Current Issues

BPS: Makin Banyak Orang Memakai Masker, Tetapi Tidak Semuanya Mencuci Tangan

Dwiwa

Posted on September 29th 2020

(Reuters via The Jakarta Post)

Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan setiap hari. Terhitung hingga Senin (28/9) sudah ada 278.722 orang yang positif terpapar dan 10.473 diantaranya meninggal dunia.

Namun para ahli memprediksi jika angka sebenarnya jauh lebih besar mengingat Indonesia menjadi salah satu negara yang melakukan pengujian dan pelacakan kontak jauh di bawah standar.

Pelacakan kontak dan pengujian ini merupakan pekerjaan rumah bagi para pemangku kebijakan di negeri ini. Sementara bagi kita yang hanya masyarakat biasa, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan jumlah kasus adalah menerapkan protokol kesehatan dengan semakin ketat.

Apa yang disebut pemerintah sebagai 3M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun menjadi hal wajib yang harus kita lakukan dalam setiap kesempatan. Ini menjadi satu-satunya perlindungan hingga vaksin dan obat yang manjur ditemukan.

Sayangnya, masih belum banyak orang yang menyadari betapa pentingnya hal-hal kecil ini dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang semakin menggila. Penggunaan masker memang meningkat di negeri ini, tetapi itu tidak diimbangi dengan penerapan protokol lainnya.

Dilansir dari The Jakarta Post, Badan Pusat Statistik mengungkap jika ada lebih banyak orang yang mengenakan masker saat ini. Dalam survei online yang mereka lakukan pada 7 hingga 14 September pada 90.967 orang di seluruh Indonesia, 92 persen diantaranya mengaku menggunakan masker saat di tempat umum.

Tetapi sayangnya, adanya peningkatan penggunaan masker hingga 8 persen dibanding April lalu ini tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan lainnya yang justru mengalami penurunan. Hanya ada 75,38 persen yang rutin mencuci tangan dan 73.54 persen yang selalu menjaga jarak.

“Idealnya, ketiga parameter ini, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, harus paralel. Apa gunanya memakai masker jika tidak rutin mencuci tangan dan menjaga jarak aman?” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers secara livestreamed di kanal YouTube Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) pada Senin.

Dia pun menghimbau agar lebih banyak kampanye yang dilakukan untuk meyakinkan orang-orang lebih peduli pada kebersihan diri mereka dan menghindari kerumunan agar keamanan dan keselamatan publik bisa lebih terjamin.

Hal lain yang juga diungkap oleh BPS adalah ternyata masih ada 17 persen orang yang percaya mereka kebal dari virus ini. Tampaknya, orang-orang yang berumur 17 hingga 30 tahun lebih skeptis terkait kerentanan mereka dibanding yang berumur lebih dari 60 tahun.

Suhariyanto juga menyebut jika persepsi ancaman lebih umum ditemukan pada orang-orang berpendidikan tinggi. Ini membuat perlu adanya sentuhan khusus yang bisa menjangkau demografi yang kurang mampu agar bisa meningkatkan kesadaran tentang berbagai risiko kesehatan di tengah krisis saat ini.

Kepala BNPB Doni Monardo yang juga menjadi ketua gugus tugas Covid-19 nasional berharap jika survei BPS ini bisa menjadi pijakan dalam mengambil kebijakan di masa depan agar memberikan dampak yang signifikan.

“Masyarakat adalah garda terdepan (dalam mitigasi Covid-91). Kepatuhan publik dengan protokol kesehatan tidak sebandinng dengan pengorbanan besar yang dilakukan oleh para petugas kesehatan kita,” ujarnya adalam acara yang sama.

Semakin banyaknya orang yang menggunakan masker jelas adalah berita baik yang mungkin membantu meredam pandemi di bumi pertiwi yang semakin tak terkendali. Tetapi harus diingat, memakai masker saja tidak cukup. Kalian harus tetap menjaga jarak, rutin mencuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer, dan menghindari kerumunan untuk sementara waktu. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Segan Menegur Orang Tak Bermasker? Robot Ini Siap untuk Selalu Mengingatkan

Current Issues
Ingin Survive Saat Pandemi, Perbanyak Diam

Current Issues
1 Dari 5 Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Berusia 20-an