persen.

Sementara itu, survei terakhir yang dilakukan BPS dari 7 hingga 14 September yang melibatkan 90.967 responden menemukan ada perubahan. Maluku dan Sulawesi Utara berubah menjadi yang tertinggi dengan masing-masing ada 29,18 persen dan 27,66 persen yang percaya mereka tidak akan tertular Covid-19.

Bahkan menurut survei, Bali juga memiliki 20,78 persen masyarakat yang meyakini tidak akan terinfeksi. “Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi lengkap tentang Covid-19,” ujar Doni. Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan dalam menekan penularan Covid-19.

Menurut Doni, semakin banyak orang yang terlibat dalam pengendalian pandemi Covid-19 akan meningkatkan kesadaran masyarakatnya. Soal urusan misinformasi Covid-19, Doni menyebut satgas Covid-19 telah bekerja sama dengan Dewan Pers dan asosiasi jurnalis lain untuk menggarap program kesadaran Covid-19 mulai 1 Oktober lalu.

Selain itu, satgas juga telah mengundang 5.800 jurnalis dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam Program Perubahan Perilaku, yang bertujuan memerangi misinformasi. Dia berharap jika kolaborasi ini bisa meningkatkan kesadaran bahwa Covid-19 ini nyata bukan konspirasi.

Jadi guys, sebagai kaum muda yang intelektual dan melek teknologi, kita juga jadi garda depan loh dalam memerangi misinformasi terkait Covid-19. Jangan langsung membagikan broadcast yang belum jelas kebenarannya.

Biasakan untuk terlebih dahulu melakukan kroscek informasi ke sumber-sumber terpercaya seperti situs resmi pemerintah maupun media yang memiliki kredibilitas. Jangan sungkan juga untuk menegur jika di grup WhatsApp maupun circle kalian ada yang hobi membagikan informasi tidak jelas.(*)

Related Articles
Current Issues
Kenapa Sih Masker Scuba atau Buff Dilarang Digunakan Untuk Cegah Covid-19?

Current Issues
Angka Kematian Covid-19 di Singapura Terendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Current Issues
Begini Efeknya Kalau Kalian Pakai Maskernya Gak Bener...