Current Issues

Keadaan Muslim Uighur dan Makna Foto Profil Perempuan dengan Tangan Merah

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 27th 2020


(Recep Sakar/Yeni Safak/The Peak dan Twitter @adcrebts_)

Pernah dengar tentang Suku Uighur? Mungkin pernah dengar dari ramainya gerakan boikot film Mulan yang diduga dilakukan di daerah Xinjiang. Suku Uygur, Uigur, atau Uyghur adalah sebuah suku minoritas di China yang memiliki bahasa sendiri yaitu Uighur dan masyarakatnya mayoritas adalah penganut agama Islam.

Belakangan ini, suku Uighur ramai diperbincangkan karena pemberitaan bahwa China berusaha membuat masyarakat setempat tidak menganut agama Islam dengan tindakan-tindakan tidak manusiawi.

Mulai dari adanya kamp konsentrasi di mana pemerintah bisa menangkap orang Uighur tanpa alasan jelas lalu disiksa agar tidak lagi memercayai agama hingga yang paling baru adalah pemusnahan 10.000 masjid di Xinjiang, daerah di mana banyak masyarakat suku Uighur tinggal.

Kenapa Muslim Uighur berusaha “diberantas”?

Dilansir dari The Print, China dengan partai komunisnya percaya kalau agama dan etnis adalah hal yang mengerikan. Seorang aktivis bernama Aydin Anwar juga berkata ke NowThis News kalau daerah Xinjiang menyimpan mineral berharga dan pemerintah China ingin mengontrol sumber daya tersebut.

Masyarakat Uygur juga dianggap sebagai ancaman karena dicap sebagai paham ekstrimisme agama. Pada 2014, sebuah dokumen yang dirilis oleh New York Times menggambarkan bagaimana Presiden China, Xi Jinping memerintahkan bawahannya untuk membalas aksi pejuang Uighur “sekeras mungkin”.

Sejak kapan semua tindakan ini dimulai?

Di tahun 1977, terjadi sebuah kerusuhan bernama Insiden Ghulja di Xinjiang. Sejak itu, partai komunis China memandang daerah tersebut adalah sebuah masalah dan mulai melakukan usaha memberantas umat muslim di sana.

Dilansir dari Kumparan, ketegangan ini juga berawal dari janji bahwa Xinjiang akan diberikan kemerdekaan untuk berdiri sebagai negara sendiri. Namun ternyata yang diberikan hanya status otonomi yang bahkan tidak terasa karena pemerintah pusat mengontrol dengan ketat segala kegiatan yang berhubungan dengan agama.

Apa saja yang dilakukan pemerintah China pada Muslim Uighur?

Dilansir dari NowThis News, pemerintah China berusaha “membersihkan” agama Islam dari masyarakat Uighur melalui kamp konsentrasi. Orang-orang bisa ditangkap dan dimasukkan ke sana hanya karena pernah berkunjung ke luar negeri atau punya sanak keluarga di luar negeri. Atau mereka melakukan tindakan yang menunjukkan mereka beragama seperti berdoa, puasa, menyebut kata “Tuhan”, bahkan memiliki nama dengan unsur Islam, atau hal-hal kecil lain.


Bangunan yang disebut kamp di Xinjiang (Reuters)

Di kamp tersebut orang-orang yang ditangkap akan menerima pemaksaan untuk paham kalau agama itu tidak ada atau harus memuja Presiden Xi Jinping. Kalau menolak, tindakan brutal seperti pemukulan dan cara kejam lain akan dilakukan. Kalau “beruntung”, beberapa tahanan dipindahkan ke penjara.

Anak-anak dari para tahanan ini dikumpulkan dalam satu panti asuhan yang dikelola pemerintah dan dididik untuk membenci agama dan asal-usul mereka sendiri. Mereka juga dipaksa berbicara bahasa Mandarin padahal bahasa ibu mereka adalah bahasa Uigur.

Ribuan wanita Uigur juga dipaksa menikah dengan laki-laki dari suku Han, suku mayoritas di China. Ini adalah cara untuk menghilangkan darah Uighur di negara tersebut.

Selain itu, tindakan seperti tenaga kerja paksa yang diambil dari suku Uighur, mata-mata pemerintah yang selalu ada untuk mengawasi kehidupan setempat, larangan untuk bepergian jarak jauh, dan sederet tindakan lain juga harus diterima oleh masyarakat Uighur, dilansir dari organisasi Save Uighur.

Hubungan Muslim Uighur dengan kampanye foto profil

(Twitter @adcrebts_)

Mungkin beberapa waktu belakangan kita sering melihat beberapa orang menggunakan foto profil ilustrasi seorang perempuan berhijab biru dengan mata hitam dan mulut yang dibekap dengan tangan berwarna merah berkuku kuning. Di jidat perempuan tersebut juga terdapat simbol bulan dan bintang.

Seorang pengguna Twitter membagikan gambar ini dengan keterangan ajakan menggunakannya bersama demi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang apa yang terjadi pada Muslim Uighur. Ilustrasi ini memang mirip dengan penampilan pedemo keadilan Uighur.

(Save Uighur)

Nah, itu dia sekilas tentang apa yang terjadi dengan masyarakat Muslim Uighur di China. Untuk mengetahui informasi lebih detail atau memberikan dukungan, kunjungi situs saveuighur.org. Ingat, walaupun kita hidup di banyak perbedaan, tidak ada manusia yang berhak hidup di bawah tekanan yang tidak manusiawi. Save Uighurs!

Related Articles
Current Issues
Akibat Coronavirus, Gimana Rasanya Sekolah Online di Tiongkok?

Current Issues
Kehidupan Warga Tiongkok Pasca Lockdown Bergantung pada Label Hijau Ini

Interest
Ngetwit Tentang Uyghur, Mesut Ozil Dihapus dari PES di Tiongkok