Korea

Pemerintah Korsel Siapkan Aturan Baru untuk Agensi Hiburan, Apa Aja?

Delima Pangaribuan

Posted on October 4th 2020

(SeoulZ)
 
Pemerintah Korea Selatan benar-benar serius dalam memajukan industri entertainment negaranya. Setelah sukses seperti sekarang, pemerintah menilai sudah saatnya ada regulasi lebih ketat khusus untuk agensi entertainment. Ini menindaklanjuti banyaknya kecurangan dan penyelewengan yang dilakukan agensi hingga merugikan artis dan trainee mereka.
 
Melansir Soompi, rencana ini bakal dieksekusi sama Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah Korsel bersama beberapa stakeholder. Antara lain Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Komisi Komunikasi Korea, Asosiasi Produser Entertainment Korea, Federasi Manajemen Korea, dan Asosiasi Manajemen Entertainment.
 
Kira-kira apa saja yang bakal diatur? Pertama, seperti yang dikutip Soompi, aturan ini diharapkan bisa mencegah agensi untuk menuntut uang lebih dari selebriti mereka dan memberikan janji-janji palsu untuk debut bagi trainee. Sejauh ini, banyak agensi yang ternyata belum memberikan data akurat di Korea Creative Content Agency (KOCCA) atau database khusus industri hiburan nasional di sana. 
 
Agensi-agensi tersebut cuma mendaftarkan nama perusahaan dan izin mendirikannya, serta alamat dan nomor registrasi. Setelah ini, pemerintah akan meminta supaya database itu dilengkapi hingga ke informasi praktis. Seperti siapa saja artis dan trainee yang ada di bawah naungan agensi itu. Setiap tahun, data ini harus dilaporkan ulang untuk mengantisipasi apabila ada perubahan. 
 
Kemudian untuk agensi yang merangkap institusi pelatihan entertainment, juga diharapkan untuk masuk ke database. Karena selama ini jenis agensi yang kayak gini kurang terlacak. Pemerintah akan membentuk tim khusus buat mencari agensi-agensi pelatihan mana saja yang belum mendaftar dan memiliki nomor registrasi resmi.
 
Selanjutnya, regulasi ini juga akan mengatur tentang sanksi untuk agensi yang terlibat kasus pelecehan seksual. Kasus semacam ini seperti gunung es, di mana banyak artis dan trainee serta pegawai yang menjadi korban. Agensi harus secara rutin mengadakan pembinaan terkait sex education untuk mengurangi risiko terjadinya pelecehan. 
 
Dan yang paling penting, pemerintah perlu mengatur soal perlindungan terhadap trainee dan artis yang masih tergolong di bawah umur. Baik dari sisi keamanan mereka (dari kasus kriminal seperti pelecehan dan pemerasan) maupun dari sisi ketenagakerjaan (terkait masalah kontrak, jam kerja, serta kesempatan tetap sekolah untuk yang masih usia remaja).
 
"Kami akan secara berkala mengkaji situasi di setiap departemen secara berjenjang sehingga kami bisa merumuskan perlindungan bagi selebriti di bawah umur dengan sebaik-baiknya," terang perwakilan pemerintah. (*)
 

(SeoulZ)
 
Pemerintah Korea Selatan benar-benar serius dalam memajukan industri entertainment negaranya. Setelah sukses seperti sekarang, pemerintah menilai sudah saatnya ada regulasi lebih ketat khusus untuk agensi entertainment. Ini menindaklanjuti banyaknya kecurangan dan penyelewengan yang dilakukan agensi hingga merugikan artis dan trainee mereka.
 
Melansir Soompi, rencana ini bakal dieksekusi sama Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah Korsel bersama beberapa stakeholder. Antara lain Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Komisi Komunikasi Korea, Asosiasi Produser Entertainment Korea, Federasi Manajemen Korea, dan Asosiasi Manajemen Entertainment.
 

Kira-kira apa saja yang bakal diatur? Pertama, seperti yang dikutip Soompi, aturan ini diharapkan bisa mencegah agensi untuk menuntut uang lebih dari selebriti mereka dan memberikan janji-janji palsu untuk debut bagi trainee. Sejauh ini, banyak agensi yang ternyata belum memberikan data akurat di Korea Creative Content Agency (KOCCA) atau database khusus industri hiburan nasional di sana. 
 
Agensi-agensi tersebut cuma mendaftarkan nama perusahaan dan izin mendirikannya, serta alamat dan nomor registrasi. Setelah ini, pemerintah akan meminta supaya database itu dilengkapi hingga ke informasi praktis. Seperti siapa saja artis dan trainee yang ada di bawah naungan agensi itu. Setiap tahun, data ini harus dilaporkan ulang untuk mengantisipasi apabila ada perubahan. 
 
Kemudian untuk agensi yang merangkap institusi pelatihan entertainment, juga diharapkan untuk masuk ke database. Karena selama ini jenis agensi yang kayak gini kurang terlacak. Pemerintah akan membentuk tim khusus buat mencari agensi-agensi pelatihan mana saja yang belum mendaftar dan memiliki nomor registrasi resmi.
 

Selanjutnya, regulasi ini juga akan mengatur tentang sanksi untuk agensi yang terlibat kasus pelecehan seksual. Kasus semacam ini seperti gunung es, di mana banyak artis dan trainee serta pegawai yang menjadi korban. Agensi harus secara rutin mengadakan pembinaan terkait sex education untuk mengurangi risiko terjadinya pelecehan. 
 
Dan yang paling penting, pemerintah perlu mengatur soal perlindungan terhadap trainee dan artis yang masih tergolong di bawah umur. Baik dari sisi keamanan mereka (dari kasus kriminal seperti pelecehan dan pemerasan) maupun dari sisi ketenagakerjaan (terkait masalah kontrak, jam kerja, serta kesempatan tetap sekolah untuk yang masih usia remaja).
 
"Kami akan secara berkala mengkaji situasi di setiap departemen secara berjenjang sehingga kami bisa merumuskan perlindungan bagi selebriti di bawah umur dengan sebaik-baiknya," terang perwakilan pemerintah. (*)
 
 
Related Articles
Korea
Pengen Jadi Idol KPop? Ini 10 Aturan yang Harus Kalian Ikuti

Korea
Idol dan Agensi Kecil Ini Cerita Susahnya Industri KPop Gara-gara Pandemi

Korea
Setelah Jo Byungkyu, Dua Idol Ini Juga Terseret Isu Bullying