Current Issues

Hati-Hati, Twitter Akan Suspend Akun yang Mengharapkan Kematian Donald Trump

Kezia Kevina Harmoko

Posted on October 4th 2020

(Patrick Semansky/AP)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengejutkan publik dengan tweet-nya yang menyatakan kalau ia dan istrinya positif Covid-19 pada Jumat (2/10) lalu. Namanya juga warganet, langsung ramai lah dunia maya karena kabar ini.

Banyak yang langsung bereaksi dengan sederet meme kocak, mengingatkan orang-orang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, atau secara terang-terangan… berharap sang presiden tidak sembuh.

Hati-hati. Twitter bakal menangguhkan akun yang dengan jelas mentweet harapan agar Donald Trump tidak selamat dari penyakit yang telah menewaskan lebih dari satu juta orang tersebut.

Alasannya, tweet sejenis itu termasuk konten yang mengharapkan atau menunjukkan keinginan terhadap kematian, menyakiti tubuh, atau penyakit yang fatal, sehingga menyalahi aturan yang dimiliki media sosial tersebut.

“Berharap seseorang meninggal karena suatu penyakit” termasuk di daftar contoh pelanggaran dari peraturan tersebut.

Konten negatif perihal Presiden AS ini memang membanjiri dunia maya setelah adanya pengumuman resmi bahwa Donald Trump akan melakukan karantina dan pengobatan setelah terjangkit Covid-19. Tagar-tagar seperti #TrumpHasCovid dan #CovidCaughtTrump sempat bertengger di trending terutama di negara Paman Sam.

Kata “karma” juga sempat trending sebagai bentuk ejekan pada presiden tersebut karena sempat berkomentar negatif terhadap Joe Biden, wakil presiden AS terdahulu, karena selalu mengenakan masker.

Dilansir dari Motherboard, Twitter tidak akan menghapus dan memberi sanksi pada semua tweet yang mengharapkan kematian. “Kami memprioritaskan konten yang mengandung ajakan untuk bertindak secara jelas dan berpotensi menyebabkan bahaya pada dunia nyata,” ujar perwakilan Twitter.

Nah, lebih bijak dan berhati-hati ya kalau mengekspresikan sesuatu! Pikirkan berkali-kali sebelum mengunggah suatu konten, apakah hal tersebut berguna, menghibur, atau justru membahayakan? (*)

Related Articles
Tech
Hilangkan Retweet, Ini Langkah-Langkah Twitter Halau Hoax Pemilu AS

Portrait
2 Perempuan di Balik Karier Cemerlang Kamala Harris

Current Issues
Situs Kampanye Donald Trump Dibajak, Hacker Tawarkan Informasi "Sangat Rahasia"