Current Issues

Ahli Penyakit Menular AS Peringatkan Covid-19 Bisa Bermutasi Jadi Lebih Menular

Dwiwa

Posted on September 28th 2020

 

Pandemi Covid-19 semakin memakan banyak korban setiap harinya. Dalam catatan data dari Worldometer, jumlah kasus di seluruh dunia telah mencapai angka 33,3 juta sedangkan kasus kematian lebih dari 1 juta orang.

Di Indonesia angka kasus nasional diumumkan pemerintah mencapai 275.213 terhitung pada Minggu (27/9). Jumlah kasusnya pun masih terus mengalami kenaikan dan belum terlihat adanya tanda-tanda melandai. Sementara para ahli bahkan memprediksi kasusnya jauh lebih banyak dari ini karena masih minimnya pelacakan kontak dan pengujian yang dilakukan di negeri ini.

Dan tampaknya itu bukan satu-satunya kabar buruk yang harus dihadapi. Para ahli di berbagai negara menemukan jika virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 telah bermutasi. Dalam mutasi kali ini, virus bahkan disebut menjadi lebih menular.

Dilansir dari Eat This, Not That!, sebuah hasil penelitian yang diterbitkan di Washington Post menggegerkan publik Amerika pada Minggu lalu.

Tulisan mereka pada Rabu (23/9) menyebut jika sebuah studi yang dilakukan ilmuwan di Houston pada lebih dari 5.000 urutan genetik virus corona pada mengungkap adanya akumulasi mutasi virus secara terus-menerus, salah satunya kemungkinan membuatnya menjadi lebih menular.

Tetapi untungnya, temuan tersebut menyebut jika tidak ada indikasi jika virus berubah menjadi lebih mematikan atau mengubah gejala klinis yang terjadi. Para ilmuwan menyebut jika semua virus mengakumulasi mutasi genetik, dan sebagian besar tidak signifikan.

Terkait berita ini, ahli penyakit menular kenamaan Amerika Serikat dokter Anthony Fauci memberikan penjelasan yang lebih detail tentang apa makna dari temuan para ilmuwan tersebut agar orang tidak salah tafsir. Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara dengan aktivis AIDS Peter Staley.

“Ini merupaka virus RNA dan virus RNA cenderung mudah bermutasi karena mereka tidak memiliki mekanisme pencetakan ketika bereplikasi atau bermutasi. Jadi mereka terus mengembangkan mutasi ini,” jelas Fauci.

Fauci juga menyebutkan jika sering kali, mutasi itu tidak akan menimbulkan perubahan fungsional yang relevan pada virus. Dalam artikel tersebut misalnya, mereka menyoroti mutasi pada asam amino nomor 614, yang dalam temuan mereka lebih baik dalam mengikat reseptor.

Hal itu membuat virus menjadi sangat mungkin lebih mudah menular. Kemudian saat melihat kurva epidemiologi, mereka menemukan jika evolusi mutasi ini bertepatan dengan lonjakan besar dalam jumlah kasus terkonfirmasi yang tengah terjadi.

Saat ditanya soal mutasi baru virus corona, dia menyebut jika banyak ahli virus evolusioner yang tidak mengetahui apakah mutasi ini menyebabkan virus jadi lebih menular atau membuat orang sakit karena ekonomi yang dibuka terlalu cepat.

“Saya sama sekali tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa hal ini membuatnya lebih mudah menular,” ujar Fauci. Dia pun menyebut jika temuan ini menjadi sebuah alasan yang lebih kuat mengapa memakai masker, menjaga jarak, berada di luar ruangan dibanding indoor, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan menjadi penting.

Jadi nih guys, masih mau mengabaikan protokol kesehatan? Ingat semakin kalian ngeyel untuk patuh protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan, maka pandemi ini juga makin lama berakhir.

Apa kalian gak kangen bisa berkumpul dan bercanda bersama teman-teman di sekolah atau kampus lagi? Apa gak kangen bisa bebas nongkrong di warkop, kafe, mall atau menikmati car free day  seperti dulu?

Jika kalian sudah sangat merindukan aktivitas-aktivitas itu, yuk gunakan masker mulai sekarang. Selain itu, perhatikan juga ventilasi, durasi dan jarak saat berada satu ruang yang sama dengan orang lain. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Perubahan Iklim dan Covid-19: Apakah Global Warming Menyebabkan Pandemi?

Current Issues
Mendekati Musim Dingin, Kasus Covid-19 Makin Melonjak di Eropa dan Amerika

Current Issues
Peneliti: Penyintas Covid-19 Tidak Mungkin Tertular Lagi Hingga Enam Bulan