Current Issues

CDC: Kasus Covid-19 Pada Dewasa Muda di AS Meningkat 55 Persen Selama Agustus

Dwiwa

Posted on September 30th 2020

Jika ada yang bilang orang-orang dewasa muda kebal terhadap Covid-19, jangan pernah percaya. Meski mungkin dampaknya tidak separah orang-orang usia lanjut atau yang memiliki penyakit penyerta, tetapi kaum muda bisa menjadi lebih berbahaya karena dapat menyebarkan virus tanpa menyadarinya.

Di Amerika Serikat, pembukaan kembali universitas juga dibarengi dengan melonjaknya kasus penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ini. Dilansir dari Reuters, pada 2 Agustus hingga 5 September, kasus mingguan Covid-19 pada orang berusia 18 hingga 22 tahun meningkat hingga 55,1 persen.

Beberapa wilayah bahkan mencatatkan adanya peningkatan hingga lebih dari 100 persen. Misalnya saja di wilayah Northeast yang mencatat kenaikan 144 persen kasus Covid-19 sedangkan Midweast melonjak 123,4 persen.

Menurut para peneliti Pusat engendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), peningkatan kasus ini tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya pengujian, tetapi juga bisa dikaitkan dengan dibukanya kembali beberapa universitas.

Mereka juga menyebut jika penularan juga bisa terjadi pada orang dewasa muda yang tidak sedang berkuliah. Dalam laporan sebelumnya, diketahui jika kaum muda ini cenderung tidak mematuhi langkah-langkah pencegahan.

Penelitian lain yang juga dipublikasikan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) CDC pada Selasa (29/9), peneliti melaporkan adanya peningkatan pesat kasus Covid-19 dua minggu setelah universitas North Carolina dibuka kembali untuk mahasiswa.

Penelitian tersebut mengungkap jika antara 2 Agustus hingga 25 Agustus, universitas telah melaporkan adanya 670 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi. Penyelidikan awal menemukan bahwa pertemuan siswa dan pengaturan tempat tinggal kemungkinan berkontribusi dalam penyebaran.

Pada 19 Agustus kelas dipindah secara daring dan sekolah mulai mengurangi kepadatan asrama. Untungnya, laporan tersebut menyebut jika tidak ada pasien Covid-19 dalam kluster ini yang dirawat di rumah sakit atau meninggal.

Kedua penelitian ini pun menyarankan agar dilakukan peningkatan langkah-langkah dalam rangka mengurangi penularan di antara orang dewasa muda dan di lembaga pendidikan tinggi.

Di Indonesia, semenjak tahun ajaran baru dan beberapa sekolah diperbolehkan dibuka, klaster sekolah juga mulai bermunculan. Dalam berita yang dimuat CNN pada 14 Agustus, akun informasi Covid-19 @LaporCovid19 mengungkap sejumlah daerah yang ditemukan adanya klaster sekolah. Mulai dari Tulungagung, Kalimantan Barat, Rembang, Balikpapan, hingga Tegal.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menyebut jika pembelajaran tatap muka di sekolah sangat berisiko menularkan Covid-19. Apalagi, jumlah pengujian kasus Covid-19 di Indonesia cenderung masih di bawah standar yang ditetapkan WHO.

Ini dapat berarti jika penetapan zonasi bisa jadi tidak mencerminkan jumlah kasus sesungguhnya di lapangan. Mereka pun tetap menyarankan agar sekolah ditutup sementara demi menekan penyebaran Covid-19. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Mendekati Musim Dingin, Kasus Covid-19 Makin Melonjak di Eropa dan Amerika

Current Issues
Masih Bingung Kenapa Masker Itu Penting? Simak Jawaban Para Ilmuwan Ini